Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
# Jannah Gagal Nikah


__ADS_3

Malam hari nya Nisa dan Grey sedang duduk santai di dalam kamar mereka, sambil bertukar pikiran mereka juga menikmati cemilan favoritenya mereka.


" Gimana tadi, sudah dapet baju buat Jannah menikah? " tanya Grey pada Nisa


" Alhamdulillah sudah, tapi.. ada sesuatu yang buat Nisa kesel mas. " ucap Nisa menampakkan raut wajahnya yang tak enak.


" Kenapa, apa terjadi sesuatu? tanya Grey penasaran.


" Ada beberapa kejadian yang buat Nisa kesel tau nggak sih? "Ucap Nisa dengan wajah yang sudah cukup menggambarkan situasi saat itu.


" Kenapa, cerita dong.. kamu kebiasaan kalau cerita setengah setengah. " protes Grey


" Hehehe.. sorry. " ucap Nisa " Gini mas, tadi aku ke Mall trus Jannah ke toilet, aku nunggu dong di tempat tunggu dan aku nemuin fakta kalau ada yang salah sama Miftah, nih coba kamu lihat. " ucap Nisa memperlihatkan gambar yang dia ambil di dalam mall tadi siang.


" Kok mereka...


" Nah itu dia mas,yang Nisa maksud. Kenapa sih harus jadi begini, dia bilang ke Jannah,kalau dia ada urusan dan faktanya dia ada di Mall itu, mungkin dia nggak tau dimana Jannah akan mencari gaun pengantin. " ungkap Nisa


" Jannah tau soal ini? " tanya Grey dan Nisa pun menggeleng cepat.


" Entahlah mas, aku jadi khawatir sama Jannah.Apa jadinya kalau pernikahan itu nggak jadi, betapa Jannah senang menerima Miftah saat itu. " ucap Nisa dengan sedih.


" Kita doakan saja Jannah akan selalu baik-baik saja, dan terhindar dari segala sesuatu yang bersifat buruk baginya, kamu dampingi saja Jannah dengan ada nya kejadian ini, kemungkinan besar Jannah lambat laun akan tau. " ucap Grey dengan membelai lembut rambut panjang sang istri.


" Oh iya, ada lagi mas.waktu Nisa abis ke Butik kita ketemu sama orang yang pernah pakai jasa Jannah waktu jadi Escort girl, dan dia ngancem juga ke jannah kalau dia nggak mau nurutin kemauan dia namanya Ko Marchel ,dia punya beberapa foto yang di abil dari arah yang terlihat intim, aku sempet peringatin dia jangan sampai macam-macam, tapi.. kayaknya dia meragukan seorang Nisa Ardiana istri tercintanya Greyvin Maleek ." ungkap Nisa sedikit memprovokasi suaminya.


" Nanti mas bantu, jika dia berani melangkah lebih jauh.. sudah malem kita tidur yaa..? ucap Grey membawa tubuh sang istri dalam dekapannya.


.


.


.


Malam berganti pagi jam sepuluh pagi jadwal praktek Grey di klinik namun, diurungkan karena ada kejadian yang menghebohkan di rumah Jannah.


" Nisa.. Nis!!" panggil bu Marsih mengetuk pintu kamar sang putri.


Clek.


Muncul Grey yang membuka pintu dengan pakaian yang sudah terlihat rapih.

__ADS_1


" Ada apa bu, kok kelihatan khawatir gitu? ibu sakit, atau bapak...? "tanya Grey mencecar sang ibu mertua


" Nggak nak, ibu sama bapak sehat. Mana Nisa? " tanya ibu Marsih


" Lagi di kamar mandi bu, kenapa? " tanya Grey


" Suruh cepet, Jannah lagi ada masalah. " ucap bu Marsih pada Grey


" Ibu tenang, nanti saya sama Nisa kesana. "ucao Grey menenangka. sang mertua


" Iya sudah, bapak sama ibu duluan kesana yaa? " pamit Bu Marsih pada menantunya.


Setelah bu Marsih pergi, Grey segera membeti tahu Nisa soal Jannah, dan benar saja Nisa yang paling kesal akan adanya masalah Jannah.


" Mas sih, kenapa harus nambah.. aku jadi mandi tiga kali nih? " keluh Nisa dengan memajukan bibirnya


" Ehhh.. kok mas sih, kan kamu yang minta disayang, tadi siapa yang minta lagi mas..? siapa coba? " goda Grey pada Nisa membuat Nisa merona.


" Hehehe.. mas ahh, abisnya pengennya aku deket mas terus.Aneh kan, tau deh rasanya nggak pengen jauh dari kamu.. " ucap Nisa manja.


Grey dengan senang hati jika Nisa sudah merlaku manja padanya.


Tak butuh waktu lama Grey dan Nisa sudah sampai di depan rumah Jannah.Terlihat banyak tetangga yang melihat kejadian yang seharusnya tidak untuk di pertontonkan.


Nisa langsung mengangguk tanda paham dengan maksud suaminya.


Nisa dan Grey melangkah ke rumah Jannah dan dengan sopan layaknya seorang tamu mereka pun mengucapkan salam.


" Assalamualaikum" ucap Grey dan Nisa bersamaan saat masuk ke dalam rumah Jannah.


Dan dapat di prediksi,kedatangan mereka tentu saja mendapatkan perhatian dari setiap mata yang melihat mereka.


" Coba kalian tanya Nisa jika tuduhan dan bukti bahwa benar adanya,jika Jannah yang kita kenal adalah seorang ja*ang yang rela menjadi wanita sew*an para pengusaha sukses, atau jangan jangan Nisa dan Dr Grey tahu soal ini tapi, mereka tak mau jujur pada keluarga karena mereka juga ada di pihak Jannah." ucap Miftah yang terlihat menggebu.


" Nisa, Grey apa benar yang dikatakan Miftah?" tanya Pak Karsa selaku orang yang dianggap sepuh di wilayah desanya.


" Apa hak Nisa membeberkan semua kejadian yang kami lewati bersama selama kami di Jakarta, dan apa hak dia menuduh yang di katakan calon istrinya layaknya penjahat?!!' ucao Nisa dengan tegas dan jarinya yang menunjuk ke arah Miftah.


" Sudahlah Nisa, kamu hangan coba-coba menutupi kenyataan yang ada. "ucap Mitfah terlihat kesal.


" Kamu itu aneh Mif, kamu yang di katakan calon suami Jannah dengan begitu mudah terpengaruh dengan berita yang belum tentu benar, jangan seperti ini caranya jika kamu mau menyelesaikan masalah dengan baik-baik, apa kamu mau di perlakukan begitu di permalukan di depan umum? " ucap Nisa dengan penuh arti walau cara bicaranya terlihat santai, rapi mengandung makna.

__ADS_1


" Apa maksud kamu? Jangan mengalihkan isu Nisa, saya tanya apa benar yang dikatakan pria yang ada di rekaman itu? " bentak Miftah


" Slow Boss..!! dia istriku, jangan seenaknya kamu!! " ancam Grey yang mendapati istrinya di bentak.


" Oke,apa mau kamu? apa tujuan kamu membuat keributan seperti ini? " tanya Nisa dengan lantang


" Aku ingin menyelesaikan masalah ini secepatnya, karena aku merasa di bohongi. " ucap Mitfah tak terima.


" Di bohongi, siapa yang bohong? disini, Jannah nggak pernah melakukan pekerjaan menjual d*ri,dia memiliki kemampuan publik speaking yang baik, jadi apa salahnya dia di bayar untuk menemani pengusaha untuk misal menghadiri pesta dia di bayar bukan karena dia plus plus.. " ucap Nisa dengan santai dan melirik suaminya.


" Apa buktinya dia nggak menjual d*ri?" tanya Sinta yang tiba-tiba menumbrung.


"Apa sih buat kamu minta bukti? Oke, Mas Aleek bisa kamu jelaskan. " ucap Nisa melihat ke arah suaminya .


" Baik, maaf saya salah satu yang pernah meminta bantuan Jannah.Kalian bisa lihat foto dan bukti saya bersama Jannah. " ucap Grey dengan cepat.


Kelakuan istrinya sungguh buat dia kaget, untung saja dia sudah punya bukti meminta pada Alex beberapa gambar yang terlihat Jannah menjabat tangan dengan beberapa orang dengan ada gambar sang mama juga dirinya.


" Jika dia plus plus tak mungkin di sana ada mama saya. " ucap Grey dengan pandangan yang sulit diartikan.


" Jadi,apa kalian puas dengan bukti itu dan apa sih,tujuan kamu sebenarnya Miftah? apa kamu menyembunyikan sesuatu pada Jannah sehingga kamu menyerang dia terlebih dahulu?" ucap Nisa dengan begitu tajam menusuk.


" Aku nggak ngerti maksud kamu? " ucap Miftah berusaha untuk sesantai mungkin.


" Sinta, maksud kamu apa berbuat begini pada kami, dulu kamu hancurkan hubunganku dengan Bagas dan sekarang hubungan Jannah dengan Miftah, kamu memang nggak punya perasaan yaa? tanya Nisa dengan lantang


" Jangan asal tuduh kamu Nisa?!! " kata Sinta tak mau di kambing hitamkan.


" Cha, apa maksudnya kamu ngomong gini, apa kamu tau sesuatu yang nggak gw tau? tanya Jannah melangkah ke dekat Nisa.


Nisa memberikan ponsel nya pada Jannah, karena sudah terlanjur dari pada Jannah di permainkan Nisa harus membongkar borok seorang Miftah yang di bilang kalem dan baik.


" Wahh... jadi kemarin kamu batal buat ketemu buat cari baju pengantin itu karena dia, wah.. hebat, kamu lempar batu sembunyi tangan. Memang aku mantan Escort girl tapi sekarang siapa yang buka jasa pl*s pl*s ..ternyata maling teriak maling. " Jannah memperlihatkan gambar dimana Sinta dan Miftah yang sedang makan di restaurant Jepang di Mall kemarin siang.


Semua yang melihat gambar itu menutup mulut tak percaya, betapa kejamnya tuduhan Miftah pada Jannah namun dirinya tak lebih baik.


" Itu... itu bu...


" Sudahlah lupakan, aku anggap kita selesai.. dan kamu Bagus Sinta adalah urusan mu, dan kalian semua bisa bubar.. " teriak Jannah yang sudah seperti kembali kesifat bar-bar nya.


Semua orang yang melihat itu langsung melayangkan menyumpah serpahnya buat Miftah dan Sinta.

__ADS_1


Sinta makin membenci Nisa, caranya untuk membalas dendam ,kini salah langkah dan harus menghadapi kemarahan Bagas.


Bersambung


__ADS_2