
Kini keluarga kecil Syafira sudah berada di meja makan, menikmati sarapan yang telah dibuatnya subuh tadi. Mereka makan dengan tenang dan sesekali terdengar sedikit obrolan dari putri kecilnya, Azkia.
"Kia udah selesai, Nak?" tanya Bagas ketika melihat Azkia mendorong pelan piring nya dan meneguk habis susu coklat kesukaannya.
"Sudah, Daddy" jawab Azkia.
"Yaudah.. Mas sama Kia berangkat dulu ya sayang" ucap Bagas sembari menyodorkan tangan kanannya kepada Syafira.
Syafira pun menerima uluran tangan sang suami dan menciumnya serta dibalas ciuman kening oleh Bagas.
"Iya Mas, Hati-hati ya jangan ngebut. Oiya Fira lupa bilang sama Mas. Nanti habis jemput Kia, Fira langsung ke rumah Mommy ya. Soalnya nanti ada acara arisan gitu katanya" ucap Syafira.
"Iya sayang. Nanti minta antarin Pak Alan aja ya. Jangan nyetir sendiri. Terus nanti pulangnya biar Mas yang jemput" ucap Bagas.
"Iya Mas" sahut Syafira dengan tersenyum manis.
"Ayo Kia. Pamitan dulu sama Mommy" ucap Bagas pada Azkia yang sedang memakai tas nya.
"Mommy.. Kia berangkat dulu ya" ucap Azkia sembari mencium tangan Syafira.
"Iya sayangnya Mommy. Pinter-pinter ya di sekolah. Dengerin apa kata Bu Guru. Nanti pulang nya Mommy yang jemput" ucap Syafira lalu mencium pipi Azkia.
"Iya Mommy. Dah Mommy" sahut Azkia sembari melambaikan tangannya ke arah Syafira.
"Yaudah Mas berangkat ya sayang. Baik-baik di rumah. Dan kalo ada apa-apa langsung kabarin Mas" ucap Bagas.
"Iya Mas" sahut Syafira.
Setelah mengantarkan sang suami sampai ke teras depan dan mobil yang dikendarai Bagas telah menghilang dibalik pagar besi, Syafira melangkahkan kaki nya kembali ke ruang makan. Disana dia melihat Bi Ana tengah membereskan sisa sarapan.
"Bibi, nanti siang tidak usah masak ya. Soalnya nanti Fira mau ke rumah Mommy Hana ada acara" ucap Syafira kepada Bi Ana.
"Baik Nyonya" sahut Bi Ana.
__ADS_1
Setelah itu Syafira naik ke lantai tiga dimana kamar utama berada. Ia berniat untuk mengecek laporan perusahaan yang tadi malam di kirim oleh Zaskia. Mata nya meneliti setiap deretan angka dan huruf yang tertera disana. Senyumnya merekah ketika mengetahui kini perusahaan yang dibangun Ayahnya itu berkembang lebih pesat berkat campur tangan Kakak Angkatnya, siapa lagi jika bukan Alexavir Wildbold. Setelah kejadian Alex yang menghasut para investor, kini para investor itu pun telah kembali kepada Syafira dengan bantuan Alex juga. Bahkan sekarang lebih banyak investor yang berlomba-lomba ingin menanamkan saham nya di perusahaan Indrajaya Group.
Kini tak terasa sudah pukul setengah sebelas siang, tiga puluh menit lagi jam pulang sekolah Azkia. Syafira pun segera bergegas dan bersiap untuk menjemput putri kesayangannya. Tak lupa ia mengabari Pak Alan untuk menyiapkan mobil dan mengantarkannya.
Saat sampai di sekolah Azkia, pas sekali semua murid sudah keluar dari kelasnya. Azkia menghampiri sang Ibu dan mencium pipinya, lalu setelahnya mereka melesat pergi menuju Mansion Keluarga Wijaya.
"Sayang.. Kalian sudah sampai" ucap Oma Hana berbinar ketika melihat menantu dan cucu nya tiba disana.
"Iya Mom, maaf baru bisa mengunjungi Mommy" ucap Syafira sembari menyalami mertuanya.
"Iya tidak apa sayang. Sana kamu bantu Kia ganti baju dan beristirahat lah. Nanti Mommy panggil jika acara nya mulai. Sekalian Mommy mau memperkenalkan menantu cantik nya Mommy" ucap Oma Hana.
"Baik Mom. Fira permisi" pamit Syafira sembari menggandeng tangan mungil Azkia.
Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul dua. Sudah banyak teman-teman arisan sosialita Oma Hana yang mulai berdatangan. Mereka semua tampil dengan pakaian mewahnya. Sangat terlihat mencolok bagi siapapun yang melihatnya.
"Ya ampun Jeng Mira. Udah lama ya kita gak ketemu" ucap Oma Hana pada temannya yang bernama Mira.
"Haha.. Jeng Hana kaya gak tau aja. Maklum aku kan habis liburan keliling Europa. Maka nya jarang ikut arisan" ucap Bu Mira dengan sombongnya. Memang dialah yang sangat terlihat mencolok diantara ibu-ibu lainnya.
"Ohh iya sampe lupa. Bentar ya saya panggil ke atas dulu. Soalnya tadi dia lagi nemenin cucu saya istirahat" ucap Oma Hana. Lalu setelahnya ia naik ke lantai atas dimana Fira berada.
Tak berselang lama. Oma Hana turun bersama Syafira. Syafira terlihat sangat cantik dengan dress selutut berwarna maroon yang sangat kontras di kulit putihnya. Banyak para Ibu-Ibu yang berdecak kagum saat melihat menantu dari teman arisannya itu.
"Nah ini dia, menantu saya. Namanya Syafira" ucap Oma Hana memperkenalkan.
"Selamat siang Tante. Perkenalkan saya Syafira, menantu Mommy Hana" ucap Syafira sopan.
"Wah Jeng Hana. Hebat banget bisa dapet menantu cantik begini" ucap salah seorang ibu-ibu.
"Iya nih Jeng Hana hebat banget. Udah cantik sopan lagi. Seandainya saja Nak Syafira masih single sudah aku ambil jadi menantu ku saja deh" ucap Ibu-Ibu lain menimpali.
"Ahh kalian bisa saja. Tapi saya beruntung sih bisa mendapatkan Syafira sebagai menantu saya. Dia wanita yang sangat baik dan lemah lembut. Serta yang paling penting dia begitu tulus menyayangi cucuku" ucap Mommy Hana memuji hingga membuat Syafira tersipu.
__ADS_1
"Nak Syafira udah lama kan nikah sama Bagas. Gimana udah ngasih adek belum buat Azkia" ucap seorang Ibu-Ibu menggoda Syafira.
"Belum Tan. Doakan saja secepatnya dikasih sama Allah" sahut Syafira.
"Cih! Kalian itu terlalu memuji dia. Lagian dia biasa aja. Masih cantikan anak aku si Claudia itu kali dari pada dia. Oiya tadi apa? Belum hamil? Lama banget ya padahal kalian sudah menikah selama dua bulan tapi belum saja hamil. Atau jangan-jangan kamu bermasalah, tidak bisa hamil gitu. Kalo Bagas kan tidak mungkin, dia sudah mempunyai anak dari mantan istrinya. Maka nya Jeng Hana, seandainya dulu Jeng Hana setuju menjodohkan anak kita, pasti sekarang Jeng Hana bakalan punya cucu lagi. Tidak seperti sekarang" ucap Bu Mira memandang sinis ke arah Syafira.
Semua yang mendengar perkataan Bu Mira terkejut dibuatnya,termasuk Syafira. Dada nya tiba-tiba sesak begitu mendengar perkataan Bu Mira. Sejauh ini dia tak berpikiran sampai kesana, karna menurut nya mungkin Allah belum memberikan amanah untuknya mengandung. Tapi perkataan Bu Mira barusan berhasil memporak-porandakan hatinya. Perasaannya diliputi rasa khawatir jika benar dialah yang bermasalah. Memikirkan hal itu semakin membuat dirinya tertunduk sedih.
Para Ibu-Ibu yang melihat perubahan dari Syafira segera menyenggol lengan Bu Mira sebagai isyarat untuk menghentikan ucapannya. Namun bukannya berhenti, Bu Mira malah semakin menjadi-jadi.
Tapi sebenarnya mereka tidak heran dengan Bu Mira jika dia berkata begitu karena memang watak Bu Mira yang suka berbicara semaunya tanpa memikirkan perasaan lawan bicaranya.
"Apa sih Jeng. Kan betul kata saya. Siapa tau memang Syafira yang bermasalah" ucap Bu Mira pada seorang Ibu-Ibu yang tadi menyenggol lengannya.
Rasanya Syafira sudah tak tahan berada disana. Hatinya semakin sakit ketika mendengar kata demi kata yang diucapkan oleh teman mertuanya. Dengan sopan ia memilih undur diri dengan alasan ingin menemui Azkia yang mungkin sudah bangun dari tidurnya.
"Jeng Mira. Apa Jeng Mira tidak sadar dengan perkataan Jeng Mira yang telah menyakiti menantu saya" ucap Oma Hana yang sedari tadi menahan amarahnya.
"Lah.. Kan yang saya bilang bisa jadi bener Jeng" sahut Bu Mira tak ingin kalah.
"Kalau pun ucapan anda benar, saya sama sekali tidak peduli. Menantu saya jauh lebih baik daripada anak anda yang menjajakan tubuhnya dengan para lelaki hidung belang" ucap Oma Hana yang membuat semua orang terkejut mendengarnya. Termasuk Bu Mira. Wajahnya pucat pasi ketika teman-temannya mengetahui kelakuan anak yang sering dia bangga-banggakan di depan teman-temannya.
Ia begitu sangat malu ketika mendengar teman-teman sosialita nya saling berbisik membicarakan tentang anaknya, Claudia. Tanpa pamit, ia bergegas pergi meninggalkan Mansion Keluarga Wijaya.
.
.
.
.
Jangan Lupa Vote, Like, dan Comment ya readers sayang.
__ADS_1
Salam Sayang Dari Author
Yunita Dewi Puspita❤