Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
# Menikah kembali


__ADS_3

Benar saja Pak Karsa juga Grey di sertai Marvin,memberintahu Nisa akan pergi ke suatu tempat untuk mengurus sesuatu, Nisa tak menanyakan apapun yang penting baginya sepertinya bapak nya menerima Grey sebagai mana Nisa kenalkan pada ibu juga bapaknya sebagai teman.


Keadaan ibu sudah membaik dengan segala pelayanan terbaik di Rumah Sakit tersebut dan entah lah mereka tak tau kenapa bu Marsih di tempatkan di ruang VIP dan semua biaya obat juga sudah terlunasi, dan menurut informasi dari pihak Rumah Sakit mengatakan jika pihak keluarga yang sudah melunasinya.


Ibu Marsih terkena tekanan darah tinggi dan harus opname beberapa hari untuk memantau perkembangan kesehatannya secara optimal.


Saat makan siang Pak Karsa dan juga Grey sudah berada di Rumah Sakit namun tidak dengan Marvin entah kemana dia tak terlihat bersama Pak Karsa dan Grey.


" Bu.. bapak mau bicara sama kamu, tapi.. bapak harap ibu jangan kaget yoo..? ucap pak Karsa saat beliau sudah duduk di samping brankar sang istri.


" Lah.. yo ngomong aja pak, bikin ibu penasaran aja" jawab Bu Marsih dengan serius mendengarkan ucapan sang suami


" Ini Nisa.. anak kita sebenarnya sudah menikah dengan nak Maleek sebulan yang lalu, dan nak Maleek juga menikahi Nisa dengan ijin bapak, karena sebelum mereka menikah nak Maleek menelpon bapak dan menceritakan hal yang tak bisa mereka hindari yaitu menikah, sebenarnya pernikahan mereka sudah sah dan tidak perlu juga ijab Qobul lagi hanya karena Nak Aleek ingin menjadikan bapak wali Nisa secara langsung maka hari ini Nisa dan nak Aleek akan menikah kembali di sini, sekitar ba'da Ashar " jelas Pak Karsa pada sang istri yang masih terbaring di ranjang Rumah Sakit.


" Masyaallah nak, oalah.. ternyata kamu sudah nikah ,ibu seneng.. Insayaallah kalian berdua akan bahagia..terlepas apapun yang terjadi pada kalian, itu takdir yang harus kalian berdua lalui dan sampai kapanpun kalian berdua akan terikat dalam pernikahan, ibu restui kamu ndok.. kenapa kamu nggak ngomong suami mu ini bule... pasti ibu nggak akan darah tinggi denger nyiyiran mak lampir itu" celoteh bu Marsih membuat Nisa tercekat kaget karena mendengar alasan sang ibu bisa masuk Rumah Sakit.


" Jadi ibu masuk RS gara-gara dengar rentenir sombong itu ,dia ngatain Nisa pasti kan? tebak Nisa dengan wajah yang sudah menahan amarah


" Sudah lah yang... kalau nggak ada kejadian begini, mas juga nggak akan secepat ini mendapat restu langsung dari ibu juga bapak, kan tau sendiri mama juga kakek gimana sikapnya sama mas kan? tutur Grey dengan nada sedikit banyak membuat Nisa jadi salah tingkah dan segera menggenggam tangan suaminya.


" Mas kan ada aku sama bapak juga ibu, sudahlah,yang terpenting doakan terus mereka supaya terbuka pintu hatinya. trus,kalau untuk pekerjaan, mas kan.. juga masih akrifkan surat tugasnya dari kedokteran, mas bisa lamar kerja juga di Rumah sakit atau klinik.. " ucap Nisa dengan wajah yang terlihat menggemaskan.

__ADS_1


" Iyaaa... sayang, tenang aja aku bisa hidup dimana saja" tutur Grey dengan mengusap kepala sang istri .


Pemandangan yang indah itu di lihat langsung oleh bapak juga ibu Nisa ada rasa bahagia dan haru menyelimuti hati mereka.


Sedang Grey sudah menceritakan siapa dirinya pada ayah mertuanya dan dia tak menutupi apapun tentang jati dirinya, namun Grey meminta pada sng ayah mertua untuk merahasiakan keberadaanya yang sebenarnya karena ingin Nisa tak mempermasalahkan keadaannya sekarang yang Nisa anggap sedang memulai dari Nol bersama Nisa.


Dan semua itu disetujui oleh pak Karsa, karena dia tahu Nisa punya watak yang mengganggu di benak sang ayah soal dirinya dan masa lalu yang selalu dihina oleh keluarga sang pacar dahulu.


Bapak juga menceritakan kenapa sang ibu bisa masuk Rumah Sakit dan juga perangai orang yang selalu merendahkan harga diri keluarganya.


Dari detik itu Grey berjanji akan selalu bisa bersama keluarga sang istri yang sudah melewati masa sulit dan sedikit demi sedikit akan ada saatnya orang yang menghina istrinya akan diam dan tak sanggup lagi memandang rendah pada istri juga keluarganya.


Dan saat ini setelah ba'da Ashar digelar pernikahan sederhana yang di saksikan oloh Rt juga RW tempat keluarga Nisa tinggal dan dari pihak Grey ada Marvin dan juga beberapa Dokter Rumah Sakit itu.


" Saya terima nikah dan kawinnya Nisa Ardina binti Karsa Sasmita dengan mas kawinnya tersebut dibayar tunai


" Gimana saksi Sah?


" SAH"


"SAH "

__ADS_1


" Baarakallahu laka wa baaraakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir"


Semua orang terlihat bahagia, apalagi kedua mempelai sekarang sudah bisa merasa lega dengan status mereka berdua yang sudah direstui oleh kedua orangtua Nisa.


" Selamat bro.. semoga lo selalu bahagia sama Nisa dan Nisa kakak cuma ingin kamu jangan pernah meninggalkan Grey dalam keadaan apapun itu, nafasnya sekarang itu kamu.. " ucao Marvin dengan wajah penuh haru dengan pernikahan sahabatnya.


"Insyaallah Nisa akan selalu sama sama Ms Aleek dan kakak nggak perlu khawatir Nafas Nisa pun untuk suami Nisa. " jawab Nisa dengan penuh keyakinan


Semua orang disana sudah berangsur pergi untuk pulang ke rumah mereka masing-masing, dan Marvin berpamitan untuk pergi mengurus sesuatu di Jogja.


Sekarang tinggal Grey juga Pak Karsa dan Nisa yang ada di ruangan itu.


Grey sedang memeriksa keadaan ibu mertuanya, dan terlihat kesehatan ibu mertuanya sudah pulih, semua merasa lega melihatnya.


" Alhamdulillah keadaan ibu udah sehat, besok kemungkinan kita sudah boleh pulang" ucap Grey setelah memeriksa keadaan ibu mertuanya.


" Alhamdulillah.. " ucap ketiga orang lainnya.


" Gimana nggak cepet sehat, ibu uda punya mantu dokter.. trus bule lagi,pokoknya ibu seneng.. pokoknya kalian jangan nunda punya anak yaa.. ibu pengen liat cucu bule ibu.. " tutur Bu Marsih dengan semangat


" Ibu bisa aja, doain aja anaknya semoga mereka cepet dapat momongan bu.. " ucap Pak Karsa pada sang istri.

__ADS_1


Tak dipungkiri perasaan pak Karsa sangat senang dan bersyukur dengan adanya Grey ,seorang laki-laki yang dengan lantang mengatakan bahwa dia ingin menjadikan putrinya istinya dan tak perhitungan dengan apapun yang dia punya, pak Karsa tau kekayaan sang menantu yang tak diketahui anak juga istrinya. Namun kedua pria itu menutupi dengan kesederhanaan yang selama ini mereka nikmati, mungkin dan past ok akan ada perubahan dari ekonomi keluaga mereka itu tidak dapat di pungkiri karena Grey sudah mengatakan keinginannya membahagiakan sang istri. Dan itu tak bisa pak Karsa cegah bagaimana pun Grey berhak atas Nisa sekarang.


__ADS_2