
" Santai Nisaaa... !! seru Jannah saat mengikuti langkah Nisa untuk pulang ke rumah.
" Gimana bisa tenang, inget kan.. si uler keket itu dulu waktu SMA gimana? makanya aku mau tanya mas Aleek udah ada orang yang magang di sana atas nama Wati tidak.. " ucap Nisa menggebu.
" Hehhh... ihhh... tunggu Nisaa...!! Jannah dengan cepat menarik lengan Nisa sampai langkah Nisa terhenti.
" Apaan sih Nurul Jannahhhh... Oeyyyy...!!! pekik Nisa jengkel
" Sabarrrr... tarik nafas yang dalam hembuskan, Nisa Ardina Oeyyyy...., kamu lupa suami kamu hari ini nggak dirumah, dia kan pergi sama Marvin sama Dokter Jo juga, udah tenang aja.. besok sahabat mu ini kan ke klinik suami mu.. besok Nila off makanya aku disana, besok aku cari Info.. kamu tenang aja " ucap Jannah mencoba menenangkan Nisa.
" Aku takut aja kalau Wati bener-bener ajuin magang di sana" ucap Nisa malas
" Kan ada aku disana, kamu tenang aja.. aku bakal jadi CCTV buat kamu oke...?? udah jangan banyak pikiran gitu" ucap Jannah dengan beriringan mereka melangkah ke arah kediaman Nisa.
.
.
.
Keesokan hari nya Nisa kebetulan ingin ke tokonya dan tak sengaja bertemu dengan Wati.
" Nisa... tunggu..!! teriak Wati pada Nisa yang ada di atas motor metik nya
" Aduhh.. biang kerok lagi.. "batin Nisa
" Ehh..Nisa,apa kabar? udah lama nggak ketemu, katanya kamu ditikung sama Sinta ya..? trus kamu..
" Ehhh... Wati, kabar aku baik.. kamu apa kabar, makin cantik aja.. hehehe " ucap Nisa memotong omongan Wati yang terkenal akan dirinya yang suka di puji setinggi langit.
" Kabar aku baik Nisa, kamu juga tambah berisi Nis... lagi hamil yaa? aku dengar kamu nikah sama Dokter yang kerja di klinik deket pasar yaa..? wah, Nisa ternyata kamu gercep yaa..? ucap Wati menatap Nisa dengan senyum khas nya
"Kalau nggak gercep nanti di tikung lagi Wati..., jadi aku tancep gas biar nggak ketikung lagi, awas aja lo yaa.. kalau liat suamiku sampai mau goda in dia tak pites kamu..!! ancam Nisa dengan wajah yang sudah menahan gemas dengan sosok Wati.
Wati memang orangnya to the point, dulu sewaktu sekolah Nisa selalu di kalahkan jika harus bersaing mendapatkan gebetan, walaupun Nisa Cantik namun pembawaan Wati yang centil dan juga action (Aktif) tentu saja para gebetan Nisa berpaling, di banding Nisa yang pasif dan lugu.
Namun saat Nisa pacaran dengan Bagas Wati tak berani mengusik nya karena bagi Wati malas berurusan dengan rentenir seperti Bu Broto.
" Ehh... iya.. aku mau magang di Klinik tempat suami kamu kerja, aku penasaran sama tampang suami kamu..emmmmm...
" Watiiii.... jangan sampe aku teriaki kamu pelakor yaa?? !! ancam Nisa dengan geram
" Hahaha... sekarang kamu berubah jadi wanita menyeramkan Nisa... hahaha.., udahlah bye.. Nisaaaaa!!! Wati dengan cepat menancap gas motornya.
" Watiiiii...!!! awas lo...!! teriak Nisa dengan berkacak pinggang.
.
.
__ADS_1
.
Nisa kini di ruang tamu, bolak balik dia melihat arah halaman depan rumahnya.
" Nisa kamu kenapa sih dari tadi mondar mandir.. nggak karuan?? tegur bu Marsih melihat tingkah putrinya yang mondar mandir seperti setrikaan.
" Aku lagi nunggu mas Aleek bu.. kok belum sampai sih..tadi katanya lagi dijalan tapi, kenapa nggak sampe-sampe " gerutu Nisa sambil mendudukan bokongnya di sofa ruang tamu.
Tak lama terdengar suara mobil masuk ke dalam halaman rumah Pak Karsa.
Grey dengan cepat melangkah meninggalkan mobilnya yang masih ada Marvin di dalamnya.
" Woiii... biasa aja kalee..!! tegur Marvin yang mendapati sang sahabat yang terburu-buru mau masuk rumah.
.
.
" Assalamualaikum Yang di Kasihi?!! " teriak Grey seraya masuk ke dalam rumah..
" Wa'alaikumsalam Yang Di Cintai...!! balas Nisa dengan cepat meraih tangan suaminya dan mencium nya " I miss u... I miss U.. I.. Miss U. !!"berulang kali Nisa mencium tangan sang suami dengan membolak balikkan tangan suaminya
" Hei.. hei.. heii... kenapa nih, memang serindu itu sama suami? goda Grey dengan mengecup kepala sang istri.
" Astaga nih duo bucin, kelakuannya... nggak liat apa gw jomblo.. lah tuh liat orang tua kalian anggap apa, mereka heran dengan tingkah dua bucin macam kalian..!! protes Marvin pada sepasang suami istri itu.
" Ihhh... sirik tanda taka mampu... Kak Marvin..!!! Nikah makannya...!! ejek Nisa dengan wajah terlihat menyebalkan .
" Bapak ikut buu.. dari pada disini, liat Marvin guling-guling karena ulah pasangan bucin mending sama ibu bisa icap-icip.. " ucao Pak Karsa seraya mengikuti sang istri ke arah belakang.
" Hadeuuuhhh... nggak anak, mantu, mertua semuanya pada nggak ada akhlak..!! umpat Marvin dengan wajah penuh kekesalan.
.
.
.
Setelah merasa puas meledek Marvin Nisa dan Grey melangkah kekamar mereka, dan sekarang mereka sedang berada di kamar.
" Mas.. di klinik ada suster magang nggak? maksud Nisa pengajuan,rencana magang gitu mas..? " tanya Nisa dengan sedikit takut.
Grey mendengar pertanyaan Nisa,menyipitkan matanya dan menilik wajah sang istri.
" Kenapa memang nya ,tumben kamu tanya..?
ucap Grey dengan masih memainkan ponselnya.
" Mas tolak yaa.... please... demi aku mas, kalau mas terima aku bakal marah..!! ancam Nisa dengan mencebikkan bibirnya
__ADS_1
" Loh.. kenapa kamu yang atur mas, kan itu klinik mas... sedangkan kalau di Salon kamu ada penerimaan karyawan baru juga bukan urusan mas, trus mas nggak berhak untuk menolak, kenapa sekarang kamu mau ngatur mas, kalau suster itu layak kenapa harus di tolak, apa alasannya? kata Grey dengan menyunggingkan senyum disudut bibirnya.
" Kamu cemburu? pasti kamu tau kan siapa yang akan magang di klinik nanti? ucapan Grey sontak membuat Nisa tercekat
Grey yang melihat tingkah sang istri tersenyum samar.
"Pokoknya kamu nggak boleh terima Wati jadi suster magang di klinik kamu titik.. " ucap Nisa dengan jengkel.
" Ahhh... kamu nggak bisa begitu sayang, karena kamu sudah telat ngomongnya karena proposalnya sudah di tanda tangani" ucap Grey dengan santai
" Apa...!!! ihhh... kenapa di acc sih..?? pokoknya aku marah sama mas.. titik" ucap Nisa dengan selimut yang sudah menutupi selurih tubuhnya.
" Sayangggg....katanya kangen, baru mau ngajakin bunuh setan malem ini.. " goda Grey dengan berusaha membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya
" Bunuh aja setang sama Wati jangan sama Nisa..!! ucap Nisa membuka sedikit selimutnya
Melihat tingkah sang istri membuat Grey merasa gemas melihatnya.
" Ya udah.. kalau kamu nggak mau diajakin binuh setan paling lama-lama mas mau bunuh setan sama...
" Stop..!! jangan macem-macem...kalau nggak mau aku potong kecil-kecil jagung afrikamu...!! ancam Nisa membuat Grey menggidik ngeri
.
.
.
Pagi hari Nisa duduk di teras rumah termenung dengan semua perkataan nya semalam, apalagi mendengar jika proposal Wati sudah di Acc.
" Bu... Aleek berangkat ke Klinik dulu yaa? Pamit Aleek melihat sang ibu mertua yang sedang menyapu " Dimana jantung hati Aleek buu, kok nggak kelihatan? ucap Grey dengan mengancingkan kemejanya.
" Tuh... kayak ayam sakit, dari tadi ngelamun aja " tunjuk bu Marsih menunjuk sang putri.
" Wahhh... bidadari surga Greyvin Maleek ternyata disini, kenapa? sakit gigi? atau jangan-jangan lagi PMS? goda Grey pada Nisa.
" Nggak lucu... udah sana,mas nggak sayang kan sama Nisa, sampe Nisa minta jangan terima proposal Wati tetep aja mas acc.. " ucao Nisa dengan mata yang sudah berkaca-kaca
" Heiii..sayanggg.. bukan gitu maksud mas.. itu...
" Udah lah, sini mana tangan mas... Nisa mau tidur lagi.. mas pergi saja sana, Assalamualaikum ..bye..!! Nisa meraih tangan sang suami dan mencium nya setelah selesai mengucap salam Nisa melangkah masuk ke dalam kamarnya kembali.
" Wa'alaikumsalam" jawab Grey dengan senyuman
" Astaga Nisa, segitu nya sama kamu.. udah sana berangkat nggak usah khawatir tentang Nisa biar ibu yang coba bicara. " ucap sang ibu mertua.
" Terima kasih banyak buu.. Aleek berangkat yaa..? Assalamualaikum " Pamit Grey dengan sng ibu mertuanya.
" Wa'alaikumsalam" jawab Bu Marsih.
__ADS_1
Grey dengan sedikit malas melangkah menuju kliniknya, walaupun dalam hatinya ada rasa bersalah pada Nisa tapi,dia tak bisa seenaknya.
Bersambung