
" I-ini nggak salah bang Togar, kantor ini milik suami saya? bukankah..
" Semua yang dimiliki tanpa pengetahuan keluarga Hermawan kecuali Papa Grey Almarhum yang sudah ikut membantu berdirinya G'V Company dan mengapa Grey memilih Jerman, karena disana adalah negara yang tak akan di jangkau kakek Hermawan, dan sekarang Angkasa Corp sedang terpuruk, Grey nggak mau Angkasa Corp bangkrut karena Angkasa Corp adalah impian papanya juga neneknya yang akan di turunkan pada ahli warisnya yang tepat." jelas Marvin
Nisa tak habis pikir suaminya yang terlihat sederhana, ternyata seorang Billioniare dan itu membuat Nisa tak percaya.
" Nyonya muda tolong sign surat kuasa, dan kita akan lanjutkan perjuangan untuk membuat Mr Grey kembali ke dalam G'V ARDINA Company." ucap Togar dan menyerahkan surat kuasa pada Nisa
" Ternyata kamu sudah mempersiapkan semua ini, dan melibatkan aku mas." batin Nisa dan membaca berkas yang dia pegang.
" Tapi, Nisa nggak bisa memimpin sebuah perusahaan." ucap Nisa dengan memang background pengalaman nya hanya sebagai sektretaris Grey di Angkasa Corp.
" Nyonya Muda jangan khawatir, saya siap membantu Nyonya." ucap Edward Collin dengan wajah yang terlihat dingin dan datar.
" Kita ada di belakang mu Cha." ucap Bagas dengan berusaha meyakinkan Nisa.
" Baiklah, setidaknya kak Jo dan juga Kak Marvin akan selalu ada bersamaku." ujar Nisa.
" Tentu Cha.. "jawab Jo dan Marvin bersamaan.
__ADS_1
Dan setelah berbagai pertimbangan,Akhirnya Nisa menandatangani berkas yang butuhkan untuk mengukuhkan dirinya menjadi pemimpin sementara G'V ARDINA Company.
" Saya akan segera susun semua dokumen yang kita butuhkan." ucap Togar dan dengan perasaam sedikit lega.
" Lalu saya sekarang harus apa? " tanya Nisa dengan bingun.
" Santai Cha, buat project yang sedang jalan ada di bawah pengawasan Edward dan aku, dan kamu ada tugas penting dari Grey dan sebentar lagi pasti akan kita terima, dan diharapkan identitas kamu pun di sembunyikan, hanya orang tertentu yang tahu." jelas Marvin, Nisa pun menyetujui.
Sementara di sebuah restaurant mewah, tengah terjadi pertemuan antara Grey dan juga Maria yang dikatakan adalah calon istri Grey, karena perusahaan ayah Maria yang akan berkerja sama dengan Angkasa Corp untuk bisa bertahan.
" Hai ,Grey.. apa kabar? " tanya seorang wanita cantik dan seksi.
" Hai.. baik, duduk lah" ucap Grey dengan senyuman samar.
" Hahaha... ayolah Maria, lo tau gw kan?" kata Grey dengan tawa renyahnya
" Anjirrr.. lo, gw kira lo udah berubah..!! Licik lo!! " umpat Maria dengan sifat Grey.
Maria adalah seorang anak pengusaha sukses di Indonesia setara dengan Angkasa Corp yaitu Darmawan Group.Dan Maria adalah teman Grey di masa putih abu-abu,bersama dengan Alex juga.
__ADS_1
" Ayolah.. lo nggak mau bantu gw, masa lo tega banget sama gw." ucap Grey dengan memeluk tubuh ramping Maria.
" Lo mau mati Grey??!! " bentak Maria pada Grey dan memukul dada Grey dengan sedikit keras.
" Hahahaha.... " Tawa renyah pun tak dapat di sembunyikan oleh Maria dan Grey.
Mereka dengan tenang akhirnya melanjutkan diskusi dan juga membuat berbagai kesepakatan, dan Grey pun berbicara dengan santai dengan Maria, sekali kali juga membahas masa sekolah mereka.
Setelah selesai dengan diskusi mereka dan makan siang bersama dengan penuh canda dan tawa mereka akhirnya kembali ke perusahaan mereka masing-masing.
Grey, akhirnya keluar dari ruang private restaurant tersebut. Maria tak segan-segan dengan bergelayut manja pada Grey, dan Grey pun tak masalah dengan kelakuan teman sekolahnya itu. Mereka keluar dari restaurant tersebut dengan tawa yang menghiasi obrolan mereka keluar dari restaurant itu.
" Mas Aleek..!! " teriak seseorang saat Grey dan Maria melintas di deretan meja di restaurant tersebut.
Grey yang mendengar suara yang memanggilnya, reflek menoleh pada sumber suara.
" Nisa...
Bersambung.
__ADS_1
Wahhhh.... Para readers ku tersayang gimana nih, Puasa nya lancar?
Ikuti terus ceritanya maaf jika slow up..