
Saat Grey mengungkapkan jati diri Nisa sebenarnya dan bertepatan dengan Simone dan juga Burhan di gelandang polisi.
Mendengar penuturan Grey, Burhan menjadi gelap mata, karena keserakahan dan kebenciannya pada Doddy papa Grey. Burhan dengan segala kenekatannya, merampas senjata milik salah satu petugasa dan mengarahkannya ke Grey.
"Tidak-tidak mungkin... Aaaaaa" teriak seseorang yang menggila mendengar penuturan Grey.
" Awas...!!! "
" Nisa..!!! "
Dor
Dor
Nisa yang melihat gerakan Burhan dengan cepat berteriak dan menjadi tameng suamninya, namun salah.. peluru itu sudah menembus tubuh seseorang yang ada di belakang Nisa.
" Sayang...?!
" Bagas...!!!
Bagaslah yang menghalau peluru di belakang tubuh Nisa, dan Burhan dilumpuhkan tangan dan kakinya.
" Bagas..?!!!
" Bagas, kenapa kamu lakukan ini? jangan senyum aku malas liat kamu senyum gitu ..hiks.. hiks...!! ucap Nisa dengan meraih tangan Bagas yang ingib menggapainya.
" Gas...!! " Grey mengecek luka tembak yang ada di tubuh Bagas
" Gw.. ga papa bro.. "ucap Bagas berusaha tersenyum
Sementara Nisa sudah nangis di samping Bagas, dan Grey dengan sigap menyuruh menyiapkan ambulans yang memang sudah stanby di Angkasa Corp.
" Jangan nangis la.. gi.., baha.. gialah, jaga ponakan ku dengan baik, maafin aku yang.. su.. dah buat.. kamu.. me.. na.. ngis..dulu.., ple.. se.. jangan... nangis.. Cha.. aku, sayang.. ka...uu"ucapan Bagas menghilang saat bersamaan mata Bagas tertutup
" No... Gas.. nggak lucu, gw maafin lo.. tapi, lo bangunnnnnn...!! Bangunnn.... Breng*ek...!!!! teriak Nisa dengan mengguncang tubuh Bagas yang sudah tak bergerak.
" Massss..... Cepat bawa Bagas ke Rumah Sakit..!!!! Cepattt....!!! kenapa semuanya diem aja... hahhhh...!!!!
Nisa sudah menggila dengan melihat keadaan Bagas,apalagi mengingat sebelum dia berangkat ke Angkasa Corp.
Flasback on
" Kenapa Cha.. lo perlu sesuatu? " tanya Bagas yang melihat Nisa bingung.
" Nggak, cuma perasaan gw nggak enak aja kok.. gw takut kalau...
" Nggak usah takut, ada gw buat lo... matipun gw rela buat lo... " ungkap Bagas dengan senyuman khasnya
" Ngaco lo..!! jangan sembarangan ngomong, gw getok Kepal lo..!! nggak gw biarin lo mati, lo harus nyenengin gw dulu,terutama ponakan lo ini..!! " ucap Nisa dengan menunjuk kearah perutnya
" Namanya takdir kita nggak ada yang tau Cha, rejeki, jodoh, maut..Allah yang nentuin, boleh gw pegang perut lo, terakhir Cha, sebelum ada Grey..?? " ucap Bagas dan diangguki Nisa.
Bagas dengan senyuman manisnya mengusap lembut perut Nisa, dan membisik kan sesuatu.
__ADS_1
" Lo ngomong apa ama anak gw, jangan yang enggak-enggak loh!! ucap Nisa dengan menepuk bahu kokoh Bagas.
" Lo curigaan banget sih, gw cuma kenalan sama anak lo, trus suruh jagain lo ,kan sebentar lagi nggak ada gw Cha.. " ucap Bagas dengan senyumannya dan mengusap kepala Nisa dengan lembut.
" Apaan sih lo, ngaco mulu ngomongnya.." ucap Nisa dengan pandangan tak terbaca.
" Apaan sih.. ngggak akan kenapa-napa Cha, gw janji lo sama Grey baik-baik saja." ucap Bagas yang terlihat wajahnya makin teduh bila di pandang
Flasback off
Kini......
Disinilah mereka di desa yang asri,penuh dengan hamparan sawah dan juga perkebunan. Di salah satu rumah yang besar,tubuh tak bernyawa terbaring di sana,lantunan ayat suci Al Qur'an terus terdengar, di ruamah besar itu dengan hiasan bendera kuning di depan gerbang rumah.
" Cha.., yuk?? sudah ..kita anterin Bagas nya yaa?? bisik Jannah pada sahabatnya.
" Kenapa begini Je, dia kenapa lakuin ini sama gw.." ucap Nisa lirih dengan pandangan kosong.
" Ayo ..Cha kasihan Bagasnya, kalau kamu terus begini, ikhlasin semuanya." ucap Jannah berusaha membimbing Nisa ke sebuah kursi.
Sementara saat Nisa sudah bisa di bujuk, dengan cepat para warga membantu membawa jasad Bagas untuk di kebumikan. Grey dan para sahabatnya pun sibuk dalam pemakaman Bagas,Bu Marsih.. tak kalah terpukulnya dengan kepergian Bagas.
Flasback on
" Bu, maafin Bagas yaa... sudah kecewain ibu sama bapak, Bagas Janji akan lindungi Nisa sampe Bagas Mati." ucap Bagas saat menyalami kedua orang tua Nisa saat pamit ke Jakarta bersama Nisa
" Husss... jangan sembarangan ngiming kamu, kita semua sudah maafin kamu, lagian namanya bukan jodoh Gas.. tapi, kamu tetep kami anggap anak terlepas bagaimana sikap orang tuamu dulu, pokoknya harus selalu sehat kamu" ucap Bu Marsih.
Entah kenapa hati bu Marsih tak tenang, saat Bagas dengan gamblang berbicara padanya untuk melindungi Nisa. Setiap hari Bu Marsih memastikan keadaan Bagas dan Nisa.
Flasback off
Sementara Nisa yang sedari tadi susah untuk diajak pulang, dan ternyata malah pingsan. Akhirnya dia langsung di bawa ke rumah nya.
Seminggu sudah Nisa berdiam diri di kamarnya, dia masih menyalahkan dirinya sendiri dengan kematian Bagas.
" Sayang... makan dulu yah, dari beberapa hari ini kamu makannya sedikit, kasihan twins nya." ucap Grey berbicara selembut mungkin pada Nisa.
" Aku nggak lapar Mas." Jawab Nisa singkat.
" Sayang.. kamu jangan seperti ini terus, pasti Bagas kalau tau kamu gini juga sedih, ponakan dia nggak kamu perhatiin, Inget.. di dalam perut kamu ada dua nyawa anak kita,jadi..so please jangan egois..!! " ucap Grey dengan suara yang sedikit meninggi
" Mas Bagas...
" Bagas meningga km. karena takdirnya, dan kita sudah berusaha semampu kita, kamu ingat kita sudah bawa ke rumah sakit dan memberikan pernanganan sebaik mungkain, aku, jojo, Marvin juga ikut membantu menyelamatkan nyawanya, Kita bukan Tuhan Nis... kalau kamu begini terus, kamu menyalahkan Tuhan atas takdirnya." ucap Grey dan langsung beranjak dari diduknya dan berlalu dari kamar mereka.
.
.
" Masih belom mau makan? " tanya bu Marsih dan di jawab gelengan lemah dari Grey.
.
__ADS_1
.
" Massss....!!! massss..!!! Ibu,bapak..!! tolong Nisa..!!! " jeritan Nisa mengagetkan semua orang yabg sedang berkumpul di ruang tengah
" Nisa..!!!
Semua tersentak dan berhamburan ke dalam kamar Nisa. Disana melihat Nisa dengan jeringat dingin, meringis memegangi perutnya dan terlihat cairan bening mengalir dari pahanya.
" Astaghfirullahal'azhim, kamu mau lahiran sayang, Marvin bantu gw...!!! teriak Grey berusaha untuk tenang.
Tak butuh waktu lama mereka sampai di klinik mereka dan Marvin di bantu Wati dengan sigap menolong Nisa lahiran, sementara Grey setia disamping Nisa memberikan semangat ,dan kata cinta untuk istrinya.
Dua Jam setelah bertarung nyawa Nisa berhasil melahirkan bayi kembar yang ganteng dan cantik.
" Selamat ya.. Cha..akhirnya anak kalian berdua lahir dengan selamat" ucap Marvin
" Terima kasih kak,terima kasih buat semuanya" jawab Nisa dengan memandang haru orang-orang disekitarnya.
" Terima kasih sayang, sudah melahirkan mereka dengan selamat, momm yg hebat.. pasti mereka bangga sama mommy." ucap Grey dengan menciumi nya dengan bertubi-tubi.
" Sama sama Dad, maafin aku yang sempat egois kemarin, takdir itu tak semua nya indah kan, tapi.. Allah tahu apa yang kita butuhkan bukan serta merta selalu berlatokan dengan apa yang kita inginkan." ucap Nisa dengan penuh ketulusan.
" Alhamdulillah mommy tambah pinter" puji Grey dengan mengusap punggung tangan Nisa.
" Hehh.. iya, ini cucu mama mau di kasih nama siapa Red, Yellow atau siapa nih? "tanya mama Catrine dengan penuh canda.
" Kaya lapis aja warna warni besan..hahaha " timpal Bu Marsih tak kalah konyol dengan candaan mereka.
" Kalau jagoan Daddy namannya Devan Maleek Gylovni dan princess daddy Davina Putri Gylovni. " jawab Grey
" Gylovni? apan tuh? "tanya Mama Catrine
" Grey Love Nisa" jawab Grey dengan menaik turunkan alisnya.
" Hahahaha... Bucin..!!! "
Ucap mereka yang mendengar penuturan Grey yang memang, dari awal sudah bucin pada Nisa.
Setelah melahirkan dan Sehat-sehat, mereka memutuskan untuk menetap di Jerman,menjalankan G'V Company dan membawahi Angkasa Company. Angkasa Company sekarang di percayakan pada Alex dan juga Tasya sebagai orang kepercayaan Grey, sementara Usaha di Desa Klinik di serahkan pada Jojo yang ternyata akan menikah dengan wati.
Sementara Jannah dan Marvin ikut ke Jerman bersama Grey dan Nisa, Marvin dan Grey memiliki Rumah Sakit disana sementara Marvin menikahi Jannah.
Mama Catrine tetap di rumah penuh kenangan keluarga Hermawan dengan merawat kakek Kamal yang sudah pasrah karena nasibnya. Ibu sama Bapak nya Nisa kini jadi orang yang terkenal dengan sifat baiknya, sementara bu Broto dan pak Broto yang sudah Insyaf ikut membantu usaha mereka.
Semuanya hidup damai, dengan masa lalu yang telah mereka lewati, tak ada rasa dendam dan rasa ingin membalas dendam, Orang tua Bagas sudah menjadi bagian keluarga besar Greyvin Maleek.
...Tamat...
Terima kasih atas partisipasi nya selama ini. kalian semua bisa nikmati cerita lainnya di. lapak puspa Arum .Ada yang baru nih...
__ADS_1