Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
# Grey Datang


__ADS_3

Nisa memjamkan matanya, sambil terus berzikir,menenangkan hati nya yang gundah.


Namun, dalam dia memejamkan matanya dan dzikir yang terus dia lantunkan dalam hati, indra penciumannya menangkap sesuatu yang membuat hatinya berdebar,mencium wangi yang begitu familiar baginya.


" Nggak mungkin dia ada disini,dia tadi terlihat bahagia saat bersama wanita itu." batin Nisa dan tak sadar jika lelehan air matanya jatuh dari sudut matanya


Wangi yang terlihat nyata, semakin menusuk penciumannya. Semakin sakit hati Nisa,semakin rindu mendera batinnya. Benci pun tak bisa.


Terasa mimpi indah menderanya, dia merasakan sentuhan dingin di keningnya dan sentuhan hangat sebuah tangan di atas perut besar nya.Ingin dia menangis yang keras saat tersiksa rindu sampai terbawa mimpi.


" Nggak kangen sama mas yah, kok tidur terus? " suara bariton yang terdengar sangat dekat di telinga Nisa.


Rasanya ingin membuka mata namun, takut kecewa.


"Twins, nggak nakal kan.. jadi anak yang baik yaa? " suara itu lagi yang terdengar, dan sentuhan lembut di atas perut besar Nisa.


Nisa tak tahan lagi dengan rindu di dalam dadanya,dia mencoba untuk membuka matanya,memastikan apa yabg dia rasa dan juga dia dengar.

__ADS_1


Saat terbuka matanya dengan sempurnya, terlihat wajah orang yang selama dua minggu dia rindukan.


" Ma... mas Aleek? ini, benar kamu? aku nggak mimpi kan? " pertanyaan yang bisa membuat yang mendengarnya tertawa karena ke polosan Nisa.


" Hahaha... sayang, akhirnya bangun juga.. kirain nggak mau lihat mas? ini nyata sayang, ini bukan mimpi.." ucap Grey yang sudah duduk manis di samping brankar Nisa.


" Mass... Nisa kangennnn.. pelukkk..!!! " ucap Nisa dengan suara manjanya dan dia pun masih mengeluarkan air matanya.


" Uluh uluhhhh... mommy utun kangen sama daddy?!! " goda Grey yang melihat istrinya yang jarang sekali manja.


Grey dengan cepat memeluk istrinya yang sudah dia rindukan setiap harinya.


" Sssttttt... oke, soal yang tadi siang mas minta maaf yaa? mas nggak mungkin menemui kamu, karena di sana ada orang-orang nya Simone, trus kenapa mas bisa kesini karena mas sudah nggak tahan pengen peluk kalian." ucap Grey menciumi tangan sang istri.


" Tapi.. mas kok kurusan, trus ini kenapa nggak di cukur jenggotnya, lihat nih.. kantong mata mas juga kelihatan hitam,mas kenapa jadi gini sih..? ucap Nisa dengan menunjuk kearah wajah Grey dan menyeludik penampilan suaminya yang terlihat tak terurus.


" Heiii.. heii.. heii, sayang.. mas okey kalau kamu okey, tapi.. ini memang salah mas,sudah melibatkan kamu dalam permasalahan keluarga mas yang bisa dibilang rumit." ucap Grey menatap Nisa dengan sendu.

__ADS_1


" Mas nggak salah, Nisa kan istri mas.. apapun yang terjadi sama mas, Nisa akan selalu mendukung mas, walaupun nyawa taruhannya." tutur Nisa dengan membelai lembut rahang kokoh suaminya yang sekarang terlihat dibiarkan tak terurus.


" Terima kasih, sudah mau jadi istri yang baik.. dan juga mau mengadung buah cinta kita, mereka yang akan melengkapi kebahagiaan kita sayang." ucap Grey dengan mencium perut buncit Nisa dengan bertubi-tubi.


" Mas, soal G'V ARDINA Company Nisa sudah mulai masuk ke sana,sesuai apa yang mas mau, dan sekarang Nisa jadi orang kaya raya..Hahaha,makasih mas... Nisa nggak nyangkan kalau suami Nisa yang dingin, datar, kejem tapi mesum kalau sama Nisa, ternyata orang kaya raya,dan mas kalau macem-macem harta mas buat Nisa semua." cerocos Nisa dengan begitu antusiasnya.


" Hahaha... itu hak kamu sayang, dan sekarang emang mas jadi orang miskin.. semua yang mas punya sudah mas serahkan sama Nisa, jadi mas hanya Dokter yang lagi cuti, trus nggak punya apa-apa hanya numpang makan di rumah Hermawan." ungkap Grey dengan tawa yang menghiasi obrolan itu.


" Hahh... tapi, Nisa nggak mau punya uang banyak tapi, nggak bahagia.. karena Nisa lebih bahagian hidup sederhana sama mas."terang Nisa.


" Terima kasih sayang, aku akan selalu mencintai kamu dan twins" ucap Grey dengan mengusap wajah Nisa.


" Tapi, kenapa mas mau menerima permintaan kakek buat sama Maria? " Tany Nisa dengan raut wajah sedihnya.


" Heiii.. siapa bilang, aku sama Maria nggak akan pernah nikah, kami sudah tau masing-masing. Lagi pula Maria sudah tau aku punya kamu, dia nggak akan pernah bisa juga sama pria lain karena dia sudah cinta mati sama Asistennya." ungkap Grey dengan mengusap punggung tangan Nisa.


" Hahhh... bukannya..

__ADS_1


Mendengar penuturan Grey,Nisa tentu saja terkejut karena mendengar fakta yang sangat membuatnya syok.


Bersambung


__ADS_2