Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
#Gara-gara Mangga Muda


__ADS_3

Malam dimana Jannah dilamar oleh orang yang sudah lama menaruh hati pada Jannah.


" Selamat ya Je.. " ucap Nisa memeluk sahabatnya.


" Makasih ya.. Cha, kmu sahabat aku satu-satu nya yang paling paling terbaik.. " puji Jannah


" Biasa aja kalee.. kamu juga selama ini sudah selalu dukung aku juga Mas Aleek, makasih yaaa..?!"ucap Nisa dan mereka saling berpelukan.


" Nisa, kamu pulang bareng ibu sama bapak apa gimana? tanya Bu Marsih melihat Nisa yang masih duduk manis bersama Jannah.


" Aku nginep deh, bu.. mas Aleek juga nggak pulang hari ini.. ada perlu katanya sampe besok buat seminar" ucap Nisa


" Ya udah, ibu sama bapak pulang yaa? pamit Bu Marsih pada Nisa juga Jannah.


Setelah kepulangan kedua orang tuanya, Nisa membatu membereskan piring piring bekas makan di dalam dan luar ruangan rumah Jannah.


" Sini Cha...aku yang bawa, ini berat.. " tawar seseorang yang tak jauh dari nisa


" Kamu..nih, kamu bawa.. aku beresin yang lain " ucap Nisa dengan menyerahkan baskom yang penuh dengan piring kotor.


Setelah selesai membersihkan tempat yang tadinya buat acara lamaran, Nisa melangkah masuk kedala rumah dan sialnya dia harus berpapasan lagi dengan orang yang selama ini dia hindari yaitu Bagas.


" Aku tau kamu pasti sangat benci sama aku Cha, tapi.. apakah tak bisa kamu memaafkan aku dan kita bisa berteman " ucap Bagas dengan mencegat Nisa dengan tangannya


" Bisa singkirin tangan kamu, dan kamu inget kata-kata ku, pria dan wanita nggak ada yang namanya temenan atau bahkan bersahabat, pasti diantaranya akan ada yang terluka. " ucap Nisa membuat dirinya diam tanpa bisa membaikkan kata-kata Nisa.


Sudah ada buktinya, hubungan mereka kandas juga salah satunya dengan orang ke tiga yang mengatas namakan persahabatan.


Nisa berlalu dari hadapan Bagas dan masuk. kekamar Jannah.


.


.


.

__ADS_1


Pagi harinya dia berangkat ke salon,mengecek perlengkapan salon yang kurang , dan mengecek keadaan Salon.


"Ohh.. ternyata nyonya besar kalian ada disini, kebetulan.. kemarin gw potong rambut disini dan kamu tau karyawan kamu nggak profesional.. mumpung ada kamu ,gw minta ganti rugi" ucap Sinta dengan nada ketus


" Berapa uang yang kamu keluarkan untuk perawatan, potong rambut kamu kemarin? tanya Nisa dengan dingin


" 200rb.. dan kamu harus mengganyi kerugian ku 5x lipat "ucap Sinta tak tahu malu


" Wow.. apa ini, putri kepala desa yang dia bilang dulu aku tak ada apa-apanya,sekarang lihat.. hanya karena uang 200rb kamu meminta lebih, jangan bilang kamu mau jadi kayak calon mertua kamu, seorang rentenir? " ucap Nisa dengan gaya mengejek


" Kurang a*ar kamu Nis, mau gw robek mulut lancang mu itu..!! ancam Sinta dengan nada suara meninggi


" Heiii... slow, jangan teriak-teriak kamu cukup tulis nomer rekening kamu, dengan senang hati seorang Nisa Ardina memberikan uang sumbangan untuk seorang Sinta yang katanya anak orang kaya" ejek Nisa dengan senyum miringnya.


" Kamu keterlaluan, kamu sekarang sudah sombong.. bagaimana kalau kamu kehilangan suami bule kamu dan berpaling ke pada ku, pasti kamu akan gil* yah... hahaha" ucap Sinta tak mau kalah


" Bisa ngaca nggak sih kamu... Sin tolong kamu denger kata-kata ku, suami ku Bule.. dia hidup di luar negeri bertahun-tahun dan kamu tahu, dia betgaul dengan gadis bule yang lebih cantik dari kita, dan kamu tahu artinya.. kamu tak ada apa-apanya sama para pelakor yang si luar negri sana, kalau aku jangan di tanya dia yang menikahi aku bukan aku yang menggodanya,dan mendingan kamu urus calon suami kamu.. coba deh ajak dia nikah, mau nggak dia nikahin kamu dalam waktu dekat ini.. atau jangan-jangan dia sudah punya perempuan lain di luar sana " tutur Nisa dengan panjang lebar dan memprovokasi Sinta tentang Bagas.


" Jangan sok tau kamu, Bagas itu hanya milikku.. ohhhh... atau kamu mau balas aku, supaya aku sama Bagas pisah? kamu itu keterlaluan Nisa!! bentak Sinta.


" Udah deh Sin, jangan banyak drama.. hidup lah dengan baik, dan jangan pernah mengusik aku dan suamiku, kalau kamu nggak ngerti tentang kehidupan ku, dan kamu harus ingat.. suamiku bukan Bagas yang mudah betpaling cuma gara-gara liat tubuh kamu yang sudah polos.. " ucap Nisa dengan yakin.


Sementara Sinta yang mendengar notifikasi M bankingnya Sinta sangat terkejut dengan melihat nominal yang Nisa kirim 5jt kerekening Sinta,dia tak menyangka jika temannya dulu begitu mudahnya mengeluarkan uang sebanyak itu tanpa betpikir panjang.


Sementara Nisa sampe di Klinik Grey dan menemui sang sahabat Jannah.


" Assalamualaikum Jannah, calon pengantin..!! goda Nisa dengan senyum manisnya


" Wa'alaikumsalam calon mommy... " jawab Jannah dengan wajah penuh kepuasan.


" Mommy... apaan tuh, ehhh... mas Aleek dah balik ke klinik belom? tanya Nisa pada Jannah.


" Belom bentar lagi..." ucap Jannah.


Nisa mondar mandir di depan meja kerja Jannah membuat dia pusing melihatnya.

__ADS_1


" Hehh.. bisa nggak sih kamu duduk yang anteng, sebenernya kamu kenapa sih..? masih soal Angkasa Corp? tanya Jannah dan dengan cepat Nisa membungkam bibir Jannah


" Jangan keras-keras ngomongnya...nggak ada yang tau soal siapa Grey sebenarnya " ucap Nisa dengan lirih.


" Jannah kamu mau nggak mangga? tanya Wati mendekati kedua sahabat itu saling berpelukan


" Mangga muda ada nggak Ti? tanya Nisa dengan melihat isi kresek yang dia bawa


" Mangga muda, ada sihh.. tapi,belum aku petik kenapa? kamu mau ? tanya Wati pada Nisa


" Kamu ngidam Cha? seloroh Jannah membuat Wati heboh


" Hahh... kamu hamil Nis, beneran... berarti kamu hamil anak bule dong, hamil anak Mr Grey.. " ucap Wati dengan suara yang heboh


" Hehh siapa..


" Siapa yang hamil? tanya seseorang di belakang Nisa


Dan dengan spontan mereka menoleh pada sumber suara dan ternyata Grey dan juga Jonathan yang baru datang dari seminar.


" Ini lho Mr Grey.. Nisa, katanya mau mangga muda, dia hamil Mr Grey" ucap Wati semangat.


" Beneran sayang kamu... kamu.. hamil.. ? tanya Grey menatap sendu sang istri.


" Bu.. bukan mas, aku cuma pengen mangga aja.. bukan berarti hamil... " elak Nisa pusing dengan semua pertanyaan yang membuat dirinya tak harus bilang apa.


" Ya sudah.. kita ke ruangan mas, kita bisa buktikan di sana "ucap Grey menarik tangan Nisa ke arah ruang prakteknya.


Nisa melihat tingkah suaminya dan para sahabatnya membuat dirinya begitu pasrah, padahal dia ingin membahas tentang Angkasa Corp.


Bersambung


Dukung cerita ini yaaa.


like

__ADS_1


Vote


Coment juga


__ADS_2