
" Sia*an ja*ang itu hebat juga rayu Grey, bisa buat Grey tertawa lepas.. nggak pernah aku liat di sepanjang pertemuan sama dia nggak pernah dia terlihat seperti itu walau dengan keluarganya sekalipun. "
Wanita itu adalah Anggita sangat geram dengan tingkah kedua orang yang dia buntuti saat ini,dengan senyuman liciknya.. dia punya rencana untuk menyingkirkan Nisa dari Grey.
..............................................................................
Dua hari berlalu Grey dan Nisa kerja seperti biasa,Seperti biasa nya mereka akan berangkat sama-sama namun Nisa selalu minta di turunkan di dekat kantor.
* Kediaman keluarga Hermawan
"Jadi apa yang akan kamu sampaikan sama kakek juga sama Catrine?
Kini Kakek Hermawan angkat bicara pada sosok Anggita yang kebetulan sedang berkunjung atau bahkan sengaja berkunjung ke Mansion Hermawan.
" Maaf kek, bukan Anggi lancang.. ini soal pertunangan Anggi juga Grey yang sempat Grey tolak "
Anggi mencoba untuk bersikap merasa sesedih mungkin.
Mama Catrine dan Kakek Hermawan saling pandang " Sebenarnya kamu mau bahas apa?"
Kakek Hermawan mendesak apa yang sebenarnya terjadi.
"Kemarin siang Anggi nggak sengaja liat Grey bersama sekertarisnya di Mall dan terlihat sangat mesra, apa kalian tau kalau mereka ada hubungan? Anggi mulai memainkan perannya sebagai seorang manusia yang terdzolimi.
" Nggak mungkin Nggi.. masa sih? Anggi Grey terima gadis itu baru sebulan ,nggak mungkin lah mereka ada hubungan,trus kayaknya dia bukan tipe anak tante.. " Catrine kekeh dengan keyakinannya jika Grey tak akan tergoda dengan Nisa yang pernah dia jumpai di Kantor dengan tampilan tertutup.
" Anggi ada buktinya tante,itu Anggi minta tolong sama temen Anggi buat kemarin mata-matain dia, karena itu yang foto pertama itu terlihat Grey dengan gadis itu di depan apartemen dan juga di mall."
Anggi memberikan gambar saat tubuh Nisa dan Grey saling menempel.
8
( Ilustrasi)
Melihat gambar- gambar itu kakek Hermawan merasa geram, gadis yang dia lihat dan sempat membuatkan dia kopi ternyata menggoda sang cucu kebanggaan.
" Kita ke kantor sekarang !! pekik kakek Hermawan dengan cepat berdiri " Bayu... antar saya ke Angkasa... Sekarang !!
Kekek Hermawan dengan cepat keluar dari mansion diikuti Anggi dan Catrine.
__ADS_1
Mama Catrine hanya bisa berdoa dalam hati,semoga sang putra tak benar ada nya hubungan dengan gadis itu.
.
.
.
Angkasa Corp
Kedatangan Tuan besar Hermawan membuat orang-orang berbisik ada apakah dengan boss besar mereka?
Langkah lebar Hartawan,diikuti Catrine dan Anggita, Hartawan sangat marah dan kesal pada cucu kesayangan nya kini dia hanya bisa menekan amarahnya.
Sampai di lantai dimana ruangan Grey berada, Hartawan sempat berhenti di depan sekretaris cucunya dan ternyata keduanya kosong dan dengan cepat dia tanpa mengetuk pintu Hermawan langsung masuk ke dalam ruang kerja Grey.
BRAKKK
Betapa terkejutnya Alex, Grey, Nisa dan Tasya yang sedang meeting menoleh pada sumber suara gaduh itu.
" Kakek.. mama, ada apa ini..
Kakek Hermawan dengan menekan segala emosinya mengusir Alex dan Tasya dari ruang kerja Grey .
Sementara Grey melihat Anggita yang terlihat seperti mengulas senyum samar dan menatap istrinya dengan gerak gerik yang mencurigakan bagi Grey.
" Grey duduklah.. " Kini mama Catrine membawa sang putra untuk duduk di Sofa.
" Ada apa ini,kakek juga mama bawa wanita ini kesini? Grey menatap tajam pada sosok Anggita
Mama Catrine dan kakek Hermawan merasa tak suka dengan perkataan Grey yang terlihat sangat benci dengan calon tunangan nya.
" Aleek jaga ucapan kamu, tak sepantasnya kamu mengatakan seperti itu pada Anggita calon istri kamu" Ucapan Kekek Hermawan sontak membuat Nisa kaget dan langsnung mendongakkan wajahnya melihat sang suami.
" Kenapa, kamu kaget Nisa..itu kenyataannya.. laki-laki yang ada di hadapan kamu itu sudah memiliki seorang calon istri, dan jangan pernah berharap terlalu tinggi dengan cucu saya, karena dia tidak akan pernah menikahi wanita licik sepertimu" tudingan pedas dilayangkan oleh kakek Hermawan dengan menunjuk kan jarinya pada Nisa yang masih berusaha bersikap setenang mungkin dan menahan sakit hatinya, dan berusaha menahan air matanya.
" Stopp!!! jangan perna me...
" Mr..Grey,sudah...jangan pernah membantah keluarga anda, karena itu membuat saya merasa bersalah.. " Potong Nisa dengan cepat dan menatap penuh kesedihan mendalam.
__ADS_1
Grey mendekat pada Nisa yang masih berdiri mematung " No..Nisa...jangan bilang begitu..!! sergah Grey menangkup kan kedua telapak tangannya pada pipi mulus Nisa.
Nisa melepas tangan kekar itu dan mengesap punggung tangan suaminya seperti menenangkan hati suaminya " Saya tidak apa-apa, jangan khawatir... selesaikan semuanya, lakukan yang terbaik, Nisa percaya sepenuhnya pada Mr Grey.. " ucap Nisa lirih dan penuh harap.
Grey menatap intens mata sang istri terlihat jelas kesedihan dimata itu.
Pemandangan itu tak lepas dari pandangan Mama Catrine, Kakek Hermawan dan Anggita.
Mereka merasa geram dengan interaksi kedua orang dihadapan mereka.
"Kakek rasa kamu tak butuh dia lagi Aleek, pecat dia dan biarkan Anggita yang menjadi sekretaris kamu mengantikan Nisa." ucap Kakek Hermawan dengan lantang.
Mendengar penuturan sang kakek Grey menggenggam erat tangan istrinya,namun Nisa berusaha untuk melepasnya dengan cepat,Grey merasa sangat kesal dengan perkataan sang kakek.. namun dia ingin menjalankan apa yang akan mereka mainkan selanjutnya.
" Mr Grey maaf.. ada benarnya jika saya harus mengundurkan diri, supaya tidak menimbulkan kesalah pahaman diantara kalian kedepannya, karena Nisa sadar... saya bukan siapa-siapa tanpa mengurangi rasa hormat saya undur diri." Nisa dengan cepat melangkah meninggalkan
ruang kerja Grey namun baru saja dua langkah Nisa di hentikan dengan sebuah perkataan..
Grey memejamkan matanya sesaat, dan mengeram rahangnya pun mengeras " Nisa Ardina Binti Karta Sasmita... berhenti...!! teriakan Grey membuat Nisa tercekat kaget dan membalikkan badannya kearah Grey yang sudah memerah wajahnya karena menahan amarahnya.
Tak ada bedanya dengan ketiga orang yang ada di ruangan itu merasa terkejut dengan perkataan Grey yang menyebut nama seseorang dan lengkap dengan walinya. Mereka menatap Grey dengan penuh tanya.
Grey melangkah mendekati Nisa dan menggandeng tangan nya, dan mendudukkan Nisa di sofa " Jangan pernah berani melangkah sedikitpun dari sini,perkataan ku wajib kamu turuti." ucapan Grey yang tepat di telinga Nisa membuat Nisa tercekat kaget karena tangannya pun di genggam erat suaminya.
Kakek Hermawan merasa geram dengan kelakuan sang cucu " Aleek kamu sudah keterlaluan, dan kamu hebat sekali kamu menggoda cucu saya, berarti bukti yang Anggita kasih bukan kebohongan, karena kakek sudah melihat kelicikan wanita ini" Kakek Hermawan lagi-lagi melontarkan kata kata yang tak enak di pendengaran.
Grey melihat Anggita dengan pandangan yang sulit diartikan " Bukti apa yang kamu kasih ke mereka sampai kalian mengobrak akbrik kantor ini?" Grey dengan nada sedikit sinis membuat Anggita menelan kasar silvanya.
Grey menengadahkan tangannya di depan Anggita dan segera Anggita memberikan beberapa lembar gambar yang ada padanya.
Grey menatap tajam wajah Anggita dan melihat gambar yang ada di tangannya, Nisa pun mendekatkan dan melihatnya.. mereka saling pandang dan Grey mengusap punggung Nisa dengan sedikit melirik Kakek dan mamanya
" Jadi, atas dasar gambar ini kalian harus rela buang waktu aku buat berdebat dan untuk kakek kenapa memang kalau benar gambar ini? kakek akan mencoret aku dari daftar waris? mama, apa mama nggak mau terima Nisa yang jelas-jelas dia baik dan lebih menjaga marwah nya dengan cara menutup auratnya dari sembarang laki-laki, dan harusnya mama bersyukur aku punya seseorang yang tidak pernah pake topeng, dan kamu.. buat apa kamu mengadu pada mereka, buat Nisa menjauh dari saya.. itu tidak mungkin, asal kamu tau saya Greyvin Maleek Hermawan tidak akan pernah menikahi kamu wanita ular, karena saya... tak mungkin menduakan istri saya Nisa Ardina.. " Perkataan Grey membuat semua orang kaget bukan kepalang dengan apa yang mereka dengar barusan.
" Grey...!!!
B E R S A M B U N G
__ADS_1