Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
# Baksos


__ADS_3

Setelah selesai membantu sang ibu masak sarapan Nisa kembali Kekamarnya dan melihat sang suami yang masih terlelap di atas kasurnya.


" Mas bangun yukk...!! udah jam enam!! ucap Nisa sambil membuka jendela kamarnya


"Hoammm..,lima menit lagi sayanggg...!! ucap Grey memejamkan matanya lagi


" Mas, airnya udah Nisa siapin.. trus aku sudah siapin vitamin juga" ucap Nisa sambil membuka selimut tebal yang menutupi tubuh Grey.


" Katanya mau pergi sama bapak juga sama Marvin tapi, kamu nya masih di bawah selimut" Ucap Nisa lagi dengan menciumi wajah suaminya dengan gemas.


" Oke ..sayanggg..!!" ucap Grey turun dari tempat tidur dan segara membersihkan diri.


.


.


.


Setelah beberapa saat, Grey sudah nampak segar dengan senyuman manis tergambar di bibirnya.


" Pagi semua " sapa Grey mendudukkan bokongnya di kursi meja makan


" Pagii...!! jawab mereka semua.


Nisa segera menyiapkan sarapan untuk Grey dan secangkir kopi untuk suaminya.


" Terima kasih sayang.. " ucap Grey dengan senyuman manis dan membelai lembut pucuk kepala istrinya


" Yaelahh.. bisa nggak sih, pagi-pagi jangan bikin gw iri..,dasar bucin..!! " cibir Marvin pada sahabatnya yang terlewat bucin.


" Sirik lo..!! " balas Grey tanpa rasa salah sedikitpun.


" Udah makan, nanti keburu siang kita ngurus surat-menyurat nya buat baksos" ucap Pak Karsa lantas saja kedua pria bule itu terlihat langsung fokus dengan sarapan mereka.


.


.


Setelah selesai mereka sarapan, langsung berpamitan untuk langsung meluncur ke tempat dimana harus mereka datangi.


"Bu.. ini dari mas Aleek buat belanja " ucap Nisa dengan menyerahkan amplop coklat yang dia pegang dan di terima bu Marsih dan langsung membukanya.


" Masyaallah.. ndok,yang bener ini.. buat ibu semua.. alhamdulillah semoga usaha suami kamu lancar ya ndok.. " ucap Bu Marsih dengan wajah senang


" Aminn... " jawab Nisa dengan wajah bahagia melihat sang ibu terlihat senang

__ADS_1


" Ehh.. Nis, sebaiknya kamu juga harus berbagi.. biar semuanya yang kita dapat berkah" ucap ibu Marsih.


" Iya bu.. niat Nisa nanti setelah kita renovasi rumah sekalian syukuran aku buat acara santunan, Insyaallah mas Aleek setuju" jawab Nisa dengan wajah senang


" Kamu yakin mau renovasi, pasti butuh dana besar ndok.. " ucap Bu Marsih pada sang putri


" Insyaallah Nisa ada uangnya, semalem dikasih sama mas Aleek..kata mas Aleek juga bapak di buatkan rekening sendiri buat lebih mudah kalau buat urusan sawah, sama kebun.. " ucap Nisa dengan menatap sang ibu.


" Sebenarnya ibu itu penasaran, kerja apa to.. suamimu.. kemaren sempet nanya bapakmu, jawabannya.. suruh doain supaya lancar dan di jauhkan dari sifat sombong, trus kata bapak kalau kita tau bakal pingsan.. " ungkap bu Marsih


" Hemmm... semalem Mas Aleek bilang kalau dia ikut jual beli saham dan alhamdulillah lancar semuanya, dan pendapatan perbuan juga alhamdulillah.. " ucap Nisa pada sang ibu.


" Apapun itu semoga selalu di berikan keberkahan. " ucap bu Marsih membelai lembut rambut Nisa.


.


.


.


.


Beberapa hari berlalu dan kini di halaman rumah pak Karsa sudah terpasang tenda besar dan terlihat dari petinggi di daerah tempat tinggal Nisa mulai memantau.


penduduk mulai berbondong-bondong mulai mendaftar untuk periksa kesehatan, diutamakan, lansia, ibu hamil dan balita.



" Nisa, liat deh.. di Group bilang Mr Grey hot.. apa lagi kelihatan d*danya itu lho...!! " ucap Jannah dengan menunjukkan chatt ibu-ibu di group gosip di wa.


Nisa mendengar itu, tak pikir panjang dia mendekati sang suami yang sedang memberikan arahan pada beberapa perawat yang berasal dari PMI setempat.


" Mas.. sebentar.. " ucap Nisa menyentuh lengan suaminya


Mendengar suara istrinya Grey membalikkan tubuhnya berhadapan dengan sang istri.


" Ini jangan di buka-buka aku nggak rela kesukaan aku diliat orang banyak apalagi, mata ibu-ibu rumpi yang ngomongin kamu di group Wa.. bilang kesukaan aku mau j*mah mereka.. ohhh... big Nooo...!! gerutu Nisa dengan merapihkan tampilan Grey.



" Maaf ya.. sayang kelupaan,udah biasa jadi aku lupa.. " ucap Grey dan mengecup pucuk kepala Nisa tak kenal tempat.


" Massss??!! Bisik Nisa mengeram kesal


" Biarin, pada liat.. biar pada tau,kalau aku hanya milik kamu, oke? jangan ngambek lagi dong? goda Grey dengan memencet hidung mancung Nisa.

__ADS_1


.


.


.


" Penonton kecewa, pada gosipin kamu katanya cemburuan " ucap Jannah membaca pesan dari groupnya..


" Hahhh.. bilang pada ibu-ibu di group itu ,Nisa lebih dari cemburuan.. kalau sampai ada yang gatel sama suaminya bakal di bikin perkedel" ucap Nisa dengan mencebikkan bibirnya


" Wiehhhh... serem juga lo..!! ledek Jannah pada Nisa


" Kalau lo juga mau coba gw cabik cabik juga nggak papa, biar jadi contoh orang yang mau deketin laki gw.. " ujar Nisa sadis.


Acara di adakan selama dua hari dan terbilang sukses, dan para warga juga terlihat senang menyambut program itu.karena penduduk sangat terbantu.


Hari ini Grey menemani Nisa dan bu Marsih ke pasar tradisional, sementara Marvin kembali kejakarta.


" Mas, kamu yakin mau ikut kita ke dalem..? tanya Nisa dengan wajah khawatir.


" Iya.. yakin lah, kenapa memang? tanya Grey dengan penampilan santainya.


" Ya udah, kamu kalau nggak sanggup langsung ke mobil aja yaa..? ucap bu Marsih memberi solusi.


Mereka akhirnya berkeliling di dalam pasar,Grey dengan wajah yang sudah terlihat berkeringat tapi, tetap mengikuti kemana pun istri dan ibu mertuanya melangkah, ini adalah pengalaman pertamanya..menganggapnya sangat menyenangkan dan membawa hal baru dalam hidupnya.


Dia melihat interaksi penjual dan istri dan ibu mertuanya kadang Grey di ikut sertakan, dan hasilnya banyak para pedagang yang memberikan bonus dari apa yang Nisa dan ibunya beli.


Namun Grey dengan senang hati membayarnya sedikit lebih dari kesepakatan.Itu salah satu cara Grey memberikan sedikit rejekinya pada orang lain.


Dan tak sedikit pedagang ibu-ibu yang terlihat renta Grey berikan sedikit uang pribadinya untuk mereka cepat pulang, karena ada juga nenek-nenek penjual peyek atau berjualan daun yang belum laku, Grey berikan uang supaya mereka cepat pulang dan istirahat.


Nisa dan Bu Marsih sangat senang melihat kedermawanan Grey yang terlihat sangat tinggi namun bisa dikatakan kehidupannya sendiri terlihat sederhana, walaupun barang yang dia pakai bukan sembarangan,bukan baju yang beli di pasar malem atau emperan tanah abang, semua yang di pake barang branded.


" Sudah semua bu.. Yang? tanya Grey yang menjinjing beberapa barang yang di beli Nisa dan bu Marsih


" Sudah, besok kan baru masak dikit..cuma buat orang yang nurunin bahan bangunan" ucap Nisa dengan melihat tas belanjaannya dan tetap melangkah menuju mobil nya yang terparkir di sebrang pasar.


Namun saat Nisa menyebrang tiba-tiba terlihat mobil yang melaju kencang.


" Nisa.. Awaaassss....!!!!


Bersambung


Jangan lupa like juga vote yaa.. biar othor makin rajin up nya

__ADS_1


__ADS_2