
" Mas, apa kamu yakin mau ngadain baksos di sini.. pasti semua itu butuh dana kan? kamu punya uang banyak emang? tanya Nisa saat mereka sudah ada di dalam kamar.
" Kenapa, sini...!! Grey menepuk tempat tidur di sampingnya.
Nisa beranjak dari kursi rias dan mendudukan bokong nya di samping Grey yang sedang sibuk mengutak atik ponselnya.
" Kamu percaya sama mas nggak? tanya Grey dengan senyuman manis
" Aduh.. mas, bisa nggak sih.. jangan senyum begitu.. hati Nisa langsung meleleh.. " goda Nisa pada suaminya
" Heii.. mas serius lho, kamu percaya apa yang mas lakukan demi karier dan demi kemanusiaan juga keluarga kita.." terang Grey dengan membelai pipi Nisa
" Iya.. aku percaya sama mas, cuma aku takut mas terlalu memaksakan.. karena maaf.. mas belum ngantor lagi kan? kata Nisa dengan wajah sedihnya
" Sekarang mas tanya, apa perlu mendapatkan penghasilan cuma pergi kekantor.. alhamdulillah sampai sekarang mas masih produktif.. coba kamu cek akun banking kamu, bertambah nggak? kata Grey buat Nisa memicingkan matanya.
"Wah.. mas Aleek kesambet apa coba "batin Nisa
" Akun banking aku mas? aku belum cek sih, coba... " Akhirnya Nisa karena penasaran mepihat akun banking nya dan seketika matanya membulat sempurna, mulutnya menganga tak percaya.
" Astaga, gw nggak percaya tabungan gw ratusan juta.. tapi, dari mana laki gw dapet duit banyak macem gini? ngepet?? tapi, nggak mungkin.. " batin Nisa setelah melihat isi rekeninganya yang sudah bertambah banyak
" Gimana, masih kurang?mas transferin lagi? tanya Grey dengan membelai pipi Nisa membuat Nisa menutup mulutnya seketika dan mengedip ngadipkan matanya dan mengucek matanya seakan tak percaya apa yang dia lihat.
" Ya ampun istriku, dapet transferan gitu aja sampe nggak bisa ngomong, karena saking kagetnya.. gimana kalau aku cerita siapa aku sebenarnya? jangan sampe dia kejang-kejang aja.. " batin Grey
" Hahh.. mas, ini aku nggak salah liat.. aku jadi jutawan dong.. ada transferan dari mas.. 100juta.. nggak salah, ini uang apa mas..jangan macem-macem kamu mas.. terus terang mas duit dari mana? tanya Nisa penasaran
" Sayangg.. aku kerja lah, tolong ambil laptop aku di nakas sampin kamu. " ucap Grey
__ADS_1
Dengan cepat Nisa mengambil laptop milik Grey dan d ok serahkan pada nya.
Grey membuka Laptopnya dan mengutak atiknya dan disodorkan ke Nisa.
" Mas dapet sumber penghasilan tambahan dari sini, kamu bisa lihat.. pendapatan mas.. " ungkap Grey..
" Mas main saham... ini, jumlah yang mas dapat... ohhh... pantesan mas transferin aku segede itu, trus aku kasih ibu berapa mas? tanya Nisa dengan wajah yang bingung
Grey membuka laci nakas disampingnya dan membuka dompet doraemonnya, dan mengeluarkan amplop tebal warna coklat.
" Ini buat ibu, buat masak... kalau bapak sudah aku tranfer ke rekening bank milik bapak, kalau ibu kurang nanti minta kekamu dulu kalau aku nggak ada di rumah, nanti kamu kasih tau langsung ke mas yah.. " jelas Grey dengan santai
" Wah... mas ini duit masak buat ibu, aissttt.. banyak banget ini ada 10jt... wah bisa makan pake daging mulu yaahhh.., maaf yaa.. dari kemarin mas makannya ayam, sayur.. itu itu aja.. pokoknya mas mau makan apa aku masakin, makasih mas buat semuanya.. aku lupa kalau suami Nisa dulu pengusaha besar, pasti paham dengan bisnis.. maafin Nisa yah mas.. " ungkap Nisa dengan wajah sedihnya
" Jangan pasang muka begitu, jadi gemes mas nih... kamu jangan goda mas sayang... kalau udah Khilaf mas nggak akan kasih ampun kamu" ujar Grey yang melihat tingkah sang istri yang sudah mulai berani menggodanya.
Grey yang mendapat tantangan dari sang istri langsung membungkam bibir manis Nisa dan lidah nya mulai menelasak masuk ke dalam m*lut Nisa ******* habis bibir manis milik istrinya dan entah dari kapan mereka sudah sama-sama polos dan malam itu terjadi lah malam panjang bagi mereka untuk kesekian kalinya.
Bersama menyelami indahnya lautan cinta, keduanya sangat menikmati kegiatan panas membara itu, dua duanya saling menerima dan memberi, saling menciptakan sensasi berbeda.. wajah bahagia jelas terpancar di wajah keduanya, Nisa sudah tak lagi malu-malu seperti di awal, kini dengan arahan Grey dia berusaha menjadi istri yang terlihat ganas saat di ran*ang ,des*han demi desa. han keluar dari keduanya menambah semangat keduanya saling melengkapi.
"Aaaaahhh.... " Lenguhan panjang terdengar dari keduanya untuk kesekian kali, keduanya seperti tak ada kata lelah untuk melewati malam itu.
Tubuh Grey ambruk disamping Nisa setelah selesai menanam benih kecebong lucknat kelas premium dalam rahim Nisa.
Grey merengkuh tubuh Nisa yang dia tutupi dengan selimut tebal dan membawanya dalam pelukannya dan menciumi wajah Nisa dan mengusap perut rata Nisa.
" Insyaallah secepatnya akan ada yang hadir di dalam sini? apa kamu siap? tanya Grey dengan mengecup hidung mancung Nisa
" Hemm.. sangat siap mas, kapan pun Allah kasih pada kita aku akan siap, apapun yang terjadi selama kamu ada bersamaku, aku pasti akan selalu berusaha sebaik mungkin jadi istrimu dan menjadi Ibu dari anak-anak kita" ucap Nisa mengecup bibir Grey singkat.
__ADS_1
" Udah mulai berani yaa..hemm?? ucap Grey dengan menoel hidung Nisa
" Tapi suka kan? goda Nisa pada suaminya
" Sangat suka, apalagi kalau kamu sudah berubah jadi singa betina yang li ar di atas ku... hehehe" ledek Grey dengan tertawa bahagia
" Masss....!!! ihhh... malu tau..?!! ucap Nisa manja
" Kenapa harus malu, kan cuma mas yang tau.. seberapa li ar nya istri cantikku ini hemm, udah jangan ngambek kita tidur besok bangun.. subuh trus mas Jam tujuh harus ke kecamatanya juga kabupaten, sama bapak juga Marvin " ucap Grey dan memeluk erat tubuh Nisa dan mereka tidur terlelap bersama.
.
.
.
Setelah sholat subuh, Grey melanjutkan tidur nya sebentar kalau Nisa jangan ditanya dia sudah sibuk di dapur dengan ibunya memasak sarapan dan juga memberi makan kambing juga ayam dan memetik beberapa sayuran di belakang rumah nya untuk di buat lauk.
" Pak.. bu, kalau Nisa renovasi rumah ini nggak papa? tanya Nisa pada kedua orang tuanya.
"Kenapa nggak rumah mu aja ndok, di tingkat kayak punya si Sinta itu.. biar nanti agak terlihat luas " ucap sang ibu
"Itu emang iya aku mau tambahin, sama rumah bapak juga biar lebih luas, rumah inti nggak aku robah hanya renovasi dikit, kalau Joglo gini kan udah jarang bu.. " jelas Nisa pada kedua orang tuanya.
" Kalau bapak terserah kamu, lagian nanti bakalan banyak cucu kita bu.. masak rumah Nisa kan kecil walaupun nempel sama kita tetep aja ada dua pintu depan, walaupun seringan semua mertamunya ke tempat kita. " ucap pak Karsa.
Memang bangunan rumah yang di tempati Nisa dan Grey berdampingan dengan rumah orang tuanya, di rumah Nisa seperti layaknya rumah kontrakan di jakarta.
B E R S A M B U N G
__ADS_1