Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
# Rawat Inap


__ADS_3

Wahhh... alhamdulillah sebentar lagi sudah sampai ujung dari cerita ini, terima kasih sudah mendukung Othor sampai cerita ini selesai, othor nggak mau memperpanjang episode ceritanya..takut nantinya terlalu memaksakan jadi kita sudahi ceritanya, tapi.. jangan khawatir othor akan trus nulis Insyaallah nanti akan ada trus cerita baru dari othor....


Cerita ini tinggal beberapa bab lagi, jadi.. jangan lewatkan sampai akhir cerita nya....


Yang Akan rilies bulan ini



Kalian bisa kepoin ceritanya di tanggal 15/04/22 ini...


Happy reading.. 📖📖


Setelah menunggu waktu yang tak begitu lama, Nisa di tempatkan di ruang rawat VVIP.


Di brankar Rumah Sakit Nisa kini terbaring lemah. Jannah terus dengan setia disamping sang sahabat, menunggunya sampai sadar.


" Cha, bangun dong.. jangan bikin gw khawatir, bilang sama gw apa yabg lo rasain." ucap Jannah menggenggam tangan halus sahabatnya.


" Euhhhh.. ssstttt" rintihan dan lenguhan terdengar, Nisa berusaha untuk membuka matanya.

__ADS_1


" Cha.. lo udah sadar,sebentar gw panggil dokter yaa? " ucap Jannah dan menekan tombol yang ada di dekat brankar.


Dengan cepat seorang dokter dan juga suster masuk kedalam ruang rawat Nisa.


" Dok.. saudara saya sudah siuman." ucap Jannah memberikan akses buat dokter memeriksa keadaan Nisa.


Dokter dengan masih memeriksa keadaan Nisa dengan sigap.


" Gimana dok? " tanya Jannah saat melihat Dokrer sudah selesai memeriksa keadaan Nisa.


" Nyonya Nisa tolong jangan banyak pikiran dulu, trus tekanan darah nyonya sedikit rendah, keadaan kandungannya alhamdulillah baik hanya perhatikan emosi anda, lebih baik kalau ada yang bisa di bagikan dengan orang yang anda percaya,lakukan jangan terlalu lama di pendam." jelas Dokter


Mendengar penjelasan dokter mengenai kondisi nya Nisa hanya tersenyum samar.


Setelah selesai Dokter keluar dari ruang rawat Nisa ,meninggalkan Jannah dan Nisa berdua.


" Cha, dengerkan apa yang tadi di bilang dokter? lo harus bisa kontrol emosi kamu, tapi.. jangan sampai kamu di pendam sendiri,berbagi lah?! apa yang kamu pikirin belum tentu apa yang sebenarnya terjadi." ucap Jannah mengusap lembut tangan Nisa


" Entahlah Je, aku nggak tau apa rencana mas Aleek sebenarnya, aku sudah berusaha mengikuti apa yang dia katakan dan kamu denger dan lihat sendiri kan, aku yang kaget dengan tau siapa dia sebenarnya, dia memberikan aku tanggung jawab begitu besar, aku menjalankan misinya, tapi.. kenapa dia bisa bersikap seolah dia menerima perjodohan itu." ungkap Nisa dengan mata yang sudah berkaca-kaca

__ADS_1


" Kamu jangan pernah menyimpulkan sendiri Cha, mungkin perempuan itu saudaranya? kita kan nggak tau? " ucap Jannah dengan memberikan ketenangan pada Nisa.


" Nggak Je, gw lihat wajah wanita yang akan menjadi calon istrinya, dia adala G'V seorang anak dari pengusaha terkenal Darmawan Group, siapa yang nggak tahu Je, aku juga pernah bertemu dengannya sebelum aku menikah dengan mas Aleek." ungkap Nisa dengan deraian air matanya.


Perbincangan demi perbincangan Nisa ungkap pada Jannah, hingga terasa hari mulai petang.


Para sahabat Grey pun dengan setia menungguinya, menghibur Nisa supaya tak terlalu memikirkan tentang Grey, namun karena Nisa adalah pribadi yang lebih pintar menyembunyikan perasaannya, tersenyum walau hati sakit.


Malam pun tiba,Jannah harus pulang ke mansion Grey untuk mengambil beberapa barang pribadi Nisa bersama Bagas.


Sementara yang lain ,sedang membahas tentang langkah apa yang akan mereka ambil dan rencana mereka akan membantu Grey.


Dikamar rawat Nisa mencoba memejamkan matanya, namun karena perutnya terasa tak nyaman apalagi gerakan baby twins hari ini lumayan aktif beda dari biasanya membuat Nisa lumayan membuat dia kewalahan.


Nisa memjamkan matanya, sambil terus berzikir,menenangkan hati nya yang gundah.


Namun, dalam dia memejamkan matanya dan dzikir yang terus dia lantunkan dalam hati, indra penciumannya menangkap sesuatu yang membuat hatinya berdebar,mencium wangi yang begitu familiar baginya.


" Nggak mungkin dia di sini..

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2