Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
#YDK & YDS


__ADS_3

Greyvin Maleek Hermawan seorang CEO dari Angkasa Corp orang yang kaku juga sangat kejam itu lah yang didengar oleh para pengusaha sukses lainnya.


Namun jika dengan Nisa sangatlah berbeda, menjadi pribadi yang menyenangkan, humoris,romantis sangat kontras dengan penampilannya yang terlihat sangar, apalagi dengan profesi nya sebagai Dokter benar-benar tak mendukung, dia layaknya seorang mafia yang kejam.


Malam menjelang Pak Karsa sangat senang jika sang menantu yang terlihat menyeramkan mau ikut dengannya ke masjid untuk melakukan sholat berjamaah.


Banyak warga yang melihat keberadaan Grey seperti tontonan, yah... bule masuk kampung pastilah heboh, apalagi bulenya faseh bahasa Indonesia.


Saat mereka selesai sholat magrib, Grey juga Pak Karsa ingin ke tempat pak RW juga RT. namun seseorang menegur Grey.


" Lho Mr.. mau tinggal disini? tanya seseorang yaitu pak RT yang menjadi saksi pernikahan Grey dan Nisa


" Iya pak RT.. maaf siapa namanya pak? tkata Grey dengan nada sopan namun terlihat datar


" Saya Pak Misnan RT disini" ucap Pak Mis menanggapi Grey


"Oh.. iya maaf lupa, saya nanti juga sama bapak niatnya mau ke tempat pak RT" ucap Grey dengan nada sedikit lirih.


" Yah kalau berkenan nggak papa, kalau nggak ada waktu saya maklum kan penganten baru" ledek Pak Mis.


" Aleek nanti kita ke rumah pak RT juga pak RW" ucap Pak Karsa pada menantunya


" Iya pak. " jawab Grey.


" Assalamualaikum pak, apa kabar? gimana kabar ibu? tanya seorang pemuda tampan pada pak Karsa


" Baik alhamdulillah sudah sehat, sekarang sedang dalam pemulihan.. yah, untung saja punya dokter pribadi jadi nggak perlu mikirin duit berobat yo to Le? ucap Pak Karsa melibatkan Grey disana.


" Iya pak,pak kita langsung kerumah Pak RT atau kita pulang dulu, Aleek belum ngomong Nisa soalnya" ucap Grey dengan begitu sopan dan juga terlihat akrab


" Nisa pulang pak, bagaimana kabar Nisa pak? tanya pemuda yang masih berjalan beriringan dengan pak Karsa juga Grey.


" Alhamdulillah baik, sangat baik.. " ucap Pak Karsa singkat


" Gas..emang kamu nggak dikasih tau Nisa kalau dia udah nikah? tanya pak Mis pada pemuda yang tak lain adalah Bagaskara mantan kekasih Nisa.


" Hahhh.. serius pak, Nisa.. Nisa sudah nikah? kok nggak ada undangan atau lainnya? tanya Bagas dengan mimik terkejut

__ADS_1


" Tenang saja nanti akan ada syukuran pernikahan kami, saya suami Nisa, Maleek panggil saja Aleek" ucap Grey mengenalkan diri nya sebagai suami Nisa.


" Hahaha... Gas.. Gas emang enak, Nisa dapet bule ganteng banget trus kaya.. lah.. kamu yang ada bekas orang..!! ucap salah satu pemuda yang ikut jalan beriringan dengan mereka.


" Sudah namanya jodoh nggak bisa di tolak" ujar Pak Karsa menimpali omongan pemuda tersebut.


Drrrtttt Drrrtttt


📞Makmum sholehah Calling


Grey dengan cepat mengangkat panggilan


" Assalamualaikum YDK " salam Grey pada Nisa


" Wa'alaikum salam, YDK apa tuh? tanya Nisa dengan sedikit penasaran


" Yang Di Kasihi,sayang..." ucap Grey dengan nada lembut


" Hahaha ..Mas bisa aja, emmm.. Nisa juga YDS "terdengar tawa renyah Nisa di sebrang telepon.


" Wah.. bales mas nih, pasti Yang Di Sayangi kan? tebak Grey dengan senyum tersungging dari bibirnya


Grey tersenyum mendengar Nisa yang kesal karena tebakannya di jawab oleh Grey, " Yah jangan ngambek dong..,oh iya.. mas sama bapak mau ketempat pak RW juga pak RT, tolong bilang sama ibu juga yaa.. kamu kalau mau makan,duluan aja mas sama bapak takut lama " ucap Grey dengan nada lembut memberi pengertian pada Nisa


" Iya udah kalau gitu, ati-ati ..Assalamualaikum driver ke syurga ku" salam dari Nisa terdengar dari sebrang


" Wa'alaikum salam makmum sholehah.. " balas Grey tanpa rasa malu.


Mendengar suara yang sangat lembut itu membuat pak Karsa sangat senang dan tak segan dengan memperlihatkan senyuman di wajahnya.


Namun Bagas mendengar percakapanNisa juga Grey membuat hatinya panas,selama pacaran dengan Nisa dia lebih banyak menyakiti hati perempuan itu.


.


.


Malam semakin larut jam sepuluh malam, Grey dan pak Karsa sampai rumah dan segera masuk kekamar masing-masing.

__ADS_1


Grey melihat sang istri sudah tertidur lelap.


Grey segera membersihkan diri dan setelahnya bergabung dengan Nisa dalam satu selimut,Grey melihat wajah polos Nisa yang cantik alami dan selalu membuat jantungnya selalu berdebar kencang saat melihat mata perempuan yang sekarang sudah jadi istrinya.


Dia tak pernah berfikir akan membuat keputusan yang saat ini dia putuskan, sudah dari lama ingin mengakhiri drama keluarganya,melihat sang kakek yang masih selalu memikirkan betapa penting nya sebuah kedudukan namun tidak pernah memikirkan perasaan orang lain.


Sang kakek yang teramat sangat memegang teguh aturan turun temurun dari keluarganya.


Imbas buruk itu terjadi pada sang paman yang tega main belakang dengan ART nya dan menghasilkan seorang anak yang selalu menaruh dendam dan juga benci pada keluarga Grey.


Keputusan nya menikahi Nisa membuat dia mengambil keputusan yang sangat mendadak,dia bertekat akan selalu membahagiakan sang istri dan keluarga nya, apalagi ternyata bisnis yang dia bangun beberapa tahun lalu, dekat dengan tempat dimana dia kini tinggal.


Allah sudah mempertemukan dia dengan Nisa barang pasti sudah menjadi jalan takdirnya, tanpa disangka Nisa adalah sosok kuat.


Grey mencium pucuk kepala Nisa dan membawanya ke dalam pelukannya. Sementara Nisa merasa nyaman dengan berada di dalam pelukan suaminya tanpa sadar, membuat dia memeluk tubuh Grey dengan erat.


Grey yang mendapatkan perlakuan itu tersenyum gembira dan segera memejamkan matanya hingga masuk kedalam mimpi.


Jam empat subuh Nisa mulai mengerjapkan matanya, tubuhnya terasa berat karena semalaman Grey memeluknya dalam dekapannya.


" Ya Allah.. nyaman banget deh ..uhhh..wajah garang,kejam dan terlihat sombong tapi, ternyata sweet banget..awalnya pria ini buat aku selalu sesak nafas kalau aku dekat dengan dia.. ternyata Allah mentakdirkan aku menjadi istri pria yang tak berperasaan dikalangan bisnis" batin Nisa dengan membelai wajah tegas suaminya.


Tiba-tiba pandangan mata kedua nya bertemu, ternyata Grey terbangun saat Nisa mulai menyentuh wajahnya.


" Mas..!! mata Nisa melebar saat melihat suaminya sudah membuka matanya dengan sempurna tanpa dia sadari.


" Kenapa hemm? kamu nggak percaya kalau kamu sudah jadi istriku, pria yang kamu anggap menyebalkan? ucap Grey dengan suara serak khas orang bangun tidur terdengar seksi bagi pendengaran Nisa.


" Em.. ap..apaan sih mas, sejak kapan kamu bangun? kok aku nggak tau? elak Nisa dengan senyum kikuk karena ketahuan menyentuh wajah suaminya.


" Kamu kalau lagi gugup gini keliatan gemesin tau.. " goda Grey dengan mengecup bibir manis milik Nisa.


" Masss...!! aku belum sikat gigi" pekik Nisa menahan wajah suaminya.


" Kalau sudah gosok gigi emang boleh ?? goda Grey dengan mengedipkan sebelah matanya dengan sikap genit.


" Genitt..!! sergah Nisa membebaskan diri dari dekapan suaminya, karena Nisa sudah malu dengan ledekan Grey.

__ADS_1


" Hahaha... " pecah tawa Grey melihat tingkah Nisa itu membuat dia terlihat menggemaskan.


Bersambung..


__ADS_2