Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
# Meninggalkan


__ADS_3

Saat Grey dan Nisa sampe lobby, terlihat Simon dan juga Jihan masuk dengan wajah angkuh mereka.


" Wahhh... wah... wah..ternyata cuma sampe sini nyalimu di Angkasa Corp, jadi benar cuma gara-gara wanita rendahan macam dia..kamu rela hidup miskin ,meninggalkan segala kemewahan yang sedari kecil kamu nikmati.. hebat kamu Nisa.. berhasil meraih seorang Sultan bergelimang harta dan menariknya ke lembah kemiskinan ...ha ha ha ha !!


Suara yang begitu keras,tepukan tangan, dan tawa terdengar dari mulut Simone sehingga banyak para karyawan yang ada di sekitar Lobby menatap wajah Nisa dan juga Grey dengan pandangan Nisa dengan pandangan sinis.


Grey hanya tersenyum samar mendengar ucapan sepupunya itu


" Terserah kamu bilang apa, aku cuma kasih kamu peringatan, sampai kau menggoyangkan kapal Angkasa Corp maka disitulah aku bertindak.. " ancam Grey dengan menunjuk wajah sepupunya.


Simone tau betul ancaman Grey tak main-main,dia kenal sang sepupu yang punya sifat lembut dengan orang yang dia sayangi namun jika dengan orang yang mencoba buat masalah dengannya, pasti tak ada kata ampun.


Setelah memberikan ultimatum pada Simone, Grey melangkah menggandeng tangan Nisa meninggalkan Simone dan Jihan yang masih memandang kepergian Grey dengan penuh kebencian.


" Awas saja kamu Grey.. gw nggak akan pernah akan mau tunduk di depan lo sekarang, tujuan gw nyingkirin lo dari Angkasa Corp sudah tercapai. " batin Simon dengan mengulas sunyum miring.


.


.


Dalam mobil Grey masih diam tanpa kata, Nisa pun demikian dia takut jika salah bicara pada suaminya, apalagi melihat wajah Grey yang tak bersahabat.


Setelah empat puluh lima menit mereka sampai di sebuah mansion keluarga Hermawan dan dengan cepat Grey keluar dari mobilnya di ikuti Nisa di belakangnya.


Dengan langkah panjangnya membuat Nisa tertinggal agak jauh di belakangnya, walaupun Nisa berjalan dengan cepat karena langkahnya teritinggal dua kali lipat langkah Grey.

__ADS_1


Grey yang masuk mansion disambut kepala pelayan bernama Liam " Sore tuan muda.. " sapa Liam dengan sapaan ramahnya


" Hemmm,di mana kakek sama mama? tanya Grey pada Liam


Liam menunduk hormat dan menjawab ternyata mereka ada di ruang keluarga dan disana masih ada Anggita.


" Sore kek, mah.. " Sapa Grey dengan nada sedikit tak ramah.


" Aleek akhirnya kamu pulang juga, pasti kamu akan kembali pada kami, karena kakek tahu kamu berpikir dua kali dengan profesi kamu itu" ucap Kakek dengan sangat antusias


Grey tersenyum miring mendengar penuturan sang kakek.. " Maaf kek, Aleek tak bisa meninggalkan begitu saja istri Aleek ..dia tanggung jawab Aleek sekarang, Aleek tau keputusan ini membuat kecewa kakek..tapi, Aleek sudah berpikir jauh sebelum Aleek menikahi Nisa, selama ini Aleek nggak pernah menuntut apapun dari kakek, hanya doa restu kakek yang Aleek butuh kan, tapi.. melihat kesombongan kakek itu tidak mungkin, Kakek selalu berfikiran semua wanita yang dekat dengan Aleek adalah wanita matrealistis.. jangan samakan Nisa dengan Delia, mereka berbeda.. aku pernah salah dalam memilih kekasih, tapi..aku yakin jika Nisa pilihan tepat untuk aku jadikan istri.. maka dari itu akan aku buktikan sama kakek " jelas Grey dengan pandangan yang terlihat sendu melihat sang kakek.


Kakek yang mendengar penuturan Grey mengepalkan tangannya " Kamu yakin akan meninggalkan semua yang kamu punya, segala fasilitas yang keluarga ini berikan? tanya kakek menatap tajam pada sang cucu.


" Kakek mengenal ku dari aku lahir, ini fasilitas yang kakek berikan padaku, aku hanya membawa mobil yang aku pakai sekarang karena memang itu jerih payah ku, segala apartement juga kartu-kartu dengan atas nama keluarga ini Aleek sudah taruh di kotak itu semua surat-menyurat aset dari kakek pun sudah aku taruh dari situ. " jabar Grey dengan menyerahkan sebuah kotak dan dokumen-dokumen yang terlihat lumayan banyak.


Grey melihat sang mama yang sudah meneteskan air mata, Grey mendekati sang mama dan bersimpuh di hadapan sang mama.


" Mama.. bukan aku tak peduli sama mama, aku nggak akan pernah bisa melihat mama tersakiti, Grey tau mama sayang Grey..begitu juga sebaliknya.. Grey hanya minta maaf, ridhoi jalan Grey untuk menyempurnakan sebagian agama Grey mah, Aku ingin menepati janji ku sama papa..salah satu nya aku udah lakukan, menikahi wanita yang baik dan mau menerima kita apa adanya.. kedua aku meminta restu mama untuk pernikahan aku sama Nisa, Aku tau mama khawatir sama kakek, jadi jaga kakek ya ma... mama tau jika butuh aku pasti akan aku usahakan bertemu mama." Terang Grey dan mencium tangan sang mama.


" Sebenarnya mama kecewa sama kamu, tapi..mama mohon jangan Kecewakan papa,dan mama tetap disini menunggumu.. "


Grey dengan penuh kelembutan memeluk sang mama dan mencium kening sang mama, dan melihat sampingnya ternyata Nisa mendekatinya.


Nisa berusaha meraih tangan ibu mertuanya, dan mencium tangan sang ibu mertua dengan perasaan haru " Bu.. restu ibu, akan membawa kesuksesan mas Aleek, maka ridhoi pernikahan kami.. dan Nisa janji nggak akan pernah ninggalin mas Aleek walaupun dia sedang kesusahan " Ucap Nisa dengan wajah yang sudah menahan tangisnya..

__ADS_1


Nyonya Catrine hanya bisa meng hela nafas berat dan mengulas senyum samar.


Setelah selesai dengan segala urusan di kediaman Hermawan mobil Grey mengarah ke kawasan perumahan yang sederhana.



Grey berhenti di depan rumah berlantai dua, yang tak terlalu megah, jika seukuran Grey yang konglomerat.


Grey dan Nisa keluar dari dalam mobil


" Nah... ini adalah rumah ku sayangg...maaf hanya rumah sederhana yang bisa aku berikan padamu." ucap Grey dengan merengkuh bahu sang istri


" Hahh... sederhana dari mana mas, ini itu kalau di kampung udah mewhahhhh..!! cicit Nisa dengan senyuman manisnya.


" Kamu bisa aja, ya.. udah.. ayo kita masuk bi Imah sudah di rumah ini juga ." Grey membawa Nisa melangkah menuju rumah baru nya.


" Assalamualaikum " salam dari kedua nya membuat Bi Imah langsung meng hampiri majikannya


" Wa'alaikumsalam, den Aleek sama non Nisa nggak papa kan? Bi Imah yang penasaran dengan kondisi sang majikan.


" Kami baik-baik saja bi, Alhamdulillah.. kita sudah jujur sama mama juga kakek, dan Aleek juga sudah keluar dari Angkasa Corp, mulai besok " jelas Aleek


Bi Imah yang mendengar penuturan sang anak yang dulu dia asuh, merasa kasihan dengan anak asuhnya itu.. Tuan Hermawan selalu saja memaksakan kehendaknya, apalagi kalau menyangkut dengan pendamping hidup.


Pengalaman buruk Kakek Hermawan karena menerima kenyataan jika Burhan menjalin hubungan dengan ART dengan alasan tak mendapatkan perhatian dari sang istru yang tuan Hermawan jodohkan,karena memang istri Burhan adalah wanita karier, jadi disitu lah Papa Grey yang menikah dengan mama Catrina awalnya tak di restui oleh sang papa, namun dengan dukungan dari Nyonya Hermawan mereka bisa menikah dengan syarat Mama Cartrina harus stay di Indonesia dan meninggalkan profesinya sebagai dokter.

__ADS_1


Pengalaman itulah diterapkan pada Grey cucu kesayangannya Kakek Hermawan tidak ingin Grey mendapat wanita sembarangan apalagi cuma untuk sebuah kekayaan, kakek menganggap Anggita wanita yang tepat untuk Grey ,entah apa alasan pasti kakek Hermawan kekeh menjadikan Anggita sebagai istri Grey selain dengan perjanjian masa lampau yang terjadi antara dua keluarga.


Bersambung


__ADS_2