
Pikiran Nisa sudah langsung blank,dan pandangannya tiba-tiba kabur, dan dia jatuh tak sadarkan diri.Untung saja saat itu Nisa menerima telp dengan duduk di sofa.
Semuanya langsung panik dan segera manggil Marvin untuk memerikasa keadaan Nisa.
" Bagaimana Vin, keadaan Nisa gimana?" tanya Bu Marsih yang khawatir dengan keadaan sang putri.
" Nggak papa bu, doakan semua baik-baik saja. Hanya tadi, kemungkinan Nisa syok saja."ucap Marvin yang mencoba menenangkan Bu Marsih.
" Syukurlah, sebenarnya tadi Nisa sedang ngapain Je? " tanya Bu Marsih pada Jannah.
" Jannah juga nggak tau bu, cuma tadi.. Nisa dapet telepon .Tapi, aku nggak tahu siapa yang telepon." ungkap Jannah.
" Bisa liat ponsel Nisa Je, coba aku mau tau siapa yang telpon." ucap Marvin
Jannah memandang bu Marsih, dan bu Marsih mengangguk pada Jannah, dan akhirnya Jannah memberikan ponsel Nisa pada Marvin.
Marvin mengecek daftar panggil dan ternyata private.
__ADS_1
" Kita tunggu Nisa sadar, biar dia istirahat sebentar. Dia butuh istirahat, sepertinya dia beberapa hari ini kurang tidur juga." ucap Marvin dan di setujui Jannah dan bu Marsih.
" Pasti ini ada kaitan kepergian Grey dalam keluarganya lagi, Grey... gw bakal selalu jaga Nisa buat lo, dia sudah gw anggep kaya adek gw sendiri juga. " gumam Marvin saat memantau perkembangan Nisa.
Tak lama Nisa pun bangun dengan masih memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing.
" Auhhh... mas Aleek.. " ucapan Nisa terdengar lirih namun Marvin yang masih terjaga langsung menghampiri Nisa.
Memeriksa keadaan Nisa dengan teliti.
"Cha... are you okey? " tanya Marvin terlihat khawatir dengan respon Nisa
" Pasti, kakak pasti akan bantu kmu Cha..apa yang bisa kakak bantu buat kamu Cha? " tanya Marvin dengan lembut dan duduk dikursi dekat dengan tempat tidur Nisa.
" Kak..mas Aleek.. dia mau nikah lagi.. hiks hiks.. " ucap Nisa dengan deraian air mata
" Cha, itu nggak akan mungkin ..karena ak Uhhh tau betapa dia cinta dan sayang sama kamu Cha. " ucap Marvin mencoba untuk membesarkan hati Nisa.
__ADS_1
" Tapi Kakek....
" Kakek, apa yang kakek katakan? jadi, yang buat kamu jatuh pingsan karena kakek, dia ngomong apa saja sama kamu? " tanya Marvin merentet.
" Kakek, bilang ke Nisa kalau mas Aleek akan menikah dengan Maria, dan menceraikan aku kak." ucap Nisa dengan tangisan masih mewarnai pembicaraan mereka.
" Nggak akan Nis, dia selalu memanfaat kan Grey.Untung papa Grey sudah beramanat supaya dia bisa membuat kakek sadar, kalau tidak sudah lama kita buat bangkrut Angkasa Corp.
Oh iya... Nis,Grey pernah berpesan sesuatu ke kamu? " Kata Marvin
" Astaghfirullahal'azhim... Nisa lupa kak, mas Aleek pernah bilang kalau aku suruh hubungi pengacaranya namanya bang Togar dan harus sama kakak juga bang Jojo." ucap Nisa
" Oke, aku hubungi Togar dan aku harap kamu persiapkan diri,kemungkinan kita harus ke Jakarta karena akan lebih mudah untuk mengatasi masalah Grey dengan keluarganya yang super sint*ng itu." ungkap Marvin dengan wajah yang kesal.
" Ya kak, apapun yang terbaik buat mas Aleek,Nisa akan lakukan." ucap Nisa dengan tangisan yang sudah mereda dan sudah merasa lega.
" Aku hubungi Togar juga Jojo, supaya kita ketemu dan membahas semuanya." ungkap Marvin
__ADS_1
Setelah sepakat dengan Nisa, Marvin menghubungi Togar dan juga Jojo supaya mereka bisa membahas apa yang diinginkan Grey, dari Togar pasti ada sebuah petunjuk untuk bisa membebaskan Grey dari kelakuan licik Kakeknya juga sepupunya.
Bersambung