
Sebuah pernyataan yang membuat kakek merasa geram dengan bualan sang cucu.
" Grey...!! Bentak kakek Hermawan dengan mata menatap tajam pada sang cucu yang begitu lantang mengakui gadis yang berstatus sekretaris adalah istrinya.
Mendengar bentakan sang kakek Grey menatap tajam wajah sang kakek tanpa rasa takut
" Kenapa, kakek marah sampai panggilan ku pun berubah, ini kenyataan yang harus kakek terima..bahwa Nisa Ardina istri seorang Greyvin Maleek Hermawan " tukas Grey dengan penuh antusias
Plak...
Sebuah tamparan yang mendarat mulus di pipi Grey, dia tak menyangka jika sang mama yang dia sayangi akan menamparnya begitu keras, sampai terasa pedas di pipi dan sakit di hati.
Grey tersenyum miring mendapatkan perlakuan itu dati sang mama
" Terima kasih mah, atas tamparan ini.. karena menyadarkan Grey dengan status Grey, mulai hari ini Grey dengan mantap mengundurkan diri dari Angkasa Corp.. "bagai tersambar petir mama Catrina mendengar penuturan sang putra dia rela meninggalkan segalanya demi seorang gadis yang bahkan dia tak mengenalnya.
" Aleek kamu jangan main - main dengan apa yang kamu perbuat, dan ini akan berpengaruh dalam karier kamu,kalau kamu keluar dari Angkasa Corp siap-siap kamu tidak akan pernah bisa berkarier di perusahaan lainnya,paling kamu akan menjadi seorang dokter yang gajinya tak seberapa, dan saat itu kmu tahu siapa wanita yang kamu bilang istri itu akan meninggalkan mu.. "
Dengan percaya diri Kakek Hermawan mengatakan bahwa Grey pasti akan menyesal dengan keputusannya yang memilih untuk miskin.
Grey tersenyum lebar karena penuturan sang kakek
" Grey nggak butuh kaya, hidup cukup saja Alhamdulillah.. dan jangan khawatir istri Grey nggak akan selemah itu.. " jawab Grey dengan santai.
Nisa yang sedari tadi diam saja merasa kasihan pada sang suami yang sudah seperti di buang oleh keluarga nya sendiri
" Mas... ,apa kamu yakin?" Kini Nisa dengan sedikit ragu mengutarakan apa yang dia pikirkan.
Grey menoleh pada Nisa yang disampingnya.
" Mas yakin, selama kamu yang ada di sisi saya." Ucap Grey dengan membelai lembut wajah cantik istrinya.
" Kamu pasti akan menyesal Grey, kamu lebih memilih wanita kampung ini dari pada aku" tanpa rasa malu Anggita mengutarakan kekesalannya.
Grey tersenyum miris melihat Anggita
" Kalau aku punya istri kamu, lebih sial malah.." umpat Grey mendapatkan tatapan tajam dari Anggita dan kakek juga mamanya.
" Sudahlah ayo kita pergi, pikirkan kembali keputusanmu " Kakek Hermawan dengan cepat keluar dari ruangan kerja Grey
Sementara di meja sekertaris Tasya yang mendengar kenyataan jika Nisa itu adalah istri dari sang bos langsung menutup mulutnya da duduk dengan lemas, hati pun tak karuan.
__ADS_1
" Nisa istri Mr Grey...!! gumam Tasya lirih.
Di ruang kerja Grey Nisa masih menangis sedih mengingat karena Grey menikah dengannya sang suami harus kehilangan keluarganya " Mas, apa yang kamu lakukan.. kenapa kamu lebih memilihku.. kenapa kamu rela melepaskan semuanya ini..?" Nisa masih terlihat menangis di pelukan Grey.
Grey terkekeh kecil mendengar penuturan sang istri
" Sayang... kamu percaya kan sama aku, kita mulai dari awal dan biarlah aku jadi penjual batik di pasar bantu-bantu mertuaku, trus kita hidup di desa kayaknya lebih menarik.. aku akan beli sawah buat bapak .. biar kamu bisa pulang" Nisa dengan cepat mendongak menatap sang suami.
" Kok gitu? Nisa masih bingung dengan penuturan sang suami.
Grey dengan penuh kelembutan mengusap air mata di mata Nisa " Aku tau istri ku ini, nggak mau pulang kalau dia belum berhasil membeli sawah buat bapak, besok kita beli yaa..? Grey mencubit gemas pipi Nisa
" Auwwwwsss... mas, sakit !!! keluh Nisa yang merasa sakit di pipinya.
" Sudah tenang yaa.. ada aku, sekarang kamu beresin barang-barang kamu, setelah selesai.. kamu bantuin aku kemasin barang-barang aku yang di kantor ini, sekalian buat surat pengunduran diri " Nisa pun mengangguk dengan cepat dia keluar ruangan Grey.
Sementara di luar ruangan Alex dan juga Tasya sedang menunggu perintah Grey..
Nisa keluar ruangan dan ternyata Asisten dan Sekretaris Grey sudah menunggu di depan pintu.
" Nisa... " Panggil Tasya dengan sedikit kikuk
Nisa tahu jika Tasya sudah mendengar semuanya " Tolong kalian bantu Grey buat berkemas, aku bisa kemasi barangku sendiri."
Alex dan juga Tasya masuk kedalam ruangan Grey.
" Grey.. kenapa lo bilang semuanya?" Tanya Alex spontan membuat Grey melirik ke arah Tasya
" Kak Tasya bisa bantu saya dan Nisa buatkan surat pengunduran diri dan email ke email Kakek dan print juga yaa..? " Instruksi Grey pada Tasya
"Baik Mr Grey, ada lagi yang bisa kakak bantu lagi? tanya Tasya dengan tulus
" Nggak kak, terima kasih..biar sisanya Alex yang handle. " jawab Grey.
Setelah melihat Tasya keluar dan tinggal Alex juga Grey di dalam ruang kerjanya.
" Lo tetep stay di sini, dampingi Kakek.. lo tau sendiri bokap lo harus istirahat ,trus hubungi cecunguk itu, kita harus cepat diskusi semuanya dan harus final ." Ucap Grey dengan memasukkan barang pribadinya ke dalam kardus besar.
"Trus lo selanjutnya mau gimana? Alex tidak mau sahahabatnya kesusahan melau uji semuanya sendiri.
" Lo tolong hubungi bi Imah suruh beresin baju-baju gw sama Nisa trus lo bilang ke anak buah kita buat bantuin bi Imah dan langsun angkut barang gw ke rumah gw "
__ADS_1
Perintah Grey langsung saja Alex lakukan.
Clek.
Pintu ruang kerja Grey terbuka terlihat Nisa masuk ke dalam ruang kerja Grey.
" Apa yang bisa Nisa bantu lagi Mas? Nisa menilik bagian ruangan itu dengan menghembuskan nafas kasarnya.
" Jangan dipikirin, mas malah lega sudah terbebas dengan semua drama yang ada di sini.. "
Grey mencoba untuk bersikap tenang dan tetap berusaha memberikan keyakinan pada sang istri semua nya akan baik baik saja.
Setelah selesai dengan segala urusan di Angkasa Corp ,Grey dan Nisa melangkah keluar ruangan bertuliskan Presdir.
" Mr.. Grey maafin kakak selama kita terlibat dalam pekerjaan, sama juga dengan Nisa walaupun baru sebulan lebih takutnya kakak, punya salah sama Nisa kakak minta maaf" Tasya terlihat sangat sedih dengan kepergian mereka berdua karena memang semenjak ada Nisa pekerjaannya cepat selesai dan juga Grey tak pernah bersikap dingin lagi pada Tasya.
" Sama-sama kak Tasya Nisa minta maaf sama kakak kalau ada salah Nisa tolong maafin yaa., trus jaga baik-baik kandungan kakak yaa.. "Kini Nisa memeluk Tasya yang sedang menangis sedih karena kehilangan patner kerja.
" Sudah kak, kita akan ketemu lagi, saya titip kakek yaa.. kami pamit.. " Grey menggandeng tangan Nisa tanpa rasa ragu.
Alex mengikuti mereka dari belakang dengan berbagai macam barang bawaan nya, terdengar bisik bisik karyawan melihat Grey dan sekretaris nya bergandengan tangan.
Dan berita soal Grey yang mengundurkan diri terdengar sampai telinga Simone.
" Ternyata cuma sampe disitu dia bertahan disini.. demi seorang wanita kampung dia rela miskin... Bodoh...!!
Simone menatap tajam kearah dimana Grey dan Nisa yabg sedang berjalan melalui Lobby kantor.
B E R S A M B U N G
Wahhhhh... udah kebongkar nih pernikahan Grey sama Nisa...
Gimana yaaa...kehidupan Grey setelah melepaskan segala atribut seorang keluarga Hermawan??
Wah... akan ada Presdir yang kembali lagi dengan profesi lamanya menjadi dokter ganteng...
Ikutu cerita mereka yaaa... jangan lupa yang belum Like tolongin like yaaa...
Juga jangan lupa kasih hadiah walau sekedar kopi buat Othor biar kuat begadang ngerjain tulisan...
Yang belum Vote juga bisa Vote yaaabiar othor lebih semangat trus bisa kadih kalian Give away nantinya....
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏