
Keesokan harinya setelah Marvin menghubungi Togar pasti kan kedatangannya ke Jogja secepatnya. Dan kebetulan ternyata Togar sedang ada seminar di Solo,jadi tak terlalu jauh dengan tempat tinggal Nisa.
Tepat jam tiga sore Marvin, Jojo, juga Togar sampai di rumah Nisa.
" Assalamu'alaikum " salam terdengar dari depan rumah.
" Wa'alaikum salam." jawab bapak dan Ibu yabg ke betulan sedang duduk di ruang tamu.
Dengan segera bu Marsih membuka pintu rumah dan menyambut tamu mereka.
" Silahkan masuk, jangan sungkan anggap rumah sendiri.. " ucap Bu Marsih pada ketiganya terutama Togar yang baru pertama kali ke rumah mereka.
" Nisa mana bu? " tanya Marvin setelah mereka menyapa pak Karsa juga.
" Ada di kamar, sebentar ibu panggilin." ucap Bu Marsih beranjak dari ruang yg tamu.
Tak berapa lama muncul Nisa dengan perut besarnya melangkah menemui tiga orang yang akan membantunya.
" Gar.. ini Nisa istri Gray, alhamdulillah Nis.. Togas sedang di Solo jadi langsung bisa kesini. "ucap Marvin
" Alhamdulillah, semoga pak Togar bisa bantu saya untuk membuat mas Aleek kembali. " ucap Nisa
" Nggak usah terlalu formal Nis, saya juga teman Gray dan bisa kamu panggil seperti dua sahabat saya ini, dan kita akan berusaha membuat Kakek sadar atas kekeliruan nya. Grey bukan anak kecil lagi, yang bisa distir seenaknya sama kakek Hermawan, dan Grey sudah menyiapkan rencana yang besar untuk itu. Dan tugas kamu sebagai istrinya juga harus mendukungnya, tapi... aku harap kamu nggak setengah-setengah untuk itu." terang Togar.
" Baik apa yang harus saya lakukan bang?" tanya Nisa
" Kita harus ke Jakarta, itu pasti untuk lebih bisa mempermudah rencana Grey." ucap Togar
" Tapi, Nisa lagi hamil tua gini,nggak mungkin kita pake pesawat bro." timpal Jojo
" Kita naik kereta yang terbilang aman, dan untuk usaha disini saya harap bapak dan ibu bisa bantu." Ucap Togar
" Apapun yang si rencanakan menantu saya, kami akan coba bantu semaksimal mungkin nak, kalau untuk masalah pabrik juga klinik nanti bapak yang awasi, kalau ibu bisa bantu awasi salon sama butik, kalau urusan kebon sama sawah sudah bapak percayakan sama mang Diman, klinik kita serahkan sama Wati, karena Jannah akan ikut Nisa ke Jakarta." ucap pak Karsa dengan detail.
" Bapak kok...
__ADS_1
" Suami kamu sudah cerita jauh-jauh hari, dan ini adalah eksekusinya diserahkan sama kamu,karena kamu istri sahnya dan sekaligus wali dari ahli waris Grey yaitu ibu dari anak-anak nya." ucap pak Karsa dengan senyuman penuh arti.
" Baiklah, alhamdulillah Grey sudah cerita ke bapak, jadi saya bisa terangkan tugas Nisa selanjutnya. Nisa selama kita di Jakarta kita akan tinggal di Rumah yang disediakan oleh Grey, untuk keluarga kecilnya.., trus semua fasilitas akan kamu gunakan selama disana itu dalam wewenang kamu, dan kamu akan dapat berikan tanggung jawab atas jabatan baru buat kamu menggantikan Grey sebagai wakil nya, dia sudah memberikan surat kuasa untuk itu." ucap Togar.
" Hahh... maksudnya?"tanya Nisa masih bingung.
" Grey mempunyai sebuah usaha di luar keluarga Hermawan, semua keluarga nggak ada yang tau kecuali Alex, papanya Alex juga almarhum papanya Grey sendiri juga pastinya kita."jelas Marvin dan membuat Nisa kaget.
" Mas Aleek punya perusahaan sendiri, bukan Angkasa Corp gitu? " ujar Nisa dan diangguki orang yang ada disana.
" Bapak juga tau? " tanya Nisa pada sang bapak.
" Tau nak, suami kamu selalu diskusi sama bapak, meminta saran dan walaupun sekedar cerita.. suami kamu menganggap bapak sosok pengganti papanya yang selalu mendukung nya secara diam-diam." ucap Pak Karsa
" Sebenarnya permasalahannya apa sih, kenapa kok sampe mas Aleek nggak di kembalikan sama Nisa trus kakek kekeh buat memisahkan kita sebenarnya ada apa? " tanya Nisa dengan banyak pertanyaan lainnya.
" Angkasa Corp itu di terbentuk dari keluarga istri pak Hermawan, nenek Grey dan mereka memiliki dua putra papa nya Grey juga papanya Simone,awalnya rumah tangga kakek dan neneknya Grey itu baik-baik saja,hingga suatu hari pak Hermawan kedapatan memiliki hubungan dengan sekretarisnya, dari situ perusahaan di pegang penuh almarhumah nenek Grey, saat anak-anaknya dewasa.. nenek Grey akan memberikan perusahaan pada cucu laki-laki pertama mereka, dan kebetulan Nenek Grey mempunyai rencana untuk menjodohkan salah satu putranya dengan wanita yang setara dengan mereka dan papa dari Simone yaitu Burhan mengajukan diri dan menikahlah Burhan dengan wanita pilihan sang ibu, namun setahun pernikahan mereka belum dikaruniai anak, maka Burhan dengan diam-diam menjalin kasih dengan ART di kediaman Hermawan dan saat itu juga Papa Grey memberikan bukti surat nikah kalau dia sudah menikahi wanita bernama Catrine yang tak lain adalah mama Grey, dan singkat cerita Grey lahir dan Simone lahir dan Burhan memperkenalkan Simone sebagai anaknya dari istri sirinya yaitu ART rumah mereka dengan bukti akte Grey lebih dulu lahir dan jadilah Angkasa Corp atas nama Grey wali yang bertanggung jawab Papanya Grey setelah papa Grey meninggal mewasiatkan Untuk perlindungan Harta mereka di serahkan pada istrinya Catrine."terang Marvin panjang lebar.
" Trus kenapa kakek sekarang memaksa Grey untuk ikut dengan kemauannya? tanya Nisa dengan perasaan yang masih bingung.
" Astaghfirullahal'azhim... tapi, kenapa mama Catrine tetap bertahan di sana? " tanya Nisa dengan deraian air mata merah sedih dengan kehidupan suaminya di kelilingi orang yang munafik.
" Karena mama memenuhi janji papa Grey, bagaimanapun papa Grey sangat sayang dengan ayahnya, dan mencegah Grey menghancurkan keluarganya." jelas Jojo
" Sebenarnya mama Catrine sudah sangat ingin memelukmu Nis, mengharap keturunan Grey." ucap Marvin di angguki Togar.
Setelah pembicaraan itu Nisa menghubungi Jannah dan Bagas, karena itu pesan dari Grey sesaat sebelum pergi meninggalkan Nisa untuk turut serta dengan Nisa dan team.
.
.
.
Sementara itu di kediaman Grey dia sedang berada di kursi malas milik sang ayah di dekat kolam renang.
__ADS_1
Dua bodyguard yang di siapkan oleh kakeknya.
" Bang, besok scedule saya apa?" tanya Grey dengan masih duduk bersandar di kursi goyangnya.
" Besok meeting untuk mencari investor buat menstabilkan Angkasa Corp Tuan muda lalu bertemu dengan nona Maria." ucap Salah satu bodyguard nya.
" Hemmm... abang berdua sudah menikah?" tanya Grey dengan masih memejamkan matanya di kursinya.
" Kita sudah berkeluarga tuan, kami satu lingkungan di daerah Priuk anak kami dua tuan." ucap Bodyguard bernama Badar dengan raut wajah sedihnya.
" Kenapa bang, apa abang rindu dengan keluarga kalian? tanya Grey dengan meneliti wajah kedua orang bodyguard nya.
" Kangen pasti Tuan Muda, tapi.. kita masih tugas. Kemaren putri saya sakit, istri saya sedang hamil tua juga makanya dia bingung mau baa kedokter sementara anak kedua saya masih kecil." ucap Bodyguard bernama Johan.
" Kenapa kalian semua nggak ngomong sama saya, keluarga kalian lebih membutuhkan kalian, soal pekerjaan kalian tenang saja saya nggak akan macam-macam, cuma saya minta tolong sama abang berdua ijinkan saya telepon istri saya, dia juga sedang hamil delapan bulan saya khawatir kalau dia sampai kebingungan mencari info saya, kalian tahu keluarga saya gimana kan? " kata Grey dengan wajah yang terlihat sedih.
" Ya Allah tuan muda punya istri yang lagi hamil, kok Tuan besar bisa-bisa nya beliau menjodohkan dengan nona Maria, trus tuan nggak menolak tuan, kalau tuan rasa keberatan saya akan bantu tuan muda." ucap Bahar dengan suara yang lirih.
" Terima kasih bang, saya ingin telpon istri saya dulu, langkah selanjutnya masih saya pikirkan. "ucap Grey dengan wajah lesu
" Kita siap bantu tuan muda. " ujar Johan juga
" Beneran kalian akan bantu saya? " tanya Grey dengan memicingkan matanya
" Demi Allah, kita masih punya rasa kasih tuan.Apalagi kita tau istri yang sedang hamil itu perlu suaminya." ujar Bahar.
" Baik bang ,saya berusaha percaya sama kalian, dan besok abang nggak perlu di ruangan saya kalian pulang saja." ujar Grey
" Baik tuan muda kita berusaha kembali saat tuan muda kembali ke mansion,dan ini tuan muda ponselnya segera telpon istrinya,biar nggak khawatir. " ucap Bahar menyerahkan ponsel Grey.
" Saya pinjam punya salah satu dari abang, abang ketik nomornya nanti bilang saja keluarga kalian yang telpon." ujar Grey
Dengan Cepat Johan mengetik,angka yang di berikan Grey dengan sebuah kode. Karena di sekitar mereka pasti ada mata-mata dari Simone.
" Hallo....
__ADS_1
Bersambung