Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
# Suka Apem nggak suka naga api


__ADS_3

Nisa memikirkan apa yang di katakan Grey soal Maria, dia tak percaya begitu saja. Nisa melihat Maria yang begitu cantik dan sexy.


" Kok bengong sih, hayoo.. mikirin apa? masih mikirin aku sama Maria? " tanya Grey dengan menyentil kening Nisa pelan.


" Aissttt... sayang mah, aku belum percaya aja mas,Maria wanita yang cantik kenapa dia harus jeruk? ehhh... maksudnya masak dia sukanya apem, dia kan punya apem masa nggak suka naga api mas? " tanya Nisa dengan banyolannya yang terkadang memang absurd.


" Hahaha... kamu bisa aja, iya.. dia sukanya apem emang kamu, sukanya naga api punya ku.. hahaha." ledek Grey dengan menarik gemas hidung mancung Nisa.


" Ihhhh.. jangan sampe dia suka naga api punya mu, naga api mu sudah di HAKI ya..mas.Hanya punya eike.. " ujar Nisa dengan mencolek genit dagu suaminya.


" Ada aja kamu, mas tadi bawa nasi goreng.. kamu laper nggak? " tanya Grey dengan mengusap punggung tangan Nisa.


" Mas selalu tahu apa yang Nisa butuhkan, Nisa laper.. dari tadi, Nisa kepikiran sama kamu juga Maria sampe nggak doyan makan, tapi.. denger Maria sukanya apem dari pada naga api, Nisa mendadak laper." kilah Nisa dengan menampakkan senyum lebarnya.


" Bisa aja kamu, oke.. mas suapin atau makan sendiri? " tanya Grey dengan cepat membuka bungkusan nasi goreng yang dia bawa.


" Hemmm.. suapin??? " ujar Nisa dengan suara manjanya.

__ADS_1


" Kumat manjanya nih.. Mom,oke daddy mah baik.. jadi nggak usah khawatir daddy akan suapin kalian bertiga." ucap Grey dengan cepat menyendok nasi goreng nya dan men G'V arahkannya pada mulut Nisa.


Dengan senang hati Nisa menerimanya, karena memang itu salah satu yang dia rindukan, bermanja dengan suaminya yang berpisah sementara.


Setelah menghabiskan makanan yang Grey bawa, Nisa sudah terlihat menguap.


" Ngantuk? sini bobo.. mas akan nungguin kamu tidur.. " ucap Grey dan dengan pelan dia membantu Nisa berbaring si brankar dan menyetel nya dengan kenyamanan Nisa.


Grey dengan mengusap lembut perut Nisa dan mencium wajah istrinya, tak lupa juga perut sang istri yang tinggal menghitung hari untuk melahirkan.


Perlakuan Grey pada Nisa memabuat Nisa dengan cepat tertidur pulas.


Cklek..


" Jannah, dari kapan lo datang?"tanya Nisa melihat Jannah keluar dari kamar mandi.


" Baru saja, kenapa Cha? tanya Jannah balik.

__ADS_1


" Ahhh.. emm apa lo lihat mas Aleek waktu kamu masuk?" tanya Nisa dengan rasa penasaran


" Hahh.. Grey, nggak ada.. gw liat lo tidur dengan pulasnya bahkan saat tidurpun gw lihat lo senyum-senyum." ujar Jannah


" Masa sih, tadi malam mas Aleek kesini Je." ungkap Nisa pada Jannah


Jannah terkejut dan tidak menyangka jika apa yang Nisa katakan semoga saja benar, bukan sekedar mimpi indah Nisa.


" Trus Grey ngomong apa, lo tanya soal perempuan yang sama dia di restaurant? " tanya Jannah dan dengan cepat Nisa mengangguk.


" Trus Grey bilang apa? " tanya Jannah lagi.


" Hufft... ternyata mereka sudah berteman dari SMA dan ternyata Maria suka apem nggak suka naga api Je." terang Nisa dengan wajah berseri


" Hahh.. apalagi tuh apem, naga api, istilah apa sih? gw bukan Grey yang selalu tau omongan aneh lo itu, heran gw padahal gw sahabatan sama lo dari orok tapi, kadang omongan lo nggak nyangkut di otak gw, trus kenapa Grey bisa sih tau gitu omongan absurd lo." ucap Jannah heran dengan pasangan yang aneh menurutnya.


" Aiihhhh... Nurul Jannahhhhh... wah wah wah, ni yaaa... gw kasih tahu Maria itu Jeruk makan jeruk trus kalau naga api itu bocil kesayangan aku yang sangat pintar, buktinya dia udah ngasilin ini.. lo lihat perut gw buncit karena bibit premium si naga api.." cerocos Nisa tanpa jeda dan istilah yang di katakan Nisa membuat Jannah diam tanpa kata.

__ADS_1


Jannah tak habis pikir otak mesum sahabatnya meningkat tinggi semenjak menikah dengan Grey, Jannah hanya bisa tepok jidat menanggapi ke meseuman sahabatnya.


Bersambung


__ADS_2