Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
#Jagung Afrika


__ADS_3

Grey mencium wajah Nisa bertubi-tubi dengan lembut, Nisa hanya memejamkan matanya.


Nisa tahu jika suatu saat Grey akan meminta haknya, cepat atau lambat Nisa akan menyerahkannya dengan ikhlas.


" Sayang.. aku...


" Lakukan mas, tapi.. sebenarnya aku takut.. " ucap Nisa dengan wajah bersemu merah karena dia malu dan sedikit gugup karena memang selama pacaran dengan Bagaspun belum pernah sentuhan fisik


"Aku janji, akan melakukannya dengan selembut mungkin. " bisik Grey yang sudah mengeratkan pelukannya pada tubuh Nisa.


Nisa pun mengangguk dengan cepat dan tersenyum, walaupun ada sedikit khawatir tentang nanti prosesnya, tapi dia bertekad untuk menyerahkan mahkotanya malam ini.


Grey mulai mencium kening sang istri dan turun ke hidung, dua mata Nisa di kecup dengan lembut, dan lantas dagu Nisa, dan menempelkan bibir nya di bibir Nisa ,memberikan kecupan kecupan singkat dan lantas membenamkannya dalam lidahnya sedah mulai menelasak kedalam, karena Nisa memberikan jalan untuk Grey lakukan, terjadilah perang li dah di sana, saling belit dan tangan Grey pun akhirnya tak tinggal diam, mulai membuka kancing baju tidur yang dipakai Nisa dan lenguhan lenguhan dari keduanya terdengar merdu,setelah melihat Nisa sudah mulai nafasnya sedikit tersengal akhinya Grey melepas belitan ,lum atan dari bibir Nisa.


Huhhh. .Hahhhh..huhh..hahhh


Nafas Nisa yang masih tersengal karena dia sudah kehabisan nafas karena kegiatan perang li dah.


" Sayang, nafas.. " ucap ucap Grey lirih namun tersirat gairah yang sudah menggebu.


"Hemmm" jawab Nisa sekenanya karena dia sudah merasakan kedua squisi nya di olah oleh sang suami.


Grey membuka penghalang, dua bukit yang menggoda imannya, dan merem mas gemas dua bukit itu, lalu men ciu mi nya, meng hi sap nya ber gan ti an, sementara Nisa sangat menikmati permainan Gray yang di bilang sangat lembut itu dan membuat Nisa melayang.


"Aaaahhh.. mas...!! rintih Nisa saat merasakan jika Grey yang sempat iseng menggigit pu ting Nisa karena gemas.


"Sorry sayang, aku gemas.. denngan ini.. emmmmhhh" Grey kembali melahab sumber energi buat buah hatinya kelak, dia sangat suka ber main di sana


Nisa hanya bisa pasrah dan sekali kali meremas rambut Grey karena kelakua Grey yang memacu adrenalinnya.


Grey mulai menuruni jalan di kaki gunung kembar Nisa dan meciu mi sepajang penelusurannya sampai dia di dekat segitiga bermuda berwarna putih milik Nisa dan dengan cepat membukanya.


Pemandangan yang sempurna, padang rumput yang membuat mata berbinar.

__ADS_1


" Mas, jangan diliatin..malu.. " keluh Nisa yang risih dengan pandangan Grey yang terlihat sangat bahagia.


" Jangan di tutup yang, ini indah banget..kamu dirawat dengan baik, aku suka.. "goda Grey dengan mengecup perut Nisa


" Masss... ihhhh... " protes Nisa dengan cepat menutup dengan kedua tangannya


Namun Grey dengan cepat menyingkirkannya.


"Tugs kamu, hanya menikmati.. dan jangan ditahan ya, lepasin aja.. oke? ucap Grey dan diangguki Nisa.


Grey tersenyum melihat anggukan Nisa dan Grey mulai membuka jalan menuju padang rumput nan rimbun dan Nisa pun pasrah.


Grey merenggangkan kaki Nisa dan dia membenamkan wajahnya di pusat inti Nisa.


Nisa yang mendapatkan perlakuan itu menggelinjang karena desiran yang tak pernah dia rasakan sebelumnya


Sementara Grey makin memperdalam penjelajahan di bawah sana,menyusuri lembah memabukkan .


membenamkan Li dah nya masuk dalam dan semakin dalam hingga terdengar desa han desa han ke nik ma tan dari bibir Nisa.


" Mas... aku pengen pi pis " ucap Nisa


"keluarin sayang, nggak papa jangan di tahan.. "ucap Grey dengan nafas memburu


Peluh yang membasahi kedua tubuh itu membuat malam makin panas. Grey kembali membenamkan wajahnya ke inti Nisa dan kedua tangannya merem mas dua bukit kembar Nisa .


Grey tersenyum melihat Nisa melenguh panjang dan tubuhnya menegang, dan benar saja Nisa merasa terbang ke awan wajahnya menggambarkan rasa bahagia.


" Sayang... siap yaa, aku janji akan melakukannya dengan selembut mungkin " ucap Grey sambil mengusap lembut sarang burung nya, agar Nisa releks menerima si Juniornya.


" Hahh.. ak... aku takut mas, it itu emang muat.. kan itu....


Sebelum Nisa lebih banyak omong Grey membungkam bibir manis Nisa dan luma tan luma tan kecil dia layangkan, Nisa mulai membalas sedikit lebih baik dari yang sebelumnya

__ADS_1


Sementara Nisa sibuk dengan apa yang Grey lakukan di bibirnya, di bawah tanpa sadar Grey sudah mulai mengarahkan Jagung afrikanya ke inti Nisa


" Astaga.... sempit banget kamu sayang, jagung gw gede gini, semoga kamu nggak tersiksa sayang... "batin Grey melirik wajah Nisa yang terlihat menahan sesuatu.


Grey dengan tetus mendorong Jagung keramatnya kian lama kian masuk, dan seperti ada dinding tipis yang sudah berhasil Grey rusak, dan dengan cepat dia menancapkan jagungnya lebih dalam sampai terdengar rintihan kesakitan dari Nisa. air mata Nisa mengalir, wajahnya sudah memerah .


" Sa.. kit mas.. " ucap Nisa sambil mencengkram pundak Grey dengan kuat sampai meninggalkan jejak kuku panjangnya dan lumayan banyak meninggalkan bekas cakaran disana.


" I.. iya, aku janji setelah ini nggak akan sakit lagi..karena kalau aku diam saja begini kamu kesakitan ,kamu rileks nikmati alurnya.. oke? bujuk Grey, malam ini dia nggak mau gagal bercocok tanam. Nisa mengangguk dan Grey tersenyum mengecup kening Nisa


Dan dia sudah mulai menggerakkan jagung afrikanya perlahan keluar masuk sarangnya


Nisa terlihat lebih menerima jagung bakar yang sedang mebakar kalorinya sampai keringat membasahi tubuh mereka.


Grey terus mehujam tubuh istrinya yang sangat menggoda dan candu baginya, rasa nikmat yang menjalar dalam tubuh mereka,begitu membuat mereka menggila, mereka tak henti hentinya behenti men cum bu, saling belajar menyelami jiwa satu sama lain menikmati indahnya cinta suci mereka .


" Mas.. Aaahhh...


" se dikit lagi sa.. yang.. aaaaaahhh...aaahhh" Grey menekan kedalam sedalam dalamnya jagung bakar nya menyemburkan laharnya di dalam rahim Nisa dengan senyum menghiasi kedua nya menikamati melayang berdua ke indahnya syurga duniawi.


Grey menjatuhkan tubuhnya di samping Nisa dan merengkuh tubuh istrinya dalam pelukan hangat nya dan menghijami ciuman di wajah sang istri .


" Terima kasih, sudah menjaganya untuk ku ,I Love you" ungkapan hati Grey membuat Nisa tanpa sadar mengeluarkanair matanya.


"Heiii.. kenapa, pasti sakit yaa.. maaf yaa, tapi kata orang sih kalau di ulang lagi nggak akan sakit kok" bisik Grey dengan penuh kelembutan


" Ihhh.. mas, masih sakit.. itu jagung bakar Afrika sangat sesak tau " cerocos Nisa


" Hahahaha... kamu bisa aja namain si Junior, jagung bakar, tapi... enak kan jagung bakar mas.. hemm" goda Grey dengan mengecup kepala sang istri Nisa dengan malu malu menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan, karena bagaimana pun Nisa juga menikmatinya.


" Oke.. kita ulangi sekali lagi yaa...? liat jagung bakar kesukaan kamu siap panen " ucap Grey dengan menunjuk kan junior nya nya yang sudah berdiri menantang


" Tapi...

__ADS_1


Sebelum Nisa banyak protes akhirnya Grey mengajak cocok tanam lagi, mengolah lahan yang selalu akan jadi candunya.


B E R S A M B U N G


__ADS_2