
Pagi hari Grey terbangun dan melaksanakan ibadah sholatnya seperti saat di rumah mertuanya.
Setelahnya dia berolah raga sekitar taman belakang mansionnya.
" Pa.. pagi tuan muda.. " sapa pak Kim yang masih setia dengan kakeknya di usianya yang sudah tidak muda
" Pagi pak Kim, bapak sehat? " tanya Grey mendudukkan dirinya di bangku taman rumah beaar itu.
" Yah..begini keadaan nya tuan muda, apa yang pak Kim bantu tuan? " tanya Pak Kim pada sang tuan muda yang dia hormati.
" Nggak ada pak, tolong perintahkan saja sama pelayan lain.. bawakan saya teh madu kesini sama pancake coklat. " ucap Grey menyandarkan tubuhnya di kursi itu
" Baik tuan muda, saya siapkan." ucap Pak Kim dan bergegas pergi meninggalkan Grey sendiri.
" Maaf sayang aku belum bisa hubungi kamu, semoga ada jalan keluarnya nanti untuk kita bertemu kembali. "gumam Grey sesaat memejamkan matanya membayangkan sang istri yang ada di depannya.
" Aleek.. " panggil seseorang menghentikan kegiatan Grey.
" Mama. " ucap Grey saat membuka matanya
" Kamu sudah bangun, kamu akan kembali ke Angkasa Corp,dan menyelamatkan Angakasa dari kebangkrutan." ucap Mama Catrine dengan mendudukkan tubuhnya samping sang putra.
" Kenapa mama melakukan semua ini, apa mama nggak sayang sama aku juga Nisa, apalagi ada cucu mama dalam kandungan istri ku mah. " ucap Grey dengan pandangan yang tak bisa di artikan
" Mama terpaksa,karena mama nggak mau apa yang papa kamu perjuangkan selama ini sia-sia Leek, perusahaan itu kamu yang berhak, dan kakek mengharapkan bantuan kamu, dan perusahaan itu adalah nafas kakek mu. "ucap Mama Catrine dengan pandangan menerawang jauh.
" Apa mama masih ragu dengan Aleek, mama bisa pergi jauh dengan ku.. dan kita mulai dari nol dan nggak ada yang mustahil di dunia ini ma, dan mama jangan berpatokan apa kata kakek, dia licik, serakah, papa sudah lelah dengan sikap dia mah, mama tahu.. aku sangat muak dengan sikapnya itu..!!" ucapnya yang mulai meninggi.
" Mama nggak bisa nak, kakek kamu adalah orang yang paling papa kamu sayangi, dan papa sudah menitipkan kakek pada mama, selagi mereka masih ada di dalam lingkungan keluarga Hermawan." ucap Mama Catrine dengan perasaan yang berkecamuk.
" Hahh... sungguh harta membuat semuanya lupa,siaa keluarga mereka." ucap Grey dengan senyum sinisnya.
Setelah sarapan Grey langsung ke Angkasa Corp, dengan pengawalan ketat.
__ADS_1
Kali ini Grey terpaksa harus mengikuti permainan sang kakek.
Sampai di Angkasa Corp disambut dengan baik oleh para karyawannya, mereka sangat senang Grey bisa kembali ke Angkasa Corp.
" Selamat Datang kembali Mr.Grey." ucap Alex menyambut kembalinya sang boss sekaligus sahabatnya itu.
" Terima Kasih Lex.. " ucap ucap Grey dengan datar.
Alex mengikuti langkah boss nya, dan dua bodyguard pun ikut masuk ke dalam ruangan Grey.
" Boss." tegur Alex saat melihat dua bodyguard ikut masuk dalam ruangan sang boss.
" Mereka yang akan 24 jam ngikutin gw sama lo, kemanapun kita pergi." ucap Grey dengan nada datar.
" Maaf tuan Alex, ponsel anda bisa serahkan dulu ke kami? " ucap salah satu bodyguard itu.
Melihat kode dari Grey akhirnya Alex menyerahkan ponselnya pada bodyguard itu.
Alex yang mendengar penuturan sang bos menuruti keinginannya.
Entah apa yang akan bos nya lakukan, tapi.. Alex belum tau langkah apa yang Grey akan ambil.
.
.
.
Seminggu berlalu kepergian Grey belum ada kabar ,Nisa merasa sedikit khawatir dengan keadaan sang suami.
" Cha, Grey belum hubungi kamu?" tanya Jannah saat mereka sedang berada di rumah Nisa.
" Belum, tiap hari aku coba hubungi nomer mas Aleek tapi, sama sekali nggak aktif." jawab Nisa dengan wajah sedih.
__ADS_1
Drrrrrrtttt Drrrtttt
📞 Private Number....
" Siapa Cha? "tanya Jannah dengan melihat ponsel Nisa yang bergetar.
" Nomer Private,coba aku angkat deh.." ucap Nisa langsung mengangkat ponselnya.
"Assalamu'alaikum.. " Salam dari Nisa saat mengangkat panggilan telepon nya.
" Wa'alaikum salam ."jawab dari seberang
" Siapa ini ?"tanya Nisa
" Saya Hermawan ,kakek nya Grey.. suami kamu." jawab orang yang disebrang sana
"Apa kabar kek, maaf Nisa nggak bisa ikut dengan mas Aleek ka.....
" Saya tidak pernah berniat untuk bertemu dengan kamu, saya hubungi kamu.. karena saya mau bilang sama kamu kalau sebentar lagi Grey akan mengikuti kemauan ku, keluarga kandungnya, dia akan segera menikah dengan anak rekan bisnis kami, yaitu seorang model bernama Maria, jadi siap-siap lah untuk menerima surat perceraian kalian...
tut.. tut... tut... tut...
Sambungan telpon sudah terputus, Nisa hanya diam setelah mendengar penuturan kakek Hemawan, berita tentang suaminya yang akan di jodohkan dengan orang lain, dan segera menceraikannya.
Pikiran Nisa sudah langsung blank,dan pandangannya tiba-tiba kabur, dan dia jatuh tak sadarkan diri.Untung saja saat itu Nisa menerima telp dengan duduk di sofa.
Semuanya langsung panik dan segera manggil Marvin untuk memerikasa keadaan Nisa.
Bersambung.
Saur.. Saurrr...
Othor akan menemani sahur kalian kali ini, semoga puasa hari ini lancar dan dapat pahala.
__ADS_1