Mommy Untuk Azkia

Mommy Untuk Azkia
BAB 44


__ADS_3

Pagi hari yang cerah di mansion keluarga Wijaya. Mereka sedang melaksanakan sarapan dengan hati gembira. Aura keharmonisan sungguh terpancar dalam keluarga ini, dimana Syafira begitu telaten melayani mertua serta suami dan anak kesayangannya.


"Sayang.. Seharusnya kau tak usah melayani Mommy dan Daddy, cukup layani suami dan anakmu saja" ucap Oma Hana ketika Syafira menuangkan nasi kedalam piringnya.


"Tidak apa Mom. Sekarang kan sudah ada Fira, jadi gantian Fira yang melayani Mommy dan Daddy. Fira senang melakukannya" ucap Syafira.


Hingga sarapan selesai tidak ada lagi pembicaraan kecuali suara celotehan si kecil Azkia. Kini mereka sudah duduk berkumpul di halaman belakang sembari menikmati cahaya matahari yang kian meninggi.


"Sayang apa nanti siang jadi mengantarkan Kakek ke Bandara?" tanya Bagas.


"Jadi Mas tapi karena Abel udah pulang duluan ke Irlandia ya jadi nya Kakek pulang dengan Keluarga Kak Alex saja. Maka nya nanti kita anterin mereka langsung ke landasan pribadi keluarga Kak Alex saja karena mereka juga ingin berkunjung ke rumah Kakek" jawab Syafira menjelaskan.


"Jadi Kakek Jack pulang hari ini nak?" tanya Opa Bram.


"Iya Dad. Kakek sudah rindu dengan suasana rumah di Irlandia karena disana banyak kenangan bersama Nenek" sahut Syafira.


"Baiklah. Nanti Mommy dan Daddy juga ikut mengantar ya" ucap Oma Hana menimpali.


"Baik Mom" jawab Syafira disertai senyuman manis nya.


***

__ADS_1


Tepat pukul sebelas mereka telah sampai di mansion Syafira, terlihat semua orang telah berkumpul. Setelah memastikan semua barang tak ada yang tertinggal mereka pun bergegas menuju landasan. Bagas dan Syafira satu mobil dengan Kakek dan Alex satu mobil bersama Paman dan Bibi serta kerabat yang lain sedangkan Oma Hana dan Opa Bram pergi bersama supir.


"Nia jaga diri baik-baik ya. Ingat semua pesan Kakek. Dan sering-sering kabari Kakek dan jika ada waktu luang kunjungi Kakek di Irlandia. Terkadang Kakek merasa bosan disana sendirian" ucap Kakek memecah keheningan.


"Iya Kek, Fira akan sering menghubungi Kakek dan jika Mas Bagas ada waktu kami pasti kesana mengunjungi Kakek sekalian berziarah ke makam Nenek. Oh iya apa Kakek tidak ingin tinggal disini saja bersama kami? " tanya Syafira.


"Tidak nak. Kakek tidak sanggup meninggalkan mansion yang ada di Irlandia, terlalu banyak kenangan disana. Terutama kenangan bersama Almarhum Nenekmu" jawab Kakek.


"Baiklah jika itu keputusan Kakek. Jaga diri Kakek baik-baik. Jangan terlalu memikirkan tentang perusahaan disana, bukankah sudah ada Paman Hans yang mengurusnya" ucap Syafira.


"Iya nak. Kakek akan jaga diri baik-baik. Dan kau Bagas, Kakek titip Syafira ya. Jaga dia baik-baik dan jika dia salah tegur dia jangan sampai kau menyakitinya. Dia baru menyesuaikan dengan kehidupan baru nya jadi tolong bimbing dia" nasehat Kakek.


"Baik Kek. Bagas janji akan menjaga Syafira dengan seluruh jiwa dan raga Bagas. Kakek tenang saja" sahut Bagas yang masih fokus kepada kemudinya.


"Siap Eyang. Kia janji akan jadi anak pintar dan penurut. Eyang tunggu Kia ya, nanti Kia akan main kerumah Eyang bersama Mommy dan Daddy" celoteh Azkia dengan gemasnya.


"Iya sayang. Eyang tunggu ya" jawab Kakek Jack.


Tak terasa sudah satu jam perjalanan dan kini mereka telah sampai dilandasan. Terlihat semua orang sudah bersiap untuk masuk kedalam jet pribadi keluarga Wildbold.


"Kak.. Nia titip Kakek ya, pastikan Kakek selamat sampai tujuan" ucap Syafira berbicara pada Alex.

__ADS_1


"Iya sayang. Kakak pasti anterin Kakek sampe selamat kok dan Kakak akan segera kembali kesini" Jawab Alex sembari mengusap lembut kepala adik angkat nya itu.


Melihat perlakuan Alex kepada Syafira hati Bagas sedikit cemburu namun ia tau hubungan mereka hanya sekedar Adik dan Kakak dan sebagai sesama lelaki, Bagas juga tak melihat ada rasa cinta di mata Alex selain rasa cinta dan kasih seorang Kakak kepada Adiknya.


Setelah proses berpamitan, mereka pun masuk kedalam Jet. Melihat Kakek nya pulang ke Irlandia membuat Syafira bersedih bahkan sampai menitikkan air mata. Rasa nya baru sebentar ia berkumpul dengan sang Kakek namun sang Kakek harus sudah kembali ke Irlandia.


"Udah sayang. Jangan sedih nanti kapan-kapan kita main kerumah Kakek ya. Sekarang hapus air mata kamu, aku mau ajak kamu ke suatu tempat mumpung Azkia mau di ajak Mommy ke acara arisannya" ucap Bagas sembari menghapus sisa air mata di pipi sang istri


"Kamu mau ajak aku kemana Mas?" tanya Syafira ketika mereka sudah berada didalam mobil.


"Rahasia dong sayang" jawab Bagas disertai senyuman manisnya.


.


.


.


.


Jangan Lupa Vote, Like dan Comment ya readers sayang.

__ADS_1


Salam Sayang Dari Author


Yunita Dewi Puspita❤


__ADS_2