
Nisa masuk ke dalam rumah dan menuju meja makan ,terlihat Jannah sedang sibuk menyiapkan makanan yang dia masak.
" Sorry yaa... aku ambil ini tadi, jadi lama.. "
Nisa mengambil piring untuk tempat makanan yang Grey bawa.
Saat menata makanan di meja, Nisa di buat bertanya-tanya kenapa mendadak sahabatnya menjadi pendiam.
" Je.. kamu nggak papa?
Nisa menelisik ekspesi sang sahabat,begitu aneh Nisa rasa.
" Hahhh... oh, i.. iya aku nggak papa..Nis besok aku pulang ke kampung mungkin seminggu aku disana, karena seminggu aku nggak ada scedule pemotretan jadi, aku pulang saja lah.. kamu nggak papa kan kalau aku tinggal?
" Nggak papa, tenang aja.. besok kalau kamu mau berangkat jangan lupa lampu kamu nyalain semuanya yaa?
" Oke... ya sudah kita makan, kamu bawa apa itu?
Jannah mulai menetralkan pikirannya dan juga detak jantungnya yang beberapa saat lalu hampir copot karena melihat hal yang tidak pernah dia bayangkan.
Flash back on
" Nisa lama amat sih.. siapa juga tadi yang telpon, untung hampir kelar masakannya. "
Jannah asyik dengan kegiatannya memasak sampai masakannya selesai Nisa belum muncul juga dan akhirnya dia memutuskan untuk melihat ke depan rumah.
Jannah mengintip lewat jendela, dilihatnya di depan gerbang terbuka dan ada mobil terparkir pas di depan derbang, karena memang kontrakan mereka ada di dekat jalan buntu maka jarang sekali orang lewat disana.
Jannah kaget bukan kepalang melihat samar -samar saat sahabatnya sedang bercum bu dengan orang yang tak asing baginya, pria yang pernah menyewanya menjadi Escort girl dulu.
Jantung Jannah seperti mau copot dengan apa yang sahabatnya lakukan, syok.. itu yang dia rasakan dan sempat dia berfikir jika Nisa sudah kelewatan karena sudah mau dengan mudah dia menyerahkan tubuhnya buat di pegang-pegang pria sembarangan.
Namun seklebat bayangan, Nisa tak mungkin melakukan hal itu tanpa sebab,karena Jannah tahu Nisa bukan wanita gampangan.
Jannah yang sudah tak tahan melihat adegan yang vulgar itu, langsung memutuskan untuk masuk ke dapur, dia tak menyangka kalau melihat orang lain berbuat seperti itu saja biat dia gemetar syok.
Flasback off
Makan malam antara Jannah dan Nisa di lalui dengan canda dan obrolan ringan antara mereka.
Dilain tempat tepatnya di sebuah mansion keluarga Hermawan, kini Grey duduk dengan tenang menikmati makan malam nya bersama keluarga nya ,dan ternyata kakek suda mengundang keluarga dari Anggita.
" Aleek.. kakek senang kamu makan besama dengan kita malam ini, dan kakek sengaja mengundang keluarga dari Anggita untuk membicarakan pertunangan kalian."
" Uhuk.. uhukk.. uhukk
__ADS_1
Mendengar penuturan sang kakek, Grey yang sedang menikmati makanannya tersedak karena terkejut dengan keputusan sang kakek yang tidak pernah meminta persetujuannya.
" Minum nak...
Nyonya Catrine menyodorkan gelas yang berisi air minum dan menepuk nepuk punggung sang putra untuk menetralkan akibat kesedak.
" Terima kasih ma.., kek kenapa tidak ada yang menanyakan hal ini sama Aleek, maksud Aleek.. kenapa tidak ada yang bertanya pada Aleek setuju atau tidaknya Aleek dengan keputusan kakek"
Grey sangat kesal dengan keputusan sang kakek yang seenaknya, Aleek merasa marah dengan semua yang terjadi dalam hidupnya setelah sang ayah meninggal, karena sang mama yang hanya menantu dan tak bisa melawan lermintaan sang mertua yang sanga yg mama Catrine sayangi.
" Kali ini kakek tidak ma uuhh mendengar adanya penolakan !!
Ucapan tegas sang kakek membuat hati Grey kacau, dia meletakkan peralatan makannya dan langsung beranjak dari kursi makannya dan melenggang pergi tanpa mengganti baju yang sedari pagi dia gunakan.
" ALeek.. kembali nak.. Aleek mama mohon, jangan seperti ini... kembali dan duduk dulu sayang..!!
Mama Catrine mencoba mengikuti sang putra yang keluar dari mansion dan menuju mobil sport nya.
" Maaf ma, aku nggak bisa lama-lama didalam dengan orang yang tak pernah mau tau apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan"
Grey mendekat pada sang ibu dan mengecup keningnya, lalu dia mlangkah menuju mobil sport nya ,namun sevelun dia masuk ke dalam mobil dia berbalik menatap sang mama
" Aku tidur di apartement mam, jangan khawatir aku baik-baik saja"
Mama Catrine masuk kembali dan bergabung di ruang tengah, setelah menyelesaikan makan malam mereka.
" Aleek, kali ini sangat kelewatan Cat... dan kamu harus tegas!!
Tuan Hermawan yang sangat malu dengan tingkah sang cucu gmhanya bisa marah pada menantunya, dan di lain sisi Simone yang ada di sana melirik Anggita dari ujung kaki sampai ujung kepala sudah bisa menilai bagaimana karakter Anggita.
" Maafin Aleek pa, dia sedang lelah..besok aku akan menemuinya mencoba bicara baik-baik dengan dia. "
Kakek Hemawan hanya mengangguk anggukkan kepalanya tanda mengerti.
.
.
.
Disisi lain Grey yang punya keabiasaan kalau pikirannya kalut pasti ada rokok di tangannya dan bir kalengan di atas meja.
Pikirannya sangat kacau kali ini dan membuat mood nya hancur.
__ADS_1
Ingin dia memaki sang kakek dan berteriak jika dia sudah punya istri, namun belum bisa karena masih khawatir dengan nasib sang mama.
Banyak yang harus dia persiapkan untuk melawan sang kakek.
" Sedikit lagii... yahh.. sedikit lagi aku akan buat mama keluar dari istana sialan itu..!!
Gumam Grey saat mengingat sang mama yang memang harus terjadi menantu yang baik dan juga ibu yang melindungi anaknya.
" Kenapa mama nggak keluar dari keluarga papa?
" Tidak semudah itu nak, kakek akan menghancurkan segala usaha kita, bahkan bisnis kita."
" Kenapa papa harus pergi dulu mah, kenapa dia nggak berjuang "
" Papa sudah berjuang, tapi... pamanmu sudah memanipulasi semunya, walaupun kakek percaya pada papa mu dan tak biarkan Angkasa di pegang paman kamu, tapi.. banyak kosmnspirasi di dalamnya nak"
" Aku takut terjadi apa-apa sama mama"
" Kakek nggak akan apa-apa in mama selagi kamu jadi anak penurut. "
" Akan aku pastikan mama keluar dari sana dan pergi jauh, tak ada satu orangpun yang bisa nemuin mama"
Gumam Grey dan meraih ponselnya tertera dua pesan dari dua wanita yang penting dalam hidup nya.
π©My Wife
Mas ,sudah sampau.. jangan lupa sholat,makan,terus istirahat.. maaf ngantuk banget aku tidur duluan yaa..
Sweet Dream mas... ππππ
π©My Mom
Tidurlah, besok mama akan ke apartement,mama butuh Shopping sama kamu
π¨Me
Oke mom... jaga diri yaa...
π©Mom
Oke Son.. ππππ
Setelah melihat pesan kedua wanitanya,hati Grey mulai tenang dan beranjak dari duduknya untuk. membersihkan diri.
Bersambung
__ADS_1