Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
# Sahabat kok Gitu


__ADS_3

Malam mulai merambah kawasan desa dimana Nisa berada setelah mereka makan malam Nisa beranjak kedapur untuk membuatkan Kopi untuk suaminya juga Marvin, sementara Pak Karsa dan Bu Marsih pergi kerumah salah satu tetangga mereka untuk menjenguk karena sakit.


" Lo belom ngomong sama Nisa soal penabrakan itu..? tanya Marvin saat mereka sedang duduk santai di teras rumah


" Belum, sepertinya dia juga sudah melupakannya, apalagi setelah keceakaan itu dia sibuk dengan salon, toko sama aku yang mau buka klinik trus lanjut sampe rumah ini jadi. " ucap Grey santai dengan menyesap rokoknya.


" Yahh... memang kalau dia sampe tau pasti akan kecewa Leek apalagi itu ulah sahabatnya" ungkap Marvin


" Sahabat macam apa,sampe tega rebut kekasih sahabatnya sendiri, fitnah sana sini, malah nekad ma menghabisi nyawa Nisa.. itu yang dinamakan sahabat? Sinta itu nggak tau malu orangnya, apalagi setiap aku mau pulang pasti dia udah berdiri di samping mobil aku, dan nggak tau malunya minta tumpangan, dengan berbagai alasan.. tapi, alhamdulillah ada aja yang bisa buat aku alasan. " ungkap Grey menyandarkan tubuhnya.


Tanpa mereka sadari ternyata Nisa mendengar apa yang mereka bicarakan, Nisa mengatur nafasnya yang mendadak sesak, karena mengetahui siapa yang membuatnya hapir celaka,dia menetralkan nafasnya dan melangkah keluar membawa nampan dengan dua cangkir kopi di tangannya.


" Mas.... ini kopinya" ucap Nisa dengan wajah dibuat setenang mungkin


" Ehh.. i.. iya sayang terima kasih yaa.. " ucap Grey sedikit terkejut dengan kehadiran Nisa


Nisa tak menjawab perkataan Grey dengan ceat dia melangkah masuk kedalam rumah. Dan hal itu berhasil membuat kedua pria blesteran itu saling pandang.


" Kenapa sama Nisa? " tanya Marvin pada Grey dengan cepat Grey menjawab dengan menaikkan bahunya tanda tak tahu


" Apa Nisa dengar omongan ku tadi.. " batin Grey menebak nebak.


" Tumben Nisa yang biasanya cerewet banget kok, jadi diam gitu.. jadinya aneh bro.. " ungkap Marvin membuat Grey manggut manggut


" Nggak tau, apa mungkin dia dengar obrolan kita? kata Grey membuat marvin kaget


" Trus gimana sekarang? Marvin malah balim bertanya


" Gw ke kamar sebentar, kayaknya ada yanv nggak beres sama bini gw.. "ungkap Grey dan beranjak dari tempat duduknya melangkah ke kamarnya.


.


.


.


Sementara dia kamar Nisa berjalan mondar mandir sambil bergumam.


" Kenapa Sinta tega sama aku.. apa salah ku.. apa yang buat Sinta jadi nggak waras gitu....Dia berubah drastis.... sampau aku ngvak ngenalin sifat Sinta yang dulu. " gumam. Nisa dengan masih mondar mandir di depan samping tempat tidurnya.


Clek..

__ADS_1


Nisa menatap sekilas suaminya yang baru saja masuk kekamarnya.


" Sayangggg...??!! " sapa Grey dengan lembut.


" Apa.. kenapa mas rahasiakan kebusukan Sinta, memang apa yang dia kasih me mas? duit ,atau bahkan....


Nisa meggantungkan omongannya namun masih dengan masih dlterlihat emosi dan masih dengan wajah muram dan mondar mandir di depan Grey yang sekarang duduk di sofa.


" Bahkan apa..? mas nggak bilang karena pastikan hati kamu Kecewa ,marah sama Sinta trus kamu labrak Sinta ,aku nggak mau kamu mempermalukan diri kamu sendiri." ungkap Grey memberi sedikit pengertian pada sang istri


" Nisa memang nggak terima sama apa yang dilakukan Sinta mas, cuma Nisa juga nggak tau apa alasannya Sinta bisa berbuat begitu.. ,pengen rasanya Nisa bejek bejek mukanya, patahin kakinya.. bikin kesel aja" umpat Nisa masih setia seperti gosokan yang kesana lesini.


" Sayang... kendalikan emosi kamu istighfar.. " ucap Grey dengan lembut


" Astaghfirullahal'azhim..,geram aku mas.. " ucap Nisa.


" Tenangkan dirimu banyak beristighfar.." sahut Grey..


Nisa masih mondar mandir dan masih istighfar dengan lirih


" Sayang, masih marah? tanya Grey


" Masih.. " jawab Nisa singkat


" Aku lagi marah nih mas, nggak bisa tenang.. " ucap Nisa dengan wajah yang emosi


"Nisaaa...!! " tegur Grey dengan sedikit tegas


" Iyaaa..!! jawab Nisa singkat namun masih mondar mandir


" Nisaa... Ardinaaa...!! suara Grey mulai tegas


" Iya saya..??!! ucap Nisa menghentikan langkahnya dan berbalik menatap sang suami


" Kata Rosulullah kalau sedang marah, baiknya mengucap istighfar kalau masih marah,maka duduklah... jika masih marah juga berbaring, masih marah juga ambil wudhu sholat.. " ucap Grey menasehati sang istri.


Nisa yang mendengar perkataan suaminya langsung duduk di bawah dan bersandar di sofa.


" Sudah tenang? tanya Grey beberapa saat Nisa duduk


" Masih marah, hati Nisa masih kesel mas.. Nisa nggak habis pikir kenapa Sinta setega itu sama Nisa, salah Nisa apa... kalau seandainya ada tindakan Nisa atau perkataan Nisa yang buat dia kesal bilang langsung nggak usah begitu caranya...enak aja masa mau bikin kamu jadi Duda sih, pasti maksudnya dia itu.. aku mati dia masuk deh... no... big... no...!!! yang ada aku gentayangin tuh orang, trus cekek sampe matek " ucap Nisa membuat Grey geleng-geleng kepala dibuatnya.

__ADS_1


" Jadi kamu marah sama Sinta itu nggak rela. aku jadi duda? tanya Grey dengan raut wajah tak percaya " Astaga sayanggg... nggak semudah itu lenyapin kamu, dan nggak semudah itu dia goda iman seorang Greyvin Maleek... " ucap Grey dengan lantang.


" Hufttt... nggak tau lah mas apa sebenarnya maksud hati busuk nya itu" ucap Nisa dengan wajah sedihnya


Sedih karena salah satu sahabatnya berubah jadi seorang yang jahat dan serakah.


.


.


.


.


Pagi ini para warga sangat bersemangat menyambut seseorang yang akan membuka sebuah pabrik besar yang ada di sekitaran desa mereka, walaupun pabrik itu sudah beroperasi namun peresmiannya baru dilaksanakan.


Iring-iringan mobil mewah yang membawa rombongan orang penting itu memasuki area pabrik.


Kerumunan warga dan juga para karyawan juga para perangkat desa sudah memadati tempat itu.


Grey dan Marvin melihat rombongan itu masuk kawasan pabrik, mereka saling pandang dan melempar senyuman yang penuh arti.


Sedangkan Sinta dan Bagas,Bu Broto dan Pak Broto berada di dekat Kepala desa dan. perangkat.


Kalau Nisa jangan di tanya pastinya nempel sama Jannah mengekori Grey juga Marvin.


Bu Marsih dan pak Karsa juga hadir dengan berbaur dengan penduduk desa.


" Cha.. gw jadi penasaran kayak apa yah, orang yang ada di mobil itu" ucap Jannah pada Nisa


" Hahaha... gw tau, lo mah.. pasti mengkhayal kalau yang keluar dari mobil itu vowok ganteng idaman lo kan? ledek Nisa pada Jannah


Sinta yang berdiri tak jauh dati kedua sahabat itu tersenyum nyinyir


" Hahaha... lo tau aja, Tapi... kok kayaknya gw pernah liat mobil itu deh Cha.. familiar gitu.. " ucap Jannah menunjuk satu mobil BMW


" Hemmm.. kirain gw doang yang ngrasa gitu.. "balas Nisa.


Sementara pintu mobil BMW yang dimaksud Jannah itu terbuka dan menampakkan seseorang dengan tubuh yang atletis dan begitu mempesona.


" Dia...!!! ucap Jannah dan Nisa bersamaan

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2