Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
# Pulang ke Rumah


__ADS_3

Wahhh... double up nih hari ini, jadi nggak ada yang keberatan buat selalu like tiap episodenya, dan koment kalian juga pasti puspa tunggu., tapi... dengan catatan harus yang membangun, jangan nyinyir..


Trus jangan lupa juga vote kalau yabg belum Vote, trus juga jangan lupa kasih sajen buat puspa biar semangat nulis..


🔛🔛🔛🔛🔛🔛🔛🔛🔛🔛🔛🔛🔛🔛🔛🔛


Keesokan harinya bu Marsih sudah di perbolehkan pulang ke rumah, dan Nisa membereskan semuanya,jangan di tanya bagaimana perasaan bu Marsih pasti sangat senang sekarang dia sudah boleh pulang dan plus bawa mantu bulenya.


Mereka menuju lobby Rumah Sakit dan tak. lama sebuah mobil berhenti di hadapan mereka dengan begitu apik.



Sebuah mobil mewah yang berwarna Grey mobil berjenis Range Rover keluaran terbaru, berhenti didepan Grey dan seseorang keluar dari dalam mobil dan memberikan kunci pada Grey dan langsung pergi setelah Grey memberikan beberapa lembar uang yang berwarna merah bergambar Soekarno Hatta.


" Mas.. ini...


" Sudah ayo masuk, nanti keburu ada orang mau lewat, ibu sama bapak di belakang, sayang kamu di depan sama aku atau kamu sama ibu? tanya Grey sambil membuka pintu belakang.


" Aku sama ibu di belakang mas sama bapak di depan " ucap Nisa dengan wajah yang masih banyak pertanyaan di benak nya.


Setelah menaruh perlengkapan yang mereka bawa di dalam bagasi Grey dengan cepat masuk ke pintu bagian kemudi dan menjalankan mobil itu.


" Pak.. bisa tunjukin jalan kita ke rumah yaa? ujar Grey pada mertuanya


" Iyo le.. maaf kamu belum sempet ke rumah yaa..? ucap pak Karsa pada menantunya.


Grey melajukan mobilnya dengan arahan bapak mertuanya.


" Seneng ibu, bisa pulang dianter anak mantu..alhamdulillah punya mantu bule tajir mlintir.. "celoteh bu Marsih dengan semangat


" Ibu.. jangan kayak gitu, mas Aleek nanti juga bakalan balikin mobil ini kan mas,sayan mas duitnya buat yang lain kan? cerocos Nisa pada sang suami.


" Sayangggg... aku emang udah di buang sama kakek, tapi.. kamu pikir suami kamu nggak pernah nabung buat masa depan? sudahlah nikmati apa yang suami kamu kasih, dan doakan semua usaha suami kamu lebuh lancar lagi " ungkap Grey tanpa malu memanggil sang istri dengan panggilan sayang.


" Iya ndok.. wes toh sebagai istri kamu harus jaga makan minum suami trus, doakan suami kamu supaya usahanya lancar dan sukses selalu " timpal pak Karsa pada sang putri.

__ADS_1


" Hemmm... wes lah, sekarang anak bapak sama ibu itu bukan Nisa tapi si bule yang suka ke GR an.. " sindir Nisa pada Grey.


" Hahaha.. sayanggg, kamu tau kan pesona suami kamu ini, banyak yang antri jadi istriku.. " ucap Grey dengan terkekeh melihat tingkah gemas sang istri.


" Halahhhh... banyak yang mau tapi, kenapa kamu rejact.. sampe 50orang yang kamu tolak" ledek Nisa mengingat buku rejact milik Grey.


" Hahhh... 50 orang yang bener le, trus kamu kenapa pilih Nisa yang anak kampung terus nggak cantik-cantik amat mukanya, kamu khilaf to le? goda bu Marsih menggoda anak dan menantunya


" Hahaha.. ibu bisa aja, karena cuma Nisa yang mau sama saya dengan status saya yang miskin bu... " jawab Grey dengan santai


" Yahhh.. miskin dalam hidup karena materi nggak masalah yang penting masih tetap mau usaha.. di imbangi dengan ibadah sholat, puasa, zakat, sedekah juga sangat perlu le.. " ujar pak Karsa pada menantunya


" Insyaallah Aleek selalu lakukan pak, dari dulu waktu papa masih ada Aleek sama papa sudah rutin ,dan Insyaallah nanti saat Aleek tinggal disini juga akan selalu melaksanakan untuk warga sekitar, juga akan memberikan beberapa keahlian Aleek untuk kemajuan desa juga, tapi.. bapak harus bantu Aleek. " ungkap Grey dengan nada penuh harap.


" Bapak mah.. oke oke aja le...siap pokoknya" jawab pak Karsa.


Kedua perempuan yang duduk di belakang hanya mendengarkan percakapan dua. laki-laki yang berharga bagi hidup mereka.


" Bersyukur kamu punya jodoh seperti Aleek ndok, walaupun memang sekarang dia sedang berusah membangun Usahanya dari Nol lagi, apalagi di desa tapi, selagi kita dukung Insyaallah dia akan kembali pada posisi yang lebih baik" tutur bu Marsih dengan sangat tulus


" Aamin.., kita harus mendukung nya bu" ucap Nisa memeluk tubuh sang ibu.


Mobil mewah terparkir apik di pelataran rumah sederhana itu.



" Ayo le.. kita sudah sampe, itu gubug bapak sama ibu. " ucap Pak Karsa.


" Wah... ini sih menarik pak, jarang-jarang ada rumah limasan gini" ucap Grey antusias dan segera turun dari mobil.


Grey segera melangkah membuka bagasi mobilnya dan mengeluarkan semua yang ada di dalam bagasi.


" Chacha....!! pekik seseorang


" Jeee...!! " Teriak Nisa setelah melihat siapa yang menegurnya.

__ADS_1


Jannah melangkah menuju sang sahabat dan betpelukan erat mencurahkan rasa rindu.


" Sudah kalian kalau mau kangen-kangenan di dalam,Nisa buruan kamu buatin minum buat suami kamu" teriak bu Marsih yang sudah diambang pintu


" Ayo Je... " ajak Nisa dan menggandeng tangan sahabatnya.


" Hehh.. mereka sudah tau Mr Grey itu suami. kamu? tanya Jannah sebelum mereka masuk ke dalam rumah


" Sudah, kemaren kit nikah ulang di rumah sakit, dan dia sekarang akan tinggal di sini sama keluarga ku" ucap Nisa


" Hahh.. serius Mr Grey mau ikut tinggal disini, trus kerjaan dia gimana? tanya Jannah makin penasaran


" Kayaknya bakal jadi dokter lagi seperti profesi dia dari awal" ungkap Nisa


" Mr. Grey Dokter? oh my God.. lo beruntung banget.. Cha, emang yah.. kalau orang baik itu selalu dapat yang terbaik" Ujar Jannah dengan memeluk sang sahabat


" Kamu juga pasti dapat yang terbaik yakin aku" kata Nisa dengan senyum manisnya


" Lo tau sendiri kalau masa lalu gw gimana, emang masih ada yang mau sama gw? ucap Jannah yang terlihat sedih


" Je.. itu masa lalu, lagian masa lalu bisa kelam tapi.. masa depan nggak boleh suram.. " Sarkas Nisa memberi semangat pada san sahabat.


" Niatnya gw mau balik kampung trus buat usaha rias pengantin gitu, menurut kamu gimana Cha ? kata Jannah melangkah mengikuti Nisa yangbawa nampan berisi makanan ringan juga teko berisi teh hangat dan secangkir kopi.


" Haii... Jane, kamu masih di kampung? tanya Grey tiba-tiba yang keluar dari kamar.


" Hehhh.. Mr Grey, bikin kaget aja.. iya saya pengen kerja di sini saja, tapi.. ini saya lagi minta pendapat Nisa soal buka rias pengantin." ungkap Jannah


" Hemmm... kebetulan kamu disini, duduk Jane.. saya mau kamu bantu saya, niat saya ingin buka balai kesehatan di desa ini.. saya dengar kata bapak disini Klinik cuma sampe jam dua siang.. terus jika ada yang Urgent hanya ke dukun atau cuma diurut, boleh kamu bantu saya dan kamu bekerja di bagian administrasi " jelas Grey dengan serius


" Mas.. mau buat klinik disini, yakin?


Tanya Nisa melihat kearah Grey yang sedang menatapnya juga dengan senyuman manisnya.


" Iyaa.. doain yaa.. semoga niat ini terlaksana, trus bisa me rekrut banyak tenaga medis dari desa, jadi nggak perlu lagi jauh-jauh ber obat." Ungkap Grey dengan penuh kelembutan dan juga tatapan mata yang mendamaikan hati Nisa.

__ADS_1


Nisa tentu saja sangat mendukung keinginan suaminya, yang jadi pertanyaan Nisa..duit dari. mana suaminya dapat buat melaksanakan keinginannya.


Bersambung


__ADS_2