Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
#Jhon si kambing Nisa


__ADS_3

Suara Grey yang sangat menggema membuat Pak Broto dan Bu Broto mendengar penuturan Grey sangat kaget dan mendadak merasa takut, apalagi aura dari Grey terasa berbeda terasa sangat menyeramkan, begitu juga dengan yang lain tak percaya jika Grey yang terlihat selama ini lembut dan tutur kata yang lembut ternyata jika sisi lainnya sangat menakutkan.


" Grey kendalikan dirimu.."bisik Marvin menyentuh lengan sang sahabat


Grey seketika tersadar dengan apa yang dia lakukan, dia melihat ke arah sang istri yang terlihat sangat terkejut dengan perkataan sang suami.


" Maaf sayang.. pasti kamu pasti takut dengan suaraku tadi" ucap Grey dengan melangkah mendekati sang istri dan membawanya dalam pelukannya.


" Mas... sabar, itu yang selalu kamu bilang.. aku cuma kaget aja, kamu sudah lama nggak seperti ini.. buat aku khawatir.. hiks hiks.. " ucap Nisa dengan air mata yang sudah jatuh di mata nya.


" Ssssstttt... maaf yaa,jangan nangis lagi... " ucap Grey dan menghapus jejak air mata dan meniumi pucuk kepala sang istri.


.


.


" Pak ternyata mantu kita kalau marah nyeremin yaa..? bisik bu Marsih pada pak Karsa.


" Yahh... mungkin Aleek sudah nggak tahan dengan cibiran mereka, apalagi depan depan matanya " ucap Pak Karsa memang dia semat kaget dengan bentakan Grey yang terlihat menyeramkan.


.


.


" Begitu sayang nya Grey pada Nisa ..coba dulu aku bisa bersikap tegas dengan kedua orang tuaku,taka akan seperti ini " batin Bagas


" Menakutkan sekali Grey saat marah, aku harus hati-hati jika dia tau aku yang buat Nisa hampir mati ketabrak.. bisa tamat riwayat ku" batin Sinta.


" Gw tau Grey pasti sangat kesal dengan apa yang selama ini dia dengar,biar kapok tuh rentenir... sekalian aja tuh ..anak sama calon mantunya abisin kalo perlu.. " batin Jannah melihat ketakutan musuh besar mereka


.


.


Akhirnya Grey meninggalkan tempat itu dengan cepat Nisa menyusulnya.Dia tahu suaminya sudah menahan emosi sedari lama,namun dia tahan.


" Mas... kamu baik-baik saja? tanya Nisa memeluk tubuh suaminya dari belakang

__ADS_1


" Aku baik-baik saja sayangg... maaf yaa, aku nggak bisa mengendalikan kemarahanku" ucap Grey dengan tetap menatap lurus ke araj persawahan yang membuat hatinya tenang.


" Mas mau aku buatkan kopi? tanya Nisa dengan lembut.


" Boleh sayanggg...,kalau kamu nggak keberatan " jawab Grey mendudukkan bokongnya di sofa belakang rumah nya.


.


.


Nisa dengan cepat melangkah meninggalkan Grey dan membuat kopi buat suaminya itu.


" Angkasa Corp mulai goyang... kakek nggak akan tinggal diam " batin Grey


Pikirannya menerawang jauh membayangkan, Angkasa Corp jatuh.. namun di pastikan tak semudah itu, semua cara pasti akan di lakukan oleh kakeknya.


" Mas.. mas.. mas..Aleek !! tegur Nisa pada suaminya.


" Ehh.. Iya yang.. maaf, ada apa? kata Grey tergagap.


" Ng.. nggak ada cuma lagi kepikiran dua minggu lagi katanya akan ada mahasiswi magang di klinik.. makanya mas lagi mikirin " kilah Grey dengan natap


" Bener?.. nggak ada yang kamu sembunyikan dari aku? tanya Nisa melihat tingkah suaminya agak curiga.


" Beneran, kalau nggak percaya kamu tanya Marvin aja sayang... " ucap Grey dengan rasa percaya Nisa dengan cepat mengangguk tanda dia mengerti dan percaya.


.


.


.


Seminggu berlalu, Grey bersama pak Karsa ke pasar hewan memebeli Beberapa kambing untuk di pelihara. dan mereka membeli lima biang untuk peternakan mereka, kata pak Karsa untuk mengatasi rasa bosan.


" Wahhh.. pak banyak juga bapak beli kambingnya " ucap Nisa yang melihat mobil yang membawa kambing-kambingnya ke rumah mereka.


" Iya lah... tuh buat kamu, kalau kamu mau piara anggap saja kayak boneka beruang kamu" ujar pak Karsa menunjuk anak kambing masih sangat kecil.

__ADS_1


" Wahhh... pak mana ada beruang kecil gini, kayak kelinci... weiiisss...ada-ada aja" ucap Nisa dengan wajah yang senang melihat kambing kecil yang lucu.


" Itu bau sayang kenapa kamu peluk-peluk..? ucap Grey melihat tingkah Nisa yang menurutnya sangat menggemaskan.


" Issstttt.. sayang...aku mau kaish nama Jhon gimana bagus nggak namanya? tanya Nisa dengan memeluk gemas kambing itu.


" Halah...halah... kamu itu, kambing aja di kasih nama.. makanya cepet punya anak biar nggak cuma peluk-peluk kambing " ucap Jannah tiba-tiba duduk dekat dengan Nisa


" Apaan sih lo... anak.. anak.. nanti juga di kasih, namanya saja belum rejeki.. makanya doain aja semoga doa nya di qobul.. Aaaminnn.. " ucap Nisa dengan mencebikkan bibirnya


" Aaminn" semua orang meng amiini


.


.


.


" Ehh... bagaimana jadi nggak Nis? tanya Jannah ketika mereka ada di ruangan kerja mereka.


" Jadi apaan, kamu kalau ngoming tuh jangan setengah-setengah " cibir Nisa pada sang sahabat.


" Yah.. katanya kamu mau tegur Sinta karena peristiwa yang hampir menabrak kamu"


Ucapan Jannah membuat Nisa tercekat kaget karena memang dia ingin tau kenapa Sinta berubah menjadi sangat jahat padanya.


" Nanti aja lah.. " ucap Nisa malas.


" Ehhh.. iya katanya si Wati pulang trus kamu tau kalau dia mau magang di klinik Lho? ucapan Jannah membuat Nisa tersedak dan menyemburkan minuman yang sedang dia minum


Bersambung


Pengumuman


Besok akan ada Cerita terbaru dari Othor untuk kalian


__ADS_1


__ADS_2