
" Assalamualaikum.. " teriak seseorang di depan rumah Nisa
"Wa'alaikumsalam" jawaban dari dalam rumah dan membukakan pintu rumah tersebut
" Ehh.. Jannah, pasti mau ketemu Nisa? udah sana masuk anaknya lagi di belakang" ucap bu Marsih pada Jannah
" Siap mak.. makasih mak ku yang cantik..!! pekik Jannah pada bu Marsih yang sudah dia anggap seperti sang ibu baginya.
" Dasar anak gendeng..!! teriak bu Marsih melihat tingkah sahabat sang putri
Jannah melangkah menuju belakang rumah Nisa dan terlihat Nisa yang duduk di kursi panjang dari bambu yang ada di bawah pohon Jambu dan menghadap sawah yang ada di belakang rumah Nisa.
Jannah melangkah pelan-pelan untuk mengejutkan Nisa namun...
" Nurul Jannahhhh...!! teriak Nisa tiba-tiba
" Aaissttt.. gagal deh mau ngagetin " keluh Jannah pada sang sahabat yang menyadari kehadirannya.
" Gimana mau nggak tau, bau kamu itu udah keciun dari radius 1km Jannah...!! ucap Nisa dengan wajah penuh kemenangan
" Hahaha.. dasar lebay, emang bau gw sampe sekeren itu? haissttt..?!! ngapain kamu disini, ngelamun, nanti kesambet setan sawah baru tau rasa!! umpat Jannah pada sang sahabat
" Cangkemu.. mbok yo di jaga seenak ny aja !! mau ngapain kamu kesini? tanya Nisa dengan sedikit melirik arah sang sahabat.
" Cha.. kamu sama MR Grey bener mau tinggal disini? trus sebenarnya ada apa sama keluarga suami kamu? tanya Jannah penasaran
" Hufttt... taulah, aku juga nggak tau persis nya mas Aleek masih menyimpan rapat apapun yang terjadi pada keluarga nya namun kesimpulannya adalah soal harta dan kedudukan seorang keluarga Hermawan, dia nggak ingin cucu kesayangan nya mendapatkan gadis dari kalangan biasa dan bisa jadi duri dalam daging" jelas Nisa dengan menatap lurus kearah sawah yang terbentang.
" Tapi, aku salut sama Mr Grey.. tetap pertahan kan kamu, tanpa rasa ragu.. beda sama bagas dulu sama kamu, dia dengan mudahnya berpaling dari kamu..malah menjalin hubungan dengan Shinta di belakang kamu" ucap Jannah dengan wajah kesal
" Sudahlah, lagian aku juga nggak masalah lagi soal mereka curang di belakang ku, sekarang ini yang aku pikirkan suamiku, dari mana dia dapat duit buat beli tanah dan juga mau bikin klinik yang letaknya sangat bagus dan juga sangat strategis kawasan yang jadi pusat keramaian daerah ini" keluh Nisa yang merasa heran dengan suaminya
" Kamu itu aneh, punya suami kaya trus mau nerima kamu apa adanya malah ngeluh, jarang tau orang kayak Mr Grey ,dia pasti banyak duit Cha, tau nggak dia waktu pake jasa aku bayarnya aja pake Dollar... pake Dollar Cha..!! ucap Jannah terlihat sangat bahagia
" Dollar, weihhh... kaya dong kamu Je? tanya Nisa juga antusias
Karena mendengar penuturan sahabatnya soal Grey yang membayar Jannah dengan Dollar
" Hehehehe.. alhamdulillah, semua yang terjadi kemarin buat aku sadar.. segala yang aku dapat akan sia-sia saat oran tau kerjaan aku apa Cha dan saat itu aku putuskan untuk berhenti dan ingin kembali kesini namun masih ragu ,tapi..saat aku dengar kamu pindah sama Mr Grey kesini, aku jadi yakin Cha.. uang dari Mr Grey sebagian aku tukar dan aku belikan sepetak sawah buat bapak, dan sebagainya lagi masih aku simpan buat bikin usaha.. tapi, aku bingung mau usaha apa? terang Jannah
__ADS_1
" Weiiishhh.. gila seh..!! alhamdulillah kalau gitu ,uang dari Mas Aleek bermanfaat buat kamu, trus kenapa kamu nggak buka salon, sama semacam WO gitu Je.. nanti aku bantu, kita masukin ke medsos, aku sekarang aja bingung mau ngapain.. tapi, tadi aku baru buat lapak belanja online buat batik ibu..trus sekarang aku malah lagi mikir, disini kan luamayan hasil kebunnya dan kita bisa jual ke pasar tapi, biasanya harganya nggak seberapa.. gimana menurutmu kalau ak Uhhh buka jasa antar kaya Fresh Market gitu? kan bisa buka lapangan kerja juga, gimana? ungkap Nisa dengan antusias
" Mendingan kamu diskusi sama Mr Grey baiknya gimana, aku sih tau kalau kamu nggak. bakal betah kalau diem aja " ungkap Jannah yang tau karakter sang sahabat.
Terdengar notifikasi panggilan dari sang suami
📞Driver kesurga Calling
" Assalamualaikum YDK, YDS !!
" Wa'alaikum salam YDC!!
" Hahh.. YDC apa tuh?
" Yang Di Cintai dong Yang !!
" Hahahaha.. bisa aja kamu mas buat aku melayang... ".
" Jangan lah...kamu lagi ngapain?
" Lagi Duduk sama Jannah di belakang rumah, sama lagi ngomongin bisnis aku nanti"
" Bisnis, kamh mau bisnis? bagus kalau kamu kepikiran itu, Owhh iya..yang tolong kamu liat di dalam tas kerja aku, map warna kuning..kalau ada tolong kamu antar ke balai desa bisa nggak?
" Iya, ya udah sayang... aku tunggu kamu yaa? Assalamualaikum "
" Wa'alaikum salam "
" Hadeuhh.. lain deh, yang lagi bucin.. apalagi tuh YDK, YDS... menggelikan " ledek Jannah..
" Sirik tanda tak mampu.., YDK itu Yang Di Kasihi.. Jannah oeyyyy..!! " jawab Nisa dengan senyuman bahagia
" Astaga Nisa Ardina, sahabatku... terlalu manis kalau buat Mr Grey yang garang bagaikan panglima perang.. tang.. tang.. tang.. " ejek Jannah
" Lambemu...!! umpat Nisa sambil menutup wajah Jannah dengan lap meja
Bughhh... 💥💥
"Awwwsstt... Nisa..!!! Siaull...!! teriak Jannah melihat Nisa masuk dalam rumah.
__ADS_1
Dengan cepat Jannah menyusul ke dalam rumah Nisa.
.
.
.
.
" Bu Broto jangan khawatir, anak saya sejak di kecewakan sama Bagas sudah bertekad kalau sudah lupain Bagas dan kamu liat anak saya sudah menikah dengan orang yang mau terima dia apa adanya" ucap Pak Karsa pada bu Broto karena sudah sangat lelah untuk keluarga nya selalu di hina.
" Bagus lah Nisa udah nikah, untung saja dia nggak jadi menantu saya,sampe hati juga yaa.. Nisa sama suaminya dia biarin bapaknya jadi makepar tanah, apalagi.. sama orang bule pasti uang tips nya gede.. "ucap bu Broto dengan nada sinis melirik Grey yang dengan baju sederhana menurutnya.
Saat Bu Broto berkomentar, bahkan secara tidak langsung menghina keluarga Nisa, Grey yang jengah melihat itu dia menghubungi Nisa dan sementara Marvin sibuk dengan ponsel nya yang berhubungan dengan pengacara mereka.
Grey memang sedang melakukan panggilan dengan Nisa namun, dia juga sudah mendengar penuturan sang wanita lakukan penghinaan pada mertuanya.
Setelah selesai dengan panggilannya dia melihat pak Karsa yang. sudah mengepal tangannya karena menahan emosi.
Grey menghampiri pak Karsa dan menyentuh bahu ayah mertuanya.
" Ada apa pak? tanya Grey pura pura nggak dengar percakapan antara mereka.
" Heii... ternyata kamu bisa bahasa Indonesia, kamu tau orang ini tidak tahu soal beginian maksud saya jual beli tanah, biasanya kalau yang mau beli tanah atau sawah lewat saya dengab suami saya, trus nanti kalau kamu mau buat usaha kita pasti bantu buat bikin jalan lancar... " terang Bu Broto dengan panjang lebar.
" Saya tau, bapak saya bukan makelar tanah.. melainkan beliau ingin membeli tanah ini, dan saya yang akan terjun langsung dalam menangani segala urusan soal beli ini, dan bapak hanya tanda tangan saja" ucap Grey dengan santai pada bu Broto yang kaget karena ucapan Grey.
" Hahahahaha... dari mana dia dapat duit buat beli tanah mahal ini, buat makan aja pas pasan,jangan terlalu banyak bohong saya tau mereka selama ini" ucap Bu Broto tak terima dengan penjelasan Grey..
" Tapi...
" Mas....!! tegur seseorang menepuk lengan kekar milik Grey. dan tentu Grey menoleh pada sumber suara
" Hey... sayang udah sampai? Tanya Grey saat melihat sang istri yang ada di sampingnya dan segera mendarat kan kecupan pada pucuk kepala Nisa.
Pemandangan itu membuat semua yang melihat kejadian itu merasa terkejut dengan tingkah Grey pada Nisa, apalagi Bu Brito yang sangat terkejut dengan tindakan Grey yang tanpa rasa malu berbuat begitu romantis pada sang istri.
__ADS_1
Sementara Jannah dan Marvin melihatnya biasa dan Pak Karsa hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum kala melihat menantunya yang berbuat gila menutut orang kampung.
Bersambung