
Pagi menjelang, langit cerah nampak Nisa dan juga Jannagmh sedang menyantap makanannya.
" Nisa.. besok aku mau pulang kampung trus persediaan bahan makanan juga udah abis.. nanti jam sebelasan kita ke supermaket deh,kalau besok kamu ke Supermaket sendiri kasihan juga.. "
" Iyaa... siap boss. !!
" Ehhh.. Nis, tau nggak kalau deket kpung kita ada pabrik baru di bangun disana trus banyak juga dari kampung kita kerja disana, kalau lah nih.. aku mau pindah kerja di pabrik di kampung gimana?
" Yahhh... itu sih terserah kamu, mana yang nyaman buat kamu Je... "
" Trus kamu tinggal sama siapa disini?
" Kalau kamu mau pindah ke kampung, aku akan cari kost an baru yang lebih kecil dan ramai penghuni"
" Seriusan?
" Ehemmm...
" Ya udah nanti aku pertimbangin lagi deh,liat pabrik itu.
Setelah selesai makan mereka bebenah rumah mereka karena weekend mereka gunakan hari ini jadi hari bersih-bersih.
.
.
.
Sementara itu di apartement Grey, dia masih tergulung selimut tebalnya. Sehingga dia tak menyadari kehadiran sang mama di sana.
" Pasti dia masih tidur..kamu duduk dulu ya.. Nggi..?
" Iya tante... "
Mama Catrine sengaja ke apartement Grey dengan Anggita karena kakek Hermawan mendesak mama Catrine untuk menjadikan Anggita dari cucu sahabatnya menikah dengan cucu kesayangan nya.
" Wah.. apartemennya mewah juga, aku nggak akan melepasmu Greyvin Maleek Hermawan ..kamu adalah tambang emas buat aku "
Anggita mengedarkan pandangannya sekeliling semua ruangan yang ada di apartemen itu.
Tak lama terdengar suara pintu terbuka lebar saat itu terlihat Grey yang bertelanjang dada, keluar dari kamarnya. Anggita sangat terpesona melihat penampilan Grey yang terlihat sangat menggoda baginya.
" Pagi Grey...!!
Betapa terkejutnya Grey melihat Anggita ada di dalam apartemen miliknya..
" Kau...!!
Grey segera kembali ke kamarnya, melihat sang mama sedang merapihkan kamarnya.
" Leek, kenapa?
" Kenapa mama bawa wanita itu kemari? wanita sok polos,menyedihkan !!
" Aleek, jangan ngomong gitu.., kerena dia...
" Aku nggak mau tunangan. atau bahkan menikah dengan wanita macam dia ma..
Aku mohon, mama percaya sama aku, kita nggak butuh harta kakek, dan aku nggak mau juga harta kakek.. kita pergi dari kehidupan keluarga Hermawan.. "
__ADS_1
" Tapi nak...
" Mama.. percaya sama aku, kalau kakek sayang sama aku, kenapa harus maksa aku menikah dengan cucu cucu pengusaha atau orang penting, oke... sekarang dia nggak berpatokan dengan harta tapi, kenapa harus dia yang nggak ada akhlak macam Anggita... "
" Kamu jangan berburuk sangka, tujuan kakek... demi kamu untuk memperkuat posisi kamu di Angkasa Corp.
" Persetan kekuasaan di Angkasa..di dalam Angkasa Corp banyak sekali orang bermuka dua mah, jalanku selalu di jegal oleh mereka.... dan dengan aku punya istri pun aku nggak akan aman disama..
" Papa kamu susah payah mempertahankan Angkasa demi kamu...
" Tapi, papa bukan orang yang egois mah, papa tau apa yang terbaik buat keluarganya, papa sudah cerita semua ke Aleek...
" Jika kamu bertahan hanya demi takut akan kehilangan harta kamu akan hancur Leek,karena itu tidak akan kekal..
Namun mundur demi Cinta dan harga diri itu lebih baik, papa ikhlas jika suatu hari kamu mundur dari Angkasa dan bawa mama mu pergi jauh, dan pastikan tempatkan dia di tempat yang aman,siapapun yang mereka sodorkan pada mu semua itu demi harta.. carilah wanita yang benar-benar mau melihat kamu sukses dengan jalan mu sendiri bukan karena harta... "
" Tapi... gimana nasib kakek?
" Mama jangan khawatir kakek akan baik-baik saja. "
" Kita bicara nanti saja Leek.. kamu mandi dan temani mama Shopping yaa.. sekalian beli barang dapur buat di apartemenmu ini. "
Setelah bicara pada sang mama,Aleek segera membersihkan diri dan bersiap. Tiga puluh menit kemudian Grey sudah rapih dengan dandanan Ala rumahan.
" Grey.. katanya kita mau jalan, kenapa kamu pake pakaian kayak gini?
" Kenapa, emang kamu harap aku pake jas,lagian ini juga keren..."
" Aleek memang begitu, tapi.. nggak akan mengurangi pesonanya..
Mobil Grey melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalanan ibu kota.
Drrttt ..drrtttt ..
📞 My Wife Calling...
" Ya..
" Assalamualaikum mas..
" Wa'alaikumsalam, kenapa?
" Aku mau minta ijin sama kamu
" Kemana?
" Ke Mall sekalian beli barang dapur udah abis..
" Sendiri?
" Nggak sama Jannah..
" Owhh.. nggak papa pergi aja, mas kasih ijin..
Mas juga lagi sama mama.
" Oh gitu ya udah, kamu emang dimana
__ADS_1
" Kepooo...
" Maasssss...
" Hahahaha... iya iya, aku di jalan mau anter mama shopping juga,Astaghfirullah..aku lupa..
" Apa?
" Kamu kirimin nomer rekening kamu ke nomer mas, nanti mas transfer buat belanja yaa..
" Nggak usah mas, aku masih ada uang kok..
" Ini perintah.. tau kan hukumnya...
" Iya iya.. ya udah mas hati-hati aku sebentar lagi sampai..
" Oke.. kamu juga hati-hati... Bye Assalamualaikum
" Wa'alaikum salam.
Grey mengkhiri panggilan dari sang istri, dan di jok belakang dua orang yang sedari tadi mendengar kan melihat cara bicara Grey pada orang yang dia ajak bicara seertinya nadanya halus dan penuh kelembutan.
" Grey... siapa.?
" Pacar halal aku mah..
" Pacar halal..?
" Udahlah mah jangan terlalu dipikirin..dia cuma ngasih kabar kalau dia mau keluar sama sahabatnya "
" Kok kaya sama suami aja deh pake pamit. "
" Udah kebiasaan mah, jadi gitu.. disini kan dia nggak ada orang tuanya dan aku yang bertanggung jawab dia disini.
Mama Catrine hanya ber O ria cuma dalam hatinya, tak percaya akan penuturan san putra sepenuhnya.
.
.
Nisa dan Jannah sudah sampai Mall yang mereka tuju dan masuk ke dalam.
" Je.. kita langsung ke supermaket yah.. "
"Oke.. jadi kita kelar langsung makan di luar aja"
"Yup... "
Akhirnya mereka melangkah ke dalam supermaket, mengambil semua yang ada di daftar belanja mereka.
Sama halnya dengan Nisa Grey yang setia mendampingi sang mama sambil mendorong troley belanja,dengan sabar dia mengikuti sang mama.
" Beginilah Anggi.. kalau mau jadi istri Aleek, harus turun tangan buat belanja.. karena Aleek nggak suka kalau barang itu nggak fresh.. malah pasti kalau nyuruh ART belanja di Pasar tradisional "
" Pasar tante.. trus tante juga pernah kesana?
" Ya pasti, almarhum papa Aleek sama Aleek satu frekuensi, walaupun hidup berkecukupan papa Aleek nggak ingin melulu beli barang di toko mahal, kadang supermaket itu sebagai destinasi terakhir kami, kalau di. pasar nggak ada baru ke supermaket, atau paling hal mendesak seperti sekarang. "
" Ihhhh... kenapa aku harus pergi juga ke pasar.. No... itu bukan tempat aku ...Jorok...
__ADS_1
Mendengar penuturan Mama Catrine mendadak Anggi jadi terasa ragu, apalagi dengan kebiasaan sang calon suami yang sangat bertolak belakang akan kebiasaan orang kaya raya.