
Waktu berganti dengan cepat, Kini Nisa sudah kembali beraktifitas seperti biasa sesuai scedule yang di berikan Edward selama Nisa menggantikan Grey di G'V ARDINA Company.
Sementara di Angkasa Corp Grey bergerak cepat untuk menstabilkan keadaan perusahaan yang hampir ambruk itu.
Semua berkat Alex dan juga Tasya yang membantu nya untuk mencari bukti kecurangan yang di buat Simone dan Burhan.
" Permisi Mr. Grey, ini semua dokumen asli beberapa project yang dananya di gelapkan oleh Tuan Simone." ucap Tasya saat masuk kedalam ruang kerja Grey.
" Terima kasih Tasya, saya bersyukur kamu masih bertahan disini,walaupun mereka membuang kamu di bagian gudang admin." ujar Grey pada mantan sekretaris nya itu.
" Tidak masalah Mr Grey, semua ini saya lakukan juga atas budi baik papa Mr Grey yaitu Mr Doddy Hermawan, beliau sudah baik pada saya juga keluarga saya." ungkap Tasya dengan wajah yang berubah sedih.
" Minta doa nya buat papa yah Sya, beliau cuma butuh doa dari orang-orang yang menyayanginya." ucap Grey
" Grey, ini dokumen kerja sama dengan G'V ARDINA Company." ucap Alex menyambut dokumen yang di pegang oleh Alex.
__ADS_1
Ceklek.
" Aleek boleh kakek bicara?" tanya Kakek Kamal Hermawan.
" Kalian bisa keluar, nanti kalau ada yang penting akan saya hubungi." ucap Grey pada Tasya juga Alex.
Grey melangkah menuju sofa yang ada di ruangannya dan mamandang sang kakek.
" Grey apa benar perusahaan Darmawan mudur untuk menyuntikkan dananya pada Angkasa Corp?" tanya kakek dengan wajah yang terlihat kusut.
"G'V ARDINA Company seperti nya itu adalah perusahaan asing, dan besar di Jerman setahin ini membuka cabang si Indonesia ,apa benar begitu Leek? " tanya Kakek
" Benar, dam sekarang di handle oleh ahli warisnya. Tapi, aku tak yakin kalau kakek menyetujuinya tentang persyaratan mereka." ucap Grey melirik kearah sang kakek
" Apa yang mereka mau?" tanya kakek akhirnya.
__ADS_1
" Mereka ingin aku menikah dengan nya,karena Aleek tahu kakek nggak akan pernah setuju dengan pilihan Aleek, maka Aleek menolak kerja sama itu." pancing Grey melihat gelagat sang kakek.
" Akusisi ,kalau begitu..dia wanita single seandainya kamu menikah dengannya, tentu sama saja kita punya kesempatan besar untuk berdiri tegak, bahkan kamu akan punya perusahaan lain dengan level internasional Leek, benar begitu? kalau kejadian nya seperti itu, kakek akan setuju kamu menikaha dengan nya, kalau urusan istrimu itu biar kakek yang akan menghandle." ucap Kakek dengan senyuman penuh dengan rencana.
" Urusan Nisa serahkan sama Aleek kek, kakek nggak perlu berbuat apapun yang membahayakan anak Aleek." ucap Grey dengan suara yang dingin .
" Baiklah, lakukan yang terbaik. Dan jangan kecewakan kakek." ucap kakek dan langsung beranjak dari tempat duduknya dan berlalu pergi dari ruangan Grey.
" Kalian hanya bisa seenaknya saja,jerih payah nenek dan juga papa tak ada artinya buat kalian, kakek sampai tahap ini pun kakek tak ada niatan berhenti berbuat serakah." gumam Grey.
Dengan cepat Grey memberitahukan informasi pada Marvin dan juga Togar, langkah apa yang akan mereka lancarkan.
Semua dokumen yang dibutuhkan untuk membongkar borok penggelapan dana yang di kendalikan Burhan dan juga Simone.
Untung saja Tasya sempat mendengar dimana Dokumen rahasia itu disimpan. Dan dengan bantuan Tasya, Alex dan dua bodyguard nya serta dalam pengawasan Ayah Alex orang kepercayaan sang papa,mereka berhasil mengambil dokumen yang di sembunyikan si sebuah brankas oleh Burhan.
__ADS_1
Bersambung.