Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
# Pindah ke Apartement


__ADS_3

Pagi menjelang sang surya seperti enggan menampakkan diri,Nisa sudah sibuk di dapurnya,sedang Grey sehabis sholat Subuh dia tidur kembali.



Karena memang ini hari minggu Jadi, dia sedang bermalas malasan di tempat tidur.


Sekitar Satu jam Nisa membersihkan apartement dan juga menyiapkan sarapan untuk dia dan Grey, setelah selesai Nisa membersihkan diri, setelah dua puluh menit kemudian dia sudah selesai mandi dan segera merapihkan dirinya.



Nisa duduk di tempat tidurnya dan memandang suaminya yang masih tertidur lelap.


" Mas... bangun yuk, udah jam sembilan nih..


Mas..??


Nisa mengelus wajah suaminya yang terlihat damai dalam mimpinya.


" Eeummmhh... Hoammm,lima menit lagi yang...!!


Grey dengan susah payah membuka matanya karena memang dia masih mengantuk karena semalam dia mengecek pekerjaan nya di luar dari Angkasa Corp.


" Ayolah mas, aku mau keluar boleh?


" Hemmmm.. kemana?


Terdengar suara serak khas orang bangun tidur terdengar seksi .


Grey akhirnya duduk bersandar di kepala ranjang dengan tersenyum memandang sang istri.


" Aku mau ke Mall.. "


" Ya udah aku anter.. "


" Nggak usah, takutnya kamu ada keperluan nanti.. "


" Nggak ada.. ya udah kamu siap-siap ,aku mandi sebentar.. "


" Ya udah kamu mandi, trus kita sarapan dulu baru kita keluar.. "


" Hemm.. "


Grey akhirnya masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya,setelah tiga puluh menit dia keluar dengan handuk kecil yang melilit tubuhnya.


" Sayangg..!!


" Iya sebentar...!!


Nisa dengan cepat masuk kamarnya dan melihat Grey yang bertelanjang dada, namun dengan cepat Nisa membalikkan badannya karena dia tak biasa melihat nya,hal ini adalah hal pertama kali dia melihat tubuh seorang laki-laki dewasa selain sang ayah.


" Heii.. kenapa?


Grey melangkah ke arah Nisa dan memeluk Nisa dari arah belakang sambil mengeratkan pelukannya pada tububuh Nisa.


" Mas...ja.. jangan begini, aku risih.. kamu mendingan pake baju dulu, bajunya sudah aku siapin di atas ranjang"


Tubuh Nisa terlihat tegang dan juga jantungnya berdetak kencang.


" Kenapa memang kalau aku begini, kamu nggak usah malu kali.. semua ini milik kamu.. hemm??


Goda Grey dengan mengecup kepala sang istri yang tertutup hijab,Nisa nampak tersipu malu dengan godaan Grey.


" Sudah cepat pake pakaian kamu, aku tunggu dimeja makan. ".

__ADS_1


Nisa berlalu pergi meninggalkan kamarnya dan menuju meja makan,jantungnya berdebar kencang saat Grey dengan erat memeluknya tadi, karena memang dia belum pernah merasakan hal seperti itu.


Tak butuh waktu lama Grey menyusul Nisa ke meja makan.


" Ini kopinya mas... "


" Makasih yaa.. "


" Mas mau sarapan apa, nasi apa roti?


" Nasi goreng aja deh, kayaknya enak yang... "


" Insyaallah.. semoga suka.. "


Nisa dengan cekatan menyipakan sarapan untuk suaminya.


" Emmm... ini enak yang, kamu pintar juga masak.. "


" Sedikit lah..tapi, Nisa bisanya masak makanan kampung "


" Nggak masalah, kalau kamu mau belajar masak ala western itu gampang sekarang ada media sosial atau juga banyak buku panduan "


" Iya sih"


Mereka menikmati sarapan pagi dengan obrolan-obrolan kecil.


Setelah selesai sarapan, Nisa dengan cepat membereskan sisa mereka sarapan.


" Yang... jam berapa kita ke Mall?


" Jam sebelasan aja kali yaa..?


" Oke...aku cek email dulu kalau gitu"


" Iya..


Ting tong


" Siapa yang dateng?


Batin Nisa dan segera membuka pintu apartemen nya.


Clek


Nampak wanita paruh baya mungkin seumuran dengan ibu Nisa, dengan pakaian sederhananya.


" Iya..ibu cari siapa?


" Maaf den Maleek nya ada?


Wanita itu menanyakan Grey dengan senyuman ramah tersungging di bibirnya.


" Owhh.. bibi yang kerja di sini?


Tebak Nisa, karena memang Grey sempat ilang kalau nanti akan ada orang yang membantu pekerjaan Nisa.


" Iya Non.. saya Imah "


" Masuk bi.. maaf yaa, saya nggak tau.. silahkan bi duduk saya panggil mas Grey dulu.. "


Nisa berlalu dari ruang depan menuju ruang kerja Grey.


" Gadis yang cantik, trus dia sopan banget...apa dia pacar Den Aleek yaa.. ?"

__ADS_1


Setelah beberapa saat Kemudian muncullah Grey bersama Nisa menemui Bi Imah.


" Bii.. udah dateng?


Grey dengan penuh rasa sopan, dan juga segera bersalaman dengan bi Imah dan mencium tangan wanita paruh baya itu..


" Iya den, maaf bibi agak siang kesininya..


" Nggak papa, owhh iya.. bi kenalin ini Nisa istri saya.. dan ini Bi Imah yang mau kerja disini bantu kamu yang.. bi Imah ini yang selama ini merawat mas dari kecil kebetulan, bi Imah sudah mengundurkan diri dari mansion kakek jadi kemarin aku minta tolong ke bibi buat kerja disini, alhamdulillah bi Imah mau.. "


Nisa pun bersalaman dengan bi Imah dan mencium tangannya seperti yang dulu lakukan sang suami.


" Waduh.. ini istri den Aleek.. cantik, saya seneng kalau den Aleek sudah menikah sama non Nisa tapi, kok nyonya..


" Bii.. Aleek minta tolong sama bibi buat rahasiain dulu pernikahan kami, semua keluarga belum tau kecuali Alex juga bibi, dan Nisa ini sekertaris Aleek di kantor "


" Iya den bibi akan selalu pegang amanah aden, apapun yang aden putusin pasti sudah aden pikirin bener-bener dan pastinya aden tau konsekwensi nya.


" Makasih yah bii.. "


Ucap Nisa dengan tulus pada wanita paruh baya itu.


" Iya non.. tenang aja, bibi ada di pihak den Aleek sama non Nisa.


Setelah Nisa memberitahukan Bi Inah kamarnya, Nisa bersiap-siap pergi ke Mall.


Setelah beberapa saat kemudian,Nisa sudah selesai bersiap.



Mereka keluar dari apartemen,menuju Mall terbesar di pusat kota.


Mereka tak menyadari jika ada seseorang yang melihat kepergian pasangan itu, dia mencengkram kemudi mobilnya dengan pandangan benci kearah Nisa yang terlihat tangannya di genggam erat oleh Grey.


" Dasar Jal*ng murahan... tampilannya aja tertutup tapi, ternyata cuma kedok... ini akan aku sampaikan sama tante Catrine biar dia tahu siapa sekretaris Grey sebenarnya.. "


Dia terus mengikuti pasangan itu sampai mall yang Nisa juga Grey tuju.


Nisa dengan senyum manisnya yang tak pernah hilang dari bibir manisnya, dan Grey yang terlihat posesif menggenggam erat tangan istrinya itu.


" Mas.. nih, kayak mau nyebrang aja.. gandengan mulu?


Goda Nisa melihat Grey yang selalu menggenggam erat tangannya.


" Truk aja gandengan masa kita nggak? nggak ada salahnya kan.. kita udah halal juga..!! emang kamu nggak suka di gandeng kayak gini?


" Hahaha... bisa aja sopir truk..!!


" Iya emang saya sopir...Sopir yang akan bawa kamu kesurga ..ea.. ea... hehehe"


Nisa mendengar gombalan sang suami tertawa terbahak bahak,dia tak menyangka jika suaminya adalah tipe orang yang humoris juga sangat receh..berbanding terbalik dengan sikapnya selama ini dia tampilkan di luaran sana yang 180° sangat berubah.


"Udah.. jangan ketawa mulu, nanti gigi kamu kering"


Ledek Grey dengan membekap mulut Nisa dan mencium pipi Istrinya dengan gemas, tanpa mempedulikan orang disekelilingnya yang melihat tingkah Grey dan Nisa yang terlihat romantis.


" Aduh.. aduh.. mas udah..ah.. !! kita ke sana.. !!"


Nisa menunjuk sebuah gerai buku, dan Grey menggandeng tangan Nisa untuk menuju tempat yang dituju.


Sementara wanita yang mengikuti mereka sangat geram dengan tingkah Nisa juga Grey yang terlihat bahagia.


" Sia*an ja*ang itu hebat juga rayu Grey, bisa buat Grey tertawa lepas.. nggak pernah aku liat di sepanjang pertemuan sama dia nggak pernah dia terlihat seperti itu walau dengan keluarganya sekalipun. "

__ADS_1


Wanita itu adalah Anggita sangat geram dengan tingkah kedua orang yang dia buntuti saat ini,dengan senyuman liciknya.. dia punya rencana untuk menyingkirkan Nisa dari Grey.


B E R S A M B U N G


__ADS_2