Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
#Pembukaan Pabrik


__ADS_3

Disaat dua sahabat itu membahas dan mempertanyakan mobil yang mereka lihat ,pintu mobil yang mereka bicarakan terbuka dan menampakkan seseorang dengan tubuh tegap dan atletis, hidung mancung.


" Dia...!! seru kedua sahabat itu meninjuk siapa gerangan yang keluar dari mobil tersebut.


" Kak Alex ngapain dia disini... apa jangan-jangan "batin Nisa


" Tuan Alex.. bukan kah dia asisten Mr Grey, jangan bilang pabrik ini.. " batin Jannah


Nisa dan Jannah saling pandang dan senyum penuh arti.


" Selamat siang Tuan Muda.. " Sapa orang itu saat kakinya berhenti di depan Grey


"Heiii.. bro..!! ucap Grey dan dua orang itu saling tos ria ala laki- laki.


" Heii.. Vin..!! serunya pada Marvin


" Saudaraku Alex.. sehat bro?? " Marvin langsung memeluk Alex dengan senang.


"Alhamdulillah.. kalian baik-baik saja kan? ucap Alex melihat kedua sahabatnya.


" Yang kamu lihat gw baik-baik saja" ungkap Grey memberi pukulan kecil pada sahabatnya.


" Selamat datang Tuan Alex.. " ucap Jannah dengan senyum manisnya.


" Haii.. Jane.. terima kasih, kamu apa kabar? tanya Alex ramah


" Alhamdulillah aku baik, udah lama nggak ketemu.. nggak kangen sama aku? "kata Jannah dan mengedipkan mata dengan genit


Alex yang melihat tingkah Jannah dibuat kaget sementara kedua sahabatnya dan Nisa menahan tawa.


" Ma... maksudnya? ucap Alex terlihat gugup

__ADS_1


Jannah melangkah dan mendekati Alex seraya berbisik " Ikuti permainanku dan Nisa.. "bisik Jannah dengan senyuman miring


Alex melihat kedua sahabatnya memberikan isyarat setuju dengan Jannah.


" Sebenarnya ada apa ini, kenapa gw yang nggak tau apa-apa dilibatkan... sialan si Jane pake acara genit banget lagi sama gw.. "batin Alex keaal dengan keadaan yang sama sekali tidak dia mengerti.


Alex mengalihkan pandangannya pada Nisa yang disamping Sinta, padahal posisi itu tadinya Jannah namun Jannah langsung mengambil alih posisi nya


" Selamat datang Kak Alex.. " sapa Nisa ramah.


" Terima kasih Nona Muda.. apa kabar? tanya Alex ramah


" Ayolah kak, what wrong with you..? Kamu kebentur apa dijalan, sampe panggil aku nona muda.. aku Nisa si gadis desa.. bukan nona muda,apa kal Alex nggak kangen sama aku? ucap Nisa dengan mencebikkan bibirnya


" Astaga apalagi ini... Aleek nggak nhomong apa-apa lagi.. Sial banget..!! umpat dalam hati Alex


Alex melirik Grey dan menganggukkan kepalanya samar..


Alex dengan cepat memeluk Nisa dengan sedikit ragu, namun ada ide jahil untuk sahabatnya Grey..


" Kak Alex.. kakakku sayang.. " ucap Nisa penuh drama.


Grey melihat keisengan Alex mengepalkan tangannya dan menajamkan matanya. melihat wajah Grey yang berubah Alex buru-buru meleas pelukannya dan beralih pada Sinta.


" Selamat datang d oh desa kami tuan...maaf atas ketidak nyamanan ada barusan. .." ucap Sinta dengan suara sexy membuat Nisa dan Jannah saling pandang dan mengulas senyum penuh arti.


" Ohh.. nggak masalah, mereka orang terdekatku.. anda? kata Alex ramah


" Saya Sinta sekaligus sekretaris desa disini, kalau anda memerlukan sesuatu bisa hubungi saya" ucap Sinta dengan lembut dan Alex hanya memjawab dengan senyuman.


Alex lantas beralih keyang lain dan menyalami semua parangkat desa dan orang-orang yang dianggap sebagai orang yang disegani di desa.

__ADS_1


Saat nya tiba sambutan dari Alex yang mereka tahu adalah yang mempunyai pabrik tersebut.


" Selamat siang semua, terima kasih sudah menyambut saya dan rombongan sangat meriah dan juga sangat baik..untuk peresmian pabrik ini saya akan serahkan pada big boss saya dan juga rekan lainnya, untuk Mr Grey, Dr. Marvin dan Prof Jonathan yang akan melakukan gunting pita karena merekalah yang ada dibalik terbangunnya pabrik ini dan saya adalah Direktur pelaksana dari Pabrik ini.. terima kasih dan selamat siang.. "


Ucapan Alex sontak membuat kaget semua orang apalagi Nisa dengan wajah kaget mendengar kenyataan jika pabrik besar di desanya adalah milik suaminya.


Kini Grey yang ada di podium dan membuat orang terlihat tambah mengaguminya.


" Selamat siang semua... Alhamdulillah.. hari ini adalah hari bahagia saya sudah mewujudkan impian besar kami bertiga saya, Marvin dan Jo.. kami meneliti sebuah pohon yang disebut belalai gajah dan kebetulah di budi dayakan oleh tuan Bagas dan para warga disini, dan kami dengan senang hati menjadikan wadah mereka untuk lebih produktif, saya pun tidak tahu jika saya akan mendapatkan jodoh pula disini, istri saya Nisa Ardiana.. yang saya kenal kesan pertama saya dia sosok yang jutek ,keras kepala, ceroboh, namun banyak sekali kelebihan dari gadis desa bernama Nisa Ardina.. dia baik, penyayang, mandiri, dia selalu membuat saya nyaman walaupun kesan pertama dia memarahi saya habis habisan karena kenakalan saya, Thank's my Huny I Love so much.., thank's you dear..you are my rib and my breath forever..." ungkapan Grey membuat Nisa terharu dan tak terasa air matanya sudah menetes ketika terlihat Grey menghampirinya


Nisa yang melihat suaminya menghampirinya langsung menubruk tubuh kekar itu dan disambut dengan pelukan dan ciuman dari suaminya, moment itu membuat yang melihatnya tersenyum dan menangis haru.


Namu ada beberapa orang yang melihat dengan ekspresi berbeda seperti bu Broto dab Pak Broto juga Sinta menlihatnya dengan wajah tak suka dan Bagas yang melihat adegan itu tersenyum getir.


" Sudah ayo.. buruan gw pengen slonjoran" ucap Alex menyadarkan kedua orang yang sedang bucin sebucin bucinnya.


Akhirnya Grey, Jonathan dan Marvin menggunting Pita didampingi Bagas dan Alex.


" Untuk kalian semuu warga bisa nikmati hidangan di dalam dan untuk perangkat desa dan jajarannya bisa langsung ke kediaman pak Karsa untuk makan siang bersama kami.. " ucap Marvin di sela - sela kegiatan mereka.


Akhirnya para pegawai di balai desa dan tokoh penting juga ada Sinta dan Bagas ikut ke rumah pak Karsa. Rumah yang dulu mereka hina dan sekarang bagaikan Villa mewah dengan segala fasilitas lengkap disana.


Tak butuh waktu lama mereka sampai di halaman rumah Pak Karsa yang disambut oleh tuan rumah dengan baik dan dengan hidangan yang menggugah selera.


" Pak.. nggak salah ini rumah Karsa kok bisa sebagus ini, kita tanya mereka pakai pesugihan apa yuk? ucap bu Broto.


" Anda masih menganggap mertua saya pesugihan, dan menyebarkan isu mereka punya tuyul.. yang anda perlu tahu semua ini adalah hasil dari kesabaran mertua saya dan Allah memberikan mereka menantu yang setidaknya ingin mereka bahagia bukan menantu yang hanya bisanya melangkah atas dasar kemauan ibunya yang ambisi akan harta walau mendapatkannya dengan cara kotor" ucap Grey


Ucapan Grey membuat orang yang ada disana saling pandang dan salih bisik, Grey sudah tak tahan atas apa yang mereka lakukakan pada istrinya dan mereka membuat Nisa menangis, dia sudah berjanji jika dia akan membalas sakit hati Nisa dengan cara menyadarkan orang tersebut.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2