
Pagi hari di kota Jakarta
"Sayang bangun ihh, udah siang. Aku mau ke kantor nih" kata Bagas sudah hampir siap dengan pakaian kantornya, sedangkan Syafira masih asyik bergelung dengan selimut tebalnya.
"Aku masih ngantuk Mas. Badanku sakit semua" sahut Syafira dengan mata yang masih terpejam.
Bagas terkekeh mendengar ucapan isterinya.
"Baru juga empat ronde udah tumbang gitu sayang. Kaya aku dong kuatt" ucap Bagas dengan bangganya.
"Empat ronde kali satu jam. Huhh terkuras habis tenagaku Mas" ucap Syafira masih di posisi yang sama.
Tawa Bagas pecah mendengar ucapan isterinya.
Setelah selesai bersiap Bagas merangkak naik ke atas ranjang menghampiri isterinya dan mengecup keningnya.
"Yaudah aku berangkat dulu ya. Kamu jangan lupa sarapan" kata Bagas sembari mengusap lembut rambut Syafira.
"Hmm iya sayang. Inget nanti siang jangan lupa makan" kata Syafira masih enggan membuka mata.
"Siap Nyonyaa.." sahut Bagas sembari beranjak turun dari kasur dan keluar kamar menuju meja makan.
***
Saat sampai di ruang makan, betapa terkejutnya Bagas saat mendapati sang Ibu telah duduk manis sembari menyuapi putri kesayangannya, Azkia.
"Loh Mommy ngapain pagi-pagi udah kesini" ucap Bagas kaget dan tidak menyadari bahwa ucapannya membuat Oma Hana kesal.
"Heh anak kurang ajar. Bukannya senang orang tua berkunjung, malah nanya begitu" ucap Oma Hana dengan melototkan mata.
"Ehhh bukan gitu maksud Bagas Mom. Kan jarang-jarang Mommy pagi-pagi udah disini" ucap Bagas sembari menggaruk lehernya yang tak gatal.
"Suka-suka Mommy lah. Kalo kamu gak suka ya suka-suka kamu" ucap Oma Hana membuat Bagas bingung.
"Astaga.. Ampun dah punya emak modelan begini" batinnya.
"Oiya Fira mana? Kok gak ikut kamu buat sarapan bareng?" tanya Oma Hana ketika menyadari bahwa Bagas turun seorang diri.
"Masih tidur Mom. Masih ngantuk dan kecapean katanya" kata Bagas santai sambil menarik kursinya lalu duduk.
Pletakkk
Tiba-tiba sebuah sendok melayang dan tepat mengenai kening Bagas.
"Awww, sakit Mom" ringisnya.
"Sukurin, emang enak. Kamu babat habis isterimu sampai berapa ronde hah? Ingat jangan sampe dia kecapean biar program kalian berhasil" omel Oma Hana.
"Astaghfirullah Mom. Sabar dong, ini juga lagi kejar setoran. Bulan-bulan kemarin kan agak terhambat dan cuma satu kali Bagas kelepasan" kata Bagas dengan masih mengusap keningnya yang berdenyut.
"Dasar bodoh!! Udah dibilang jangan nanem didalam, bahaya tau Gas. Dan kalo mau kejar setoran ya jangan semaleman kamu babat habis. Rencanakan timing yang pas" kata Oma Hana to the point.
"Ya ampun Mom. Ngomong nya gitu amat. Malu di denger Pak Alan sama Bi Ana. Lagian disini juga ada Azkia Mom" kata Bagas malu sendiri dengan ucapan sang Ibu.
"Biarin.. Mereka juga udah sah dan wajar. Kalo masalah Azkia dia juga gak bakalan ngerti" kata Oma Hana santai sambil menyuapkan nasi ke mulut Azkia. Dan benar saja, gadis kecil itu hanya asyik dengan mainan di tangannya sembari mulutnya yang tak pernah berhenti mengunyah.
__ADS_1
Mendengar ucapan sang Ibu, hanya bisa membuat Bagas geleng-geleng kepala.
***
Hari sudah semakin siang.
Syafira merasakan seluruh badannya pegal-pegal.
Entah kenapa tenaga suaminya itu seperti tak pernah ada habis-habisnya ketika mereka bergumul bersama.
"Pasti mau dateng bulan kalo badannya pegel banget begini dan rasanya malas sekali" kata Syafira ketika merasa tak bersemangat untuk mandi.
Syafira kembali merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang berada didalam kamarnya.
Ia benar-benar seperti orang yang sangat frustasi.
Tirai kamar yang semula dibuka oleh Bagas pun kini ia tutup rapat kembali.
Saat jam makan siang Syafira menghubungi Bagas melalui via video call.
Ntah mengapa rasanya ia kepengen makan seblak dengan sang suami.
Sesaat panggilan terhubung
"Sayang kamu dimana? Kok gelap gitu?" tanya Bagas.
"Aku dikamar Mas. Cuma tirai kamarnya aja yang aku tutup. Oiya Mas, kita makan seblak yuk! Aku lagi pengen makan yang pedes- pedes nih" ajak Syafira dengan suara yang dibuat manja agar sang suami menuruti keinginannya. Karena Bagas seringkali menolak ketika diajak makan makanan yang kurang sehat apalagi pedas seperti seblak.
"Aku ada meeting Yang. Lagian kamu ngapain sih makan seblak. Gak sehat gitu, banyak cabenya" ucap Bagas.
Benarkan dugaannya, suaminya itu akan terang-terangan menolak ajakannya.
Lagian apa salahnya sih makan seblak? Banyak cabenya atau gimana?
Padahal kan cabe ada vitamin C nya, bagus untuk meningkatkan imunitas tubuh. Tapi selalu saja di pandang remeh oleh kaum higienis macam suaminya itu.
"Ihh Mas sebentar aja. Mau ya mauuu" rengek Syafira.
"Gak bisa sayang. Lain kali aja ya, atau nanti pas pulang aku bawain sesuatu deh" rayu Bagas berharap sang isteri luluh dan melupakan keinginannya untuk makan makanan pedas tersebut.
"Ehhh tunggu Yang. Kamu belum mandi yaa? Kok masih pake piyama gitu?" sambung Bagas heran ketika melihat sang isteri masih menggunakan set piyama motif bunga sakuranya.
"Males mandi ah" jawab Syafira santai.
"Terus udah makan belum?" tanya Bagas.
"Belum. Nanti kalo mau makan ya aku makan. Tapi sekarang pengen makan seblak Mas. Tadi aku liat di Instagram dan enak banget. Ayokk Masss" kata Syafira bersemangat.
"Tapi aku ada meeting Sayang. Gak ada yang bisa gantiin" ucap Bagas sembari menepis segala rasa tak teganya melihat sang isteri merengek seperti itu.
"Kan ada Reyhans, asisten kamu Mas" ucap Syafira.
"Dia lagi gak ada disini Yang. Reyhans aku tugasin buat ngecek kantor cabang" kata Bagas mencoba memberi pengertian pada sang isteri.
"Huhh yaudah deh Mas. Udah ya aku mau rebahan lagi" ucap Syafira manja.
__ADS_1
"Ehhh tunggu... Mandi Yang mandi. Kamu jorok deh" protes Bagas
"Hemmmm" jawab Syafira dengen deheman sebelum sambungan telepon ia tutup.
Tutt
Tutt
Tutt
Setelah mematikan panggilan tersebut, Syafira langsung melempar ponselnya.
Ia merasa kesal dengan penolakan suaminya, dan ia juga benar-benar tidak berniat untuk mandi.
Dengan langkah gontai Syafira naik menuju kasur.
Diraihnya remot AC dan sedikit mengecilkan suhu AC agar lebih dingin, lalu ia kembali bergelung dengan selimut tebalnya.
"Uhhhhh nyamannyaa" ucap Syafira sambil memejamkan mata.
***
Bagas meminta sekertaris nya agar memajukan meetingnya.
Beruntungnya kliennya kali ini sedang berasa diluar dan dapat melangsungkan meeting di Andreas Group.
Pukul 13.30 meeting telah selesai. Bagas bergegas pulang meski ia belum sempat makan siang.
Ia sangat yakin isterinya itu akan marah kepadanya. Dari pada tidur diluar lebih baik saat ini ia mengalah.
Sesaat sampai dirumah, setelah menanyakan keberadaan Azkia yang ternyata ikut bersama Mommy Hana, ia pun langsung menuju ke kamarnya.
Saat sampai di kamar begitu herannya dia saat melihat keadaan kamar yang gelap gulita, lampu mati, tirai tertutup rapat, dan AC ruangan yang begitu dingin.
Sedetik kemudian pandangannya mengedar dan tertuju ke arah ranjang dimana hanya terdapat pucuk kepala isterinya yang terlihat.
"Haishh.. Kenapa dia aneh banget sih. Gak biasanya di betah gak mandi begini. Mana kamar gelap gulita dan dingin gini" batin Bagas.
Melihat isterinya yang sedang tertidur pulas, Bagas sama sekali tak berniat membangunkannya.
Ia bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lalu menunaikan ibadahnya baru ia akan membangunkan isterinya.
.
.
.
.
Jangan Lupa Vote, Like, dan Comment ya readers sayang.
Salam Sayang Dari Author
Yunita Dewi Puspita ❤️
__ADS_1