
Maaf buat para readers masih banyak typo betebaran.. maklum,kejar tayang... hehehe 😂
Maafkan othor yaa... othor cuma manusia biasa yang banyak salah..sering banyak typo.. 😅
Balek lagi ka Cerita Nok....??
Balik lagi ke Cerita yaa??
Balik maning meng Cerita yaa?
🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰
Sore hari, Nisa juga Bi Imah dan bi Atun memasak makan malam bersama.
Hari ini kebetulan cuaca hujan deras jadi Nisa dan para bibi membuat Soto ayam spesial buat menu makan malam mereka, ada perkedel kentang,emping, juga sambel yang juara bagi ketiga wanita itu.
Suara adzan berkumandang, tepat saat Grey sampai di rumah bersama Marvin yang ikut ke rumah Grey.
" Assalamualaikum "
Grey dan Marvin masuk ke dalam rumah, dan mereka mendengar tawa dari arah dapur.
" Kok sepi bro? " tanya Marvin saat mereka masuk dalam rumah
" Nggak tau pada kemana nih,mungkin di dapur sih.. " tebak Grey, karena dia tahu jam jam hampir makan malam pasti sang istri sebuk di dapur.
Benar saja saat mereka masuk dan menuju arah dapur terdengar tawa ketiga wanita beda usia, sedang asik ngrumpi soal masakan mereka.
" Wah.. wahh... pantesan nggak ada yang jawab salam aku, kalian lagi asik ngrumpi disini rupanya? tegur Grey yang sudah ada di ambang pintu dapur
" Ehhh... mas,udah pulang? maaf kami nggak dengar kamu pulang, Wa'alaikumsalam.. " ucap Nisa,dengan nyengir kuda dan menyalami suaminya.
" Yah.. gimana kamu denger, lagi asik ngrumpi..
Oh iya ini... kita ada tamu,sahabat mas juga.. yuk aku kenalin" ajak Grey menuju meja makan yang sudah ada Marvin duduk disana
" Bro.. kenalin nih.. Nisa istri ku, Nis ini.. sahabat ku namanya Marvin dia seorang model juga dokter sama kayak mas.. " ucap Grey mengenalkan sahabatnya.
"Haii ..Nisa.. salam kenal, aku orang tertampan di antero jagad ini, senang berkenalan dengan seorang Istri manusia kejam macam suami kamu."kelakar Marvin mengulurkan tangannya pada Nisa.
" Maaf kak, saya juga senang berkenalan dengan sahabat mas Aleek.. silahkan,anggap saja rumah kakak sendiri.. " ucap Nisa menangkupkan kedua telapak tanganya di depan dadanya dengan sedikit membungkukkan badan nya tanda hormat pada tamu nya.
" Iya.. nggak masalah kan, kalau aku nginep disini? tanya Marvin dengan melirik sang sahabat
" Nggak masalah, silahkan aja kak..semoga nyaman disini.. mas Aleek nanti bisa antarkan ke kamar tamu, kebetulan tadi Nisa sudah bersihkan " ucap Nisa
__ADS_1
Dengan cepat Grey mengantar Marvin ke kamar tamu dan dia segera ke kamarnya.
" Mas, air buat mandinya sudah Nisa siapin..trus bajunya ada di sini ya..? Ucap Nisa saat Grey sudah ada di dalam kamar mereka, Nisa melangkahkan kaki ingin keluar kamar.
Namun sebelum Nisa membuka pintu Grey menarik tangan Nisa dan memeluk tubuh istrinya, menghirup wangi yang menenangkan menurutnya.
" Tolong sebentar saja, aku ingin kamu tenangkan pikiran ku Sayang... " Mohon Grey dengan mengeratkan pelukannya.
" Mas.. sebaiknya mas mandi dulu, trus sholat magrib sebentar lagi udah abis waktunya,aku tunggu di meja makan..nanti mas bisa kan lebih leluasa cerita sama Nisa." ucap Nisa dengan berat hati Grey pun meng iya kan kemauan Nisa.
Saat ini Mereka sedang menikmati makan malam bersama, dan di meja makan mereka sudah tersedia menu menggugah selera, kehadiran Marvinpun menambah kehangatan rumah itu, dua bibi yang bekerja di tempat Nisa pun mereka ajak makan bersama satu meja.
Sepertinya Nisa tak membuat jarak antara dia dan para bibi dirumah itu, dan itu membuat Grey merasa beruntung punya istri yang tak pernah mebedakan siapa dan dari mana mereka berasal.Sementara Marvin melihat pribadi Nisa yang awalnya terlihat aneh dengan sikap dia menolak bersalaman dengannya, namun saat Grey menjelaskan dia kagum dengan Nisa, bukan sembarangan orang yang bisa dia sentuh. hanya mahrom nya saja yang bisa dia sentuh.
Dari situlah Marvin merasa bersyukur sang sahabat sudah menemukan orang yang selalu mendempingi kala susah ( menurut versi orang yang tak tau penghasilan Grey)
.
.
Setelah selesai dengan segala kesibukan sepanjang hari, Nisa masuk ke dalam kamarnya.Karena memang Grey masih bicara penting dengan Marvin, entah apa yang mereka diskusikan namun Nisa tak mau ambil pusing.
Jam 12malam Grey masuk ke dalam kamarnya, melihat Nisa yang sudah tertidur lelap,memandang wajah istrinya membuat hatinya merasa nyaman dan seperti terapi baginya, mendapat moodbooster tersendiri kala melihat wajah Nisa.
Saat Grey sibuk dengan kegiatan memandang wajah sang istri, dia di kejutkan dengan dering ponsel milik Nisa.
📞Bapak Calling..
" Bapak..??
" Yang... sayang..,Nisa.. bapak telpon " Ucap Gre membangunkan istrinya yang terlihat sangat lelap dalam tidurnya.
" Hoammm... eehh mas, kenapa? dengan mata yang masih terpejam Nisa dengan berusaha sedikit membuka mata nya.
" Bapak telepon.. mungkin ada yang penting" ucap Grey dan membuat Nisa langsung membuka matanya dan duduk dengan bersandar di kepala ranjang dan mengambil ponsel yang di sodorkan Grey.
" Assalamualaikum pak.., ada apa?
" Wa'alaikum salam ndok, maaf ganggu tidur kamu.. bapak cuma mau bilang kalau ibu masuk rumah sakit ndok.. "
" Hahhh... kok bisa pak, ya..udah pak Nisa segera pulang, tolong kabari Nisa terus ya√ pak..
" Ya.. besok aja kalau kamu mau pulang ,ini sudah malam.. "
" Emmm... iya. pak, ya udah Assalamualaikum
__ADS_1
" Wa'alaikum salam "
Nisa termangu setelah mendapatkankabar tersebut.
" Nis.. kenapa? ada apa sama ibu? tanya Grey setelah Nisa selesai dengan panggilannya
" Mas..besok aku minta ijin pulang ke Jogja boleh? ibu sakit" ucap Nisa dengan wajah khawatir nya.
" Ya udah sekarang kamu packing apa yang mau kamu bawa, sekalian punya mas.. " ucap Grey dengan nada lembut memberikan ketenangan di hati Nisa.
" Hahhh.. ma..mas mau ikut Nisa..? mas nggak bohong, trus nanti...
" Sudah jangan banyak pikiran, percaya sama mas.. nggak akan ada masalah yaa..? sudah sana, mas ke depan sebentar " ucap Grey langsung keluar kamar mereka.
Nisa masih terpaku dengan omongan suaminya " Mas Aleek mau ikut.. aduhh,gimana nih? tapi, apapun yang terjadi nanti aku akan hadapi berdua sama mas Aleek." gumam Nisa dan dengan cepat dia mengambil koper kecilnya segera packing.
Sementara Aleek keluar kamar dan menuju kamar Marvin.
Tok tok tok
Clek.
" Lo kenapa bro? diusir dari kamar? Tanya Marvin meledek sang sahabat.
" Sembarangan lo, tolong lo hubungi pilot pesawat pribadi milik kita,malam ini kita harus ke Jogja, ibu mertua gw sakit..Nisa udah kepikiran terus tuh.. " ucap Grey membuat Marvin melongo
" Woii.. cepet nggak pake lama..!! sentak Grey menepuk bahu sahabatnya.
" Heii.. dasar boss sinting,baru gw mau tidur nyenyak.. hadeuh.. nasib bawahan" gerutu Marvin
Namun segera Marvin mengurus semua keperluan Grey untuk ke Jogja.
" Nis.. udah selesai packing nya? tanya Grey melihat sang istri sedang utak atik ponselnya
" Udah mas, aku lagi cari penerbangan awal cuma penuh.. " keluh Nisa terlihat kesal
" Ya udah.. kamu sekarang siap-siap kita berangkat malam ini" ucap Grey dengan membelai lembut pucuk kepalanya Nisa
" Mas jangan bercanda? sergah Nisa memandang tak percaya penuturan sang suami
" Sudah cepat, mas minta tolong ambilin baju mas buat ganti.
" I.. iya mas, makasih.. " ucap Nisa dan memeluk suaminya dengan ekspresi wajahnya yang berbinar.
Nisa tak sadar dengan apa yang dia lakukan pada sang suami, namun membuat Grey tersenyum lebar melihat tingkah sang istri.
__ADS_1
B E R S A M B U N G