
Grey menggenggam erat tangan Nisa dan membawanya ke dalam mobilnya dan segera meninggalkan Angkasa Corp.
" Kenapa? tanya Grey saat melajukan mobilnya meninggalkan Angkasa Corp
" Mr Grey masa nggak liat tadi ekspresi wajahnya Jihan, mata nya udah mau copot liat tangan Nisa di gandeng " ucap Nisa dengan kesal
" Trus ?? Grey melirik pada Nisa
" Tau ahh... Mr Grey nggak tau apa, itu tandanya Jihan suka sama Mr Grey.. " ungkap Nisa dengan memicingkan matanya
" Suka... hahaha... kan kamu tau sendiri pesona suami kamu ini itu tak dapat di kalahkan, wajar lah.. wanita suka sama suami kamu ini.. " ucap Grey dengan menekan kata suami pada kalimatnya.
" Suami... astagaaaa...!!! Nisa lupa, kalau pria sombong,suka kepedean , ke gantengan itu udah punya istri, dan sialnya yang punya suami kayak gitu adalah Nisa Ardina..!! pekik Nisa dengan memanyunkan bibirnya
" Hahahahaha... tuh kamu tau, aku ganteng.. hahaha.. " ucap Grey tertawa lepas dengan perkataan Nisa dan ekspresi wajah sang istri yang menurutnya gemesin.
" Haisshhhtt...tuh bibir manis bener awas aja aku nggak tanggung kalau khilaf.. "Goda Grey pada Nisa
" Ihhhh.. maassss....!!! pekik Nisa dengan senyum malu-malu.
" Nahhh... kalau panggil gitu kan, rasa sejuk hati mas... " ucap Grey mengelus kepala istrinya yang terbalut hijab.
" Maaf yaa.. Nisa belum bisa jadi istri yang baik buat mas " ucap Nisa menundukkan kepalanya.
Mendengar kata-kata Nisa Grey hanya menanggapi dengan senyuman.
Tak mendengar tanggapan dari suaminya Nisa merasa benar-benar bersalah pada suaminya, karena Nisa tahu akan jatuh dosa pada yang tak menjalakan perannya sebagai istri yang sholeha dan melakukan kewajibannya atas suaminya.
Terdengar suara Adzan magrib,Grey mengarahkan mobilnya ke Masjid terdekat.
Mobil mewah Grey terparkir di pelataran sebuah masjid.
" Nis..kita sholat magrib dulu baru kita lanjut ke hotel tempat meeting kita selanjutnya,jika kamu takut dosa.. menurut dengan apa kata laki-laki yang kamu sebut suami, nanti kita bicarakan setelah kita meeting yaa.. sekarang kita turun sholat magrib dulu. " ajak Grey dan membuka pintu mobilnya dan disusul oleh Nisa.
Mereka melaksanakan sholat Magrib berjamaah dengan para jamaah lain, tak butuh waktu lama Nisa sudah selesai sholat dan segera ke arah mobil suami nya, namun suaminya ternyata belum turun dari masjid akhirnya Nisa bersandar di kap mobil.
Menunggu sepuluh menit ternyata Grey keluar dengan seseorang seperti Kyai.. dan berpisah ketika melihat Nisa sudah menunggu dirinya di dekat mobil.
__ADS_1
" Sorry.. lama yaa? kata Grey langsung masuk ke dalam mobilnya
Nisa langsunng masuk juga dalam mobil.
" Mas.. " tegur Nisa mengulurkan tangannya
" Hemmm... " jawab Grey dan menoleh pada sang istri dan melihat Nisa mengulurkan tangan
" Salim..??ucap Nisa dengan nada manjanya.
" Emmm.. "Grey dengan cepat mengulurkan tangan nya pada Nisa dan Nisa pun menyambut tangan suaminya dengan senyumnya.
" Masyaallah.. istri sholehah aku... " puji Grey dengan mengusap kepala sang istri
" Apaan sih mas, udah ayo... nanti telat lho.. " ucap Nisa
Akhirnya Grey melajukan mobilnya ke arah hotel yang mereka tuju ,sekitar tiga puluh menit mereka sampai di Hotel tujuan.
Mereka berdua langsung masuk ke dalam hotel dan segera menemui kliaen mereka.
" Selamat malam Tuan Jo... " Sapa Grey pada sosok yang mereka hampiri
" Selamat malam Mr Grey " sambut Tuan Jo
"Siapa ini? tanya tuan Jo yang bar Uhhh melihat Nisa
" Ohh.. ini pengganti Tasya yaitu Nisa " Jawab Grey dengan sedikit merasa kesal dengan Jo yang sepertinya tertarik pada Nisa
" Hallo Nisa, senang bertemu dengan kamu.. " ucap Jo dan mengulurkan tangannya
" Terima kasih Mr. Jo maaf kita bukan muhrim jadi maaf saya...
" No problem , saya minta maaf " ucap Jo tak enak hati dan kecewa dengan sikap Nisa yang tak sama dengan wanita yang biasa di bawa boss dengan maksud merayu klien.
Grey yang melihat tingkah Nisa menolak Jo membuat dirinya lega dan tanpa sadar membuat dirinya tersenyum tipis.
" Maaf Tuan Jo, atas sikap sekretaris saya bukan dia kurang aja tapi, memang itu seharusnya wanita muslim lakukan, dan Nisa juga sudah memiliki suami.. " ucap Grey entah kenapa dia ingin supaya Jo tak memandang seenaknya istrinya itu
" Owhhh.. sayang sekali, ternyata kamu sudah punya suami, saya tidak tahu.. karena kamu juga nggak pake cincin kawin " terang Jo
__ADS_1
Deg..
Jantung Keduany kaget dengan perkataan Jo dan dengan reflek Nisa menurunkan tangannya dia semabunyikan di bawah meja. Tanpa di duga oleh Nisa Grey menggenggam erat tangan Nisa membuat Nisa spontan menoleh ke arah Grey yang masih ngomong tentang bisnis dengan Jo.
Sepanjang pertemuan dengan Jo Grey tak melepas tangan Nisa dalam genggaman nya
Dan selama dua jam mereka meeting dan mencapai kesepakatan kerja sama.
Setelah Jo meninggalkan tempat mereka meeting, Grey masih menggenggam erat tangan Nisa.
" Mas.. tuan Jo udah pergi,tolong lepasin tangan Nisa " ujar Nisa mengangkat tangannya yang masih di genggam Grey
Dengan berat hati Grey melepas genggamannya dari tangan Nisa.
" Mass... laparrr... " ucap Nisa memgang perutnya
" Kita sekalian makan disini aja yaa? kata Grey dan siangguki Nisa.
" Nis.. mas mau ngomong serius sama kamu.. " ucap Grey menatap wajah istrinya yang teduh.
" Apa mas? tanya Nisa mencoba menatap Grey
" Kita tinggal bersama, yaahhh.. walaupun aku akan tinggal sama kamu tiga -empat hari karena mas belum bisa jujur sama keluarga mas, karena ada sesuatu yang mas harus pastikan dan ini membutuhkan waktu yang lumayan lama " jelas Grey
" Trus aku harus jujur sama Jannah gitu? tanya Nisa dan Grey mengangguk
" Mas akan bilang juga sama Jane tentang kita, karena mas rasa ini nggak baik buat kita kalU kita terus terpisah, apalagi kita harus saling mengenal satu sama lain, mas butuh kamu.. untuk dukung mas baik di kerjaan juga masalah keluarga mas yang rumit.. " ucap Grey dengan menggenggam tangan Nisa
" Emmm.. i.. iya mas, dan Nisa ingin mas juga cepat-cepat nemuin orang tua Nisa di kampung" ucap Nisa sedih.
" Nisa mas akan tanggung jawab atas kejadian ini dan mas juga minta ampun sama bapak juga ibu mu.. karena nikahin kamu dengan cara yang kurang baik. " ucap Grey
" Mass.. hiks hiks.. " pekik Nisa langsung menangis haru
Melihat Nisa menangis Grey reflek memeluk Nisa dengan erat dan menciumi pucuk kepala istrinya dengan lembut .
Grey bertekad untuk mendapatkan restu dari mertuanya segera. dia tak mau jika Ayah mertuanya murka pada sang istri.
B E R S A M B U N G
__ADS_1