
"I.. iya..iya kak, Nisa nggak bisa janji tapi yah..tapi,Insyaallah Nisa bantu ngomong " ucap Nisa mencoba menenangkan Tasya.
Setelah selesai menerima panggilan itu membuat Nisa mencari cara bagaimana Nisa harus bisa bekerja kembali ke Angkasa Corp.
.
.
Jam delapan malam Grey baru sampai rumah.
" Assalamualaikum " salam dari luar rumah terdengar.
" Wa'alaikumsalam" jawaban pun terdengar dari dalam rumah.
" Kalian baru pada pulang,tumben? tanya bu Marsih melihat Grey juga Marvin yang terlihat sangat lelah.
" Kami dari Klinik langsung ke Pabrik bu.. " jawab Grey dengan memandang sang istri.
Nisa dengan cepat tersenyum kala melihat sang suami menatapnya.
"Mas mandi dulu deh, kak Marvin juga nanti ak Uhhh panasin sayur buat kalian makan malam" ucap Nisa dengan melangkah ke dalam kamarnya.
Nisa menyiapkan air mandi buat suaminya dan menyiapkan pakaian gantinya.
" Mas mandi yaa.. itu pakaian gantinya" ucap Nisa menunjuk baju yang diatas tempat tidur.
__ADS_1
" Terima kasih yaa..?? ucap Grey singkat dengan mengelus kepala sang istri
Nisa tersenyum dan meninggalkan kamarnya melangkah ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk suaminya.
.
.
.
Setelah menyelesaikan ritual mandinya Grey juga Marvin terlihat sudah berada di meja makan dan menikmati makan malam mereka tanpa ada kata sedikit pun.
" Pak, bu, Marvin besok harus kembali ke Jakarta dulu, mungkin dua minggu disana" ucap Marvin saat mereka sedang berkumpul di ruang keluarga
" Iya...kamu hati-hati jangan lupa kabarin kami disini" ucap Pak Karsa pada Marvin
" Bisa aja kamu,hahhaha" jawab Pak Karsa dan mereka pun tertawa bersama
.
.
.
Dikamar Grey juga Nisa terlihat Grey dan Nisa sedang asyik dengan ponsel mereka masing-masing.
__ADS_1
" Yang.. " tegur Grey
" Ya.. Ying? kenapa? tanya Nisa balik
" Kamu masih marah sama aku? tanya Grey melirik ke arah Nisa
" Aku nggak marah, cuma kesel aja sama mas" ucap Nisa dengan bibir yang manyun
" Jangan di gituin dong bibirnya, mas nggak tahan tau..? maaf yaa... soal proposal Wati memang sudah di acc tapi, bukan mas yang tanda tangan tapi, Marvin sayangg... jadi, jangan kesel lagi yaa? mas nggak tahan kalau kamu sudah ngambek gitu" ujar Grey dengan membelai lembut rambut Nisa.
"Yiying nggak bohong kan? tanya Nisa melihat kearah suaminya
" Iya Sayanggg...?!!!! ucap Grey dengan nada lembut memberi sentuhan lembut pada wajah Nisa.
" Awas aja kalau Yiying bohong.. Nisa nggak bakal kasih jatah bunuh Setan tiga bulan !!" ancam Nisa dengan tatapan sinisnya.
" Ya ampunnn... yanggg !!! mana tahan mas nggak bunuh setan sehari aja, jagung bakar mas udah on gimana tiga bulan beku kalee...??!! canda Grey dengan menciumi pucuk kepala istrinya.
" Ying... besok boleh Nisa pergi sama Jannah, katanya ada yang mau Jannah omongin " ucap Nisa setelah mengingat pesan Jannah meminta Nisa kerumahnya.
" Sebaiknya besok-besok saja aku ngomong soal Angkasa Corp" batin Nisa
" Boleh dong, tapi.. ada syaratnya " ucap Grey dengan senyuman devilnya
" Aistttthhh... iya Nisa tau Yiying mau ngasih syarat apa.. dasar bule ganjen..!! ledek Nisa mengingat kelakuan Grey yang tak ada bosannya buat kegiatan panas mereka.
__ADS_1
" Aaaa... senengnya punya istri sholehah..!! puji Grey pada Nisa namun tangannya yang sudah aktif melucuti pakaian sang istrinya.
Bersambung