Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
#22


__ADS_3

Setelah memastikan keadaan aman dan tak ada yang mencurigakan Nisa masuk ke dalam ruang kerjanya.


" Astaga.. tinggi juga yah,gimana mau cek yang orang itu taruh di dalam tabung Ac itu.. " gumam Nisa..


Nisa mondar mandir memikirkan cara untuk naik ke atas untuk membuka tabung Ac yang terlihat tinggi nemplok di dinding.


" Ahhh... iya, aku coba pake kursi.. semoga bisa.. " gumam Nisa


Dan benar saja Nisa mencoba naik ke kursi kerjanya dan ternyata sampai juga tabung Ac itu di jangkau tangannya dan berusaha membukanya.


" Apa ini... " Nisa mengabil bungkusan berwarna coklat dan membukanya.


" Uang..? uang siapa nih... astaga jangan-jangan uang ini senjata Tuan Simon untuk menjebak seseorang dari kita,aduhhh...harus aku apain uang ini...? astaga...pikir Nisa... ayooo.. berpikir... please... otak jangan dong dong duluu... ahhh ..sebentar aku pikir harus aku ganti amplop ini.. "gumam Nisa


Dia mengambil buku agenda yang diberikan padanya oleh Tasya dan dia merobek selembar kertas dan memasukkan ke amplop yang berukuran sama seperti amplop yang tadi di taruh orang suruhan Simon. Dan setelah itu dia naik lagi ke kursi dan menaruh amplop coklat yang dia buat ke tabung Ac seperti yang di lakukan orang itu.


Setelah dirasa beres dia menutup kembali Ac itu dan membenahi semuanya seperti semula.


" Aduhhh.. sekarang giliran uang ini aku taruh mana yaa?? nggak mungkin aku taruh tas aku, yang ada nanti kalau ada penggledahan mati aku..!! taruh laci nggak mungkin, takut di gledah juga... ahhhaaa... hehehe..." Nisa memikirkan tentang nasib uang yang ada diamplop yang dia pegang dia menyembunyikannya di kantong kresek item dan dia melangkah pergi membawa bungkusan itu ke pantry.


Nisa mondar mandir di dalam pantry, memastikan uang nya akan dia simpan dimana


" Di laci, nanti ada karyawan yang buka laci, toples..transparan, belakang kulkas nggak bisa digeser nih kulkas segede pintu Indomart.." gerutu Nisa.


Tiba-tiba terlintas di pikirannya entah ide gila atau ide katrok nya Nisa, dia membuka Frizeer dan disana dia melihat tempat Ice cream yang memang ada beberapa kotak Ice Cream dan dia membukanya ternyata ada yang sudah tinggal setengah lantas dia benamkan plastik berisi uang itu ke dalam kotak Ice cream dan menaruh nya kembali ke Frezeer dan menaruhnya paling belakang supaya tidak ada yang membukanya.


Setelah merasa aman dengan nasib uang itu akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke ruang kerjanya.


Dan disana sudah terlihat Simon dan antek-anteknya sedang beradu mulut dengan Grey juga Tasya.


" Bagaimana mungkin saya korupsi Mr. Grey..? saya berani bersumpah kalau saya tidak melakukan hal itu. " jelas Tasya yang sudah menangis karena di tuduh korupsi.


" Kamu jangan menyangkal kak Tasya, saya tau kamu senior disini, sebelum projek di Bali di tangani Tuan Simon kamu kan yang menghandlenya.. semua surat kontrak kamu kan yang membuat, dan daftar anggaran pun kamu yang buat..pasti kamu memanipulasi anggaran itu untuk kamu kan" tuduh Jihan pada Tasya

__ADS_1


" Sumpah Mr. Grey saya nggak berbuat seperti itu.. " sanggah Tasya.


" Sebentar, kenapa kalian begitu yakin kalau Kak Tasya melakukan korupsi apa ada bukti sehingga kalian menuduhnya? tanya Grey dengan nada datar


" Baik kalau kamu nggak percaya kita gledah tempat ini.. " ucap Simon dengan nada. menantang.


" Gledah saja.. pasti kalian nggak akan menemukan apapun " ucap Nisa tiba-tiba.


Mendengar Penuturan Nisa Grey langsung menajamkan matanya pada Nisa, namun Nisa acuh saja.


Benar saja Simon dan antek-anteknya menggeledah seisi ruangan itu sampai tempat sampah pun mereka obrak abrik


" Mana ada uang korupsi di taro di tempat sampah mbak Jihan... " seloroh Nisa dengan senyum tengilnya.


Jihan yang mendapat cibiran dari Nisa langsung memandang Nisa dengan tajam.


" Woww.. singa marah.. " gumam Nisa dan terdengar oleh Grey dan langsung Grey melotot karena tingkah istrinya.


" Coba kamu naik ke Ac itu kita buka " ucap Simon dengan menyuruh anak buahnya untuk memeriksa.


" Iya benar... jika pun saya mau korupsi kenapa saya nggak taruh aja di bank buat rekening baru, atau saya sembunyikan uangnya di rumah, ngapai saya manjat-manjat ke atas perut saya lagi buncit gini.. mana bisa.. " timpal Tasya merasa kesal.


" Sudah kita lihat sampai kapan kamu bisa berbuat curang Tasya.. " ucap Simon


Akhirnya salah satu anak buah Simon naik ke tangga dan membuka tabung Ac dan mendapatkan sebuah amplop coklat.. Simon dan Jihan melihat anak buahnya mendapatkan sesuatu di tempat yang dia pasang perangkap tersenyum puas.


" Amplopnya kok tipis banget sih..,tapi.. sudahlah yang penting aku sudah menjebak Tasya "batin Jihan


sementara Nisa yang melihatnya hanya senyum samar namun masih terlihat oleh Grey..


" Buka aja.. tuh amplop yang ada zonk... hihihi.. " batin Nisa tersenyum maring


" Apa yang sebenarnya kamu lakukan Nisa.. " batin Grey saat melihat gerak gerik sang istri

__ADS_1


" Kenapa ada amplop,apa isinya.. jangan-jangan ini jebakan yang di buat Tuan Simon dan Jihan" batin Tasya merasa takut


"Lihat kan.. ? itu ada buktinya " ucap Jihan dengan percaya diri..


" Mr. Grey... benar itu bukan saya, mana mungkin saya melakukan ini Mr Grey, kalau mau...dari dulu saya lakukan,dari dulu saya bisa saja bawa lari uang atau menggelapkan dana yang berharga milyar an tapi ,saya tidak pernah lakukan, apalagi saya selalu ingat.. jasa ayah Mr. Grey pada keluarga saya." ucap Tasya dengan tangis yang sudah pecah.


" Tapi, ini sudah ada buktinya.. " ucap Jihan tak mau kalah.


" Lebih baik dilihat Mr Grey, biar semua tau.. "ujar Nisa dengan entengnya.


" Mr.. Grey.. hiks hiks...


Tasya bertambah histeris melihat Grey tidak ada tanggapan apapun tentang masalah ini.


" Tenang kak Tasya.. saya tetap percaya kak Tasya.. kita liat yaa.. apa yang ada di amplop ini.. " ucap Grey saat memegang amplop yang di temukan anak buah Simon.


Dengan cepat Grey mengambil sesuatu di dalam aplop coklat itu dan menemukan selembar kertas bertulis.


1 2 3


A B C D E


😊


(selembar kertas itu bertuliskan ABCD dan juga terlihat simbol Smile)


" Ini.. ini hasil korupsi kak Tasya...?? lelucon apa ini. ?? Bentak Grey dan melirik Nisa yang cuek bersandar di pintu.


" Kok... itu...


" Oh.. iya,saya baru ingat Mr Grey tadi ada orang Service Ac dateng kesini, jangan-jangan..." ucap Nisa namun terpotong omongannya oleh Grey


" Service Ac.. kapan saya minta orang service Ac ke sini..?? atau kalian ,menuduh Kak Tasya itu karena sudah membuat jebakan untuk nya ?? iya..!!! bentak Grey

__ADS_1


Semua yang ada di ruangan itu diam tanpa ada yang berani mengeluarkan kata.


Bersambung


__ADS_2