Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
# Penolakan Grey


__ADS_3

Nisa melihat tingkah suaminya dan para sahabatnya membuat dirinya begitu pasrah, padahal dia ingin membahas tentang Angkasa Corp.


" Mas... aku mau ngomong serius sama kamu.. "ucap Nisa saat Grey menariknya masuk kedalam ruang kerjanya


" Oke.. sayang mau ngomong apa, bener ada dedek bayi disini? tanya Grey menyentuh perut rata Nisa


" Jangan terlalu berharap mas, baru juga kemaren haid.. walaupun cuma dua hari" ucap Nisa santai


" Yahh.. semoga sudah ada di sini ya.. nak.. " ucap Grey dengan mencium perut rata Nisa


" Ngaco !! orang aku aja baru selesai " ucap Nisa


" Yahhh... namanya berdoa, berharap nggak masalah kan? tanya Grey pada sang istri


" Mas, aku kesini mau ngomong... soal.. soal...

__ADS_1


" Soal apa, soal Angkasa Corp? serobot Grey membuat Nisa kaget karena mendengar pertanyaan suaminya.


" Mas... jadi mas udah tahu soal Angkasa Corp, trus kamu mau kan balik jadi bagian Angkasa Corp? tanya Nisa dengan antusias


" Nggak akan, mas nggak akan balik lagi kesana, apalagi setelah perlakuan kakek sama kamu.. " tolak Grey dengan wajah yang terlihat sangat serius.


" Mas, nggak boleh gitu.. mereka keluarga kamu.. jangan seperti ini, mereka butuh bantuan kamu saat ini" bujuk Nisa


" Sayanggg... mas nggak mau kehilangan kamu, dan mas nggak akan pernah ninggalin kamu, demi apapun, mas sayang dan cinta sama kamu.. mas nggak akan sanggup hidup tanpa ada kamu di sisi mas " ucap Grey terdengar bergetar saat mengucapkannya.


" Jangan pernah menyesali apapun yang kita putuskan sayang, kita tahu semua demi kebaikan semuanya, mas cuma ingin kakek bisa terima Simone juga, tapi.. mas juga ingin kakek tahu keputusan nya dulu tentang nasib ayah Simone dan papa nggak mau aku merebutkan apapun yang membuat mama juga orang yang aku cintai terluka" ungkap Grey dengan wajah sedihnya


" Aku belum tahu alasan apa yang sebenarnya,saat kamu memutuskan memilih bersamaku dari pada keluarga kandung mu sendiri" ucap Nisa dengan wajah yang masih melihat intent kearah Grey.


" Saat nya nanti kamu akan tahu, dan yang jelas.. aku memilihmu karena aku mencintaimu.. kamu tujuan hidupku, harta yang kita punya tak akan ada maknanya tanpa ada orang yang benar-benar amanah dan juga keluarga tak damai jika karena harta bisa saling bermusuhan " ucap Grey.

__ADS_1


" Udah jangan di pikirkan, mas sudah bilang Kak Tasya jangan pernah provokasi kamu untuk bujuk mas balik ke Angkasa Corp " sambung Grey


" Jadi.. mas, udah larang kak Tasya hubungin aku.. " ucap Nisa tak percaya.


" Aku nggak mau kamu terlalu jauh melangkah masuk keranah yang buat kamu dalam bahaya, ada saatnya nanti aku ceritakan sama kamu dan saat itu aku akan meminta kamu mendukungku" ucap Grey dengan membelai lembut pucuk kepala Nisa


" Haisstttt... percumah dong aku kesini tapi nggak ada hasil, atau gini aja mas... kamu kan banyak uang.. gimana kamu beli aja Angkasa Corp dan kamu bisa leluasa kan mengatur rencana untuk singkirin parasit yang ada di Ang kasa " usul Nisa dengan entengnya.


" Mas nggak butuh Angkasa Corp... dah nih mas kasih permen, biar mulut kamu kalau ngomong jangan asal oke??!! ucap Grey menyerahkan sebuah permen pada Nisa.


" Emang Nisa anak kecil.. ? yang bisa di bohongin cuma karena di kasi permen.. dasar bule Pea..!! umpat Nisa sambil menghentakkan kakinya dan melangkah keluar ruangan Grey


Grey yang mendengar umpatan Nisa hanya bisa tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya.


Bersambung

__ADS_1


Up nggak nih???


__ADS_2