
Simon dan Jihan merasa sangat kesal Karena jebakan nya tak berhasil.
" Siapa yang membiarkan orang masuk seenaknya ke sini, tanpa memberikan surat Jalan? tanya Grey dengan nada membentak
" Sebenarnya Surat jalannya padaku, memang sengaja di buat untuk Ac di lantai ini, dan ini Surat keterangan nya. " ucap Simon menyerahkan map pada Grey
Grey Menerimanya dan mengecek kebenaran akan surat itu dan memang ternyata itu memang benar.
" Kalau kalian tidak tau sendiri tentang siapapun yang berbuat curang disini, lebib baik selidiki dulu, sebelum menuduh tanpa bukti " ucap Grey dengan nada datar
Tanpa rasa bersalah atau bahkan untuk minta maaf pada Tasya pun tidak. Simon dan antek-anteknya langsung berlalu begitu saja keluar dari ruangan itu.
" Sudahlah kak Tasya, semua sudah aman.. nggak akan ada yang nyalahin kakak lagi.. " ucap Nisa memeluk Tasya.
"Nisa ikut saya ke ruang Control .. " ucap Grey dengan nada dingin.
"Ya.. Allah Nisa, kenapa kamu yang dipanggil ke ruang Mr Grey, trus kenapa kok tadi.. kamu keliatan yakin banget kalau mereka nggak akan menemukan apapun? tanya Tasya heran
" Udah sekarang kakak.. ambil. kotak Ice cream yang ada di bagian paling belakang trus bawa ke ruang kerja Mr Grey.. " suruh Nisa
" Kotak ice cream?? untuk apa? tanya Tasya penasaran
" Udah.. ambil. aja, trus langsung anter ke ruangan Mr Grey.
Tasya akhirnya dia mengikuti kata -kata Nisa dan menuju pantry, sedang Nisa menyusul Grey ke dalam ruang kontrol.
Disana Grey sedang menyuruh karyawan keamanan untuk melihat rekaman CCTV beberapa Jam sebelumnya dan dengan teliti dan seksama akhirnya nampak jelas orang yang berkedok karyawan Service Ac itu memasukkan sesuatu di Tabung Ac.
Grey akhirnya meminta untuk mengcopy rekaman itu untuk bukti.
" Dimana uang itu kamu taruh? tanya Grey pada Nisa
" Udah diambil kak Tasya nanti dia akan bawa ke ruang kerja Mr Grey." Jawab Nisa dengan tenang.
Akhirnya Grey meninggalkan ruang kontrol dan menuju ruang kerjanya diikuti oleh Nisa.
" Jadi kamu dengar obrolan orang itu dengan Simon? tanya Grey pada Nisa
" Iya.. katanya semua sudah beres tuan Simon " Nisa menirukan perkataan sang pelaku.
" Iya saya denger orang itu ngomong sama Tuan Simon ,sebenarnya Nisa mau rekam obrolannya tapi,ponsel Nisa lowbat.. " jelas Nisa
" Trus katanya uang itu mau di bawa kesini, mana kok nggak ada...?? " tanya Grey mencari keberadaan bukti itu.
__ADS_1
" Itu tadi...
Ceklek.
Tasya langsung masuk dengan cepat melangkah mendekati Grey dan Nisa.
" Mr. Grey lihat..., Nisa taruh duit di dalem kotak Ice Cream Coklat.. best..!! ucap Tasya sambil menunjukkan uang yang masih ada di dalam box ice cream
" Hehehe... hebat kan Nisa,jenius kan..?!! ucap Nisa membanggakan dirinya.
" Jenius.. jenius.. Gambar senyum 😊 ini kamu yang buat kan ? tanya Grey pada Nisa menunjukkan gambar yang ada di selembar kertas yang dia pegang.
Nisa tercekat kaget dengan tuduhan suaminya yang menuduh dia yang membuat gambar itu.
" Bener kan? Nisa Ardina...!!! pekik Grey di telinga Nisa yang masih melamun
" Iya.. Saya...??! jawab Nisa sambil melihat sang suami dengan pandangan tak percaya.
" Nisa Ardina ayo cepat ngaku??!! seru Grey lagi
" Gambar itu.. bukan sa...
" Gambar ini pasti kamu yang buat, liat nih.. senyuman di gambar ini mirip sama kamu..!! ucap Grey dan mensejajarkan gambar di kertas itu dengan wajah Nisa.
" Maaf Mr Grey, trus uang ini gimana? uangnya udah beku jadi es" ucap Tasya melihat penampakan uang yang ada di tanganya.
" Tapi, terima kasih ya Nisa.. kamu sudah menggagalkan kejahatan, trus kamu dapat ide dari mana kok bisa kepikiran masukin kedalam kulkas? kata Tasya dengan masih tak percaya dengan kelakuan Nisa.
" Ini.. kata orang kampung, biar uangnya disimpen aman nggak kena rayap jadi di masukin kulkas, pasti awet.. " jawab Nisa sekenanya.
" Kamu bisa aja.. " ucap Tasya dengan tersenyum menanggapi otak somplaknya Nisa
" Sudah kak Tasya.. tolong letakkan box ice cream itu di meja itu, saya takut Nisa jadi sasaran Simon sepertinya Simon bisa menebak Nisa yang menggagalkan kejahatannya. " ucap Grey
" Hahhh... dia belum tau siapa Nisa Ardina kalau...
" Sudah diam !!! dari tadi ngoceh mulu nggak berhenti henti ,kalau saya ngomong diam diam.. ini masih aja ngoceh.." Gerutu Grey
" Kalau gitu saya permisi Mr Grey.. " ucap Tasya berlalu dari ruang kerja Grey
Setelah melihat Tasya keluar,dan melihat kearah Nisa yang sudah menatapnya tajam
__ADS_1
" Mr Grey marah sama saya?? tanya Nisa dengan memandang tajam ke arah Grey
" Sa... ( Nisa merebut kertas yang ada dalam pegangan Grey)
" Mr Grey jangan lagi nuduh-nuduh saya...!! ini kertas ini gambar senyum ini bukan saya yang buat.. kalau ABCD nya memang saya yang nulis, tapi... kalau gambar senyum ini Mr. Grey yang buat.. " ucap Nisa meledak ledak
" Ssstttt...jangan kencang kencang ngomong nya,nanti orang di luar denger.. " ucap Grey dengan penuh kelembutan.
" Memang saya tau, gambar itu saya yang buat.,tapi.. kalau saya bagus-bagusin kamu.. nanti orang pada curiga.. apalagi kak Tasya suka rumpi" sambung Grey.
Nisa masih memasang wajah merajuk .
" Iyaaaa... saya minta maaf kalau tadi bentak kamu.. saya nggak mau kalau saya terlalu terlihat membela kamu, apalagi ada kak Tasya yang suka rumpi" ucap Grey.
" Iya... saya maafin" ucap singkat Nisa masih memanyunkan bibirnya
" Aduhh.. tuh bibir, pengen nyosor jadinya... " gumam Grey lirih
" Hahhh.. Mr Grey ngkmong sesuatu? tanya Nisa seperti mendengar Grey mengucap sesuatu.
" Nggak cuma saya bilang, legaa..
karena kamu sudah menggagalkan kejahatan mereka, tapi.. lain kali kalau mau bertindak sesuatu bilang dulu kesaya, biar saya yang menyelesaikan masalah itu, kalau buat kamu itu terlalu berbahaya" kata Grey.. memang dia sangat khawatir dengan Nisa apalagi sekarang sedikit banyak pasti berdampak nantinya buat Nisa.
" Iyaaa.. besok nggak gitu lagi.. "jawab Nisa memasang wajah menggemaskan
" Aduhhh..gemesin pengen gw bawa kamar juga nih.. " gumam Grey
" Ehh.. besok sarapan apa lagi? tanya Grey pada Nisa..
" Tau... tanya aja sama Mba Moon" jawab Nisa dengan mencebikkan bibirnya dan berbalik ingin meninggalkan tempat itu
Namun tiba-tiba dua berbalik lagi.. merebut kertas yang ada di tangan Grey..
" Sebentar...!! Nisa mensejajarkan gambar itu dengan wajah Grey " Sama..?!!! " Serunya dan langsung berlalu pergi.
Hahahaha...
Pecah tawa Grey melihat tingkah menggemaskan istrinya yang membuat hiburan tersendiri baginya, yang dalam keadaan lelah dengan pekerjaan namun, melihat tingkah istrinya yang menunjukkan sifat bar-bar nya dia bisa tertawa lepas.
Bersambung
__ADS_1