Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
# Keputusan Grey


__ADS_3

" Kakek sakit Leek, kakek butuh kamu.." ucap Simone dengan bersikap tenang dan meyakinkan Grey.


" Sakit apa,sampai kalian rela membuang waktu kalian untuk membujuk ku kembali sampe rela meninggalkan rumah mewah itu, berkunjung ke gubug kami. " ucap Grey dengan wajah yang tak bersahabat.


Tangan Grey menggenggam tangan Nisa erat, seperti meminta untuk dukungan Nisa.


"Apa begitu bencinya kamu sama kami Leek, bagaimana pun kami keluarga kandung kamu. " ucap mama Catrine dengan memandang sang putra dengab wajah pias.


" Iya,Aleek nggak bisa pungkiri Aleek punya darah kakek yang nggak berhati itu, rela mengorbankan kebahagiaan semua keluarganya demi ambisinya..aku tau, kalian kesini karena takut miskin kan? " ucap Grey tanpa kata manis dan prihatin untuk nasib sang kakek.


" Mas, sebaiknya kamu lihat keadaan kakek dulu.. kamu jangan khawatir disini ada bapak sma ibu yang jaga aku, kamu bisa berangkat dengan mereka, aku akan baik-baik saja.. percayalah.." ucap Nisa dengan menggenggam erat tangan suaminya.


" Kita perlu bicara berdua,saya permisi dulu.. " ucap Grey membawa Nisa ke dalam kamar mereka.


" Mas, kamu coba deh.. pergi tengokin kakek. "ucap Nisa dengan wajah mengiba.

__ADS_1


Grey megambil sesuatu diatas lemari sebuah kardus besar,Grey letakkan diatas kasur didepan Nisa.


" Sayang, dengerin mas..kalau kamu mau mas ikut mereka baiklah mas akan ikut mereka, tapi.. dengan satu syarat." ucap Grey dengan memandang Nisa dengan lekat.


" Apa, yang jelas Nisa ingin mas memperbaiki keadaan mas, bukan malah menghindar dari mereka, kalau kepulangan mas bisa mengubah pendirian kakek terhadap hubungan kita Nisa nggak masalah." ucap Nisa dengan menggenggam erat tangan suaminya.


" Baik mas akan ikut mereka, tapi.. kamu harus selalu sehat, jaga diri kamu, jaga baby twins jangan sampe mas dengar kamu sakit, dan... kamu harus janji akan sepenuhnya percaya sama mas, apappun yang terjadi nanti kamu percaya mas, nggak akan pernah meninggalkan kamu juga baby twins." ucap Grey penuh dengan keseriusan.


" Mas ini, belum juga pergi tapi..pesennya banyak banget. "gurau Nisa dengan suara yang tercekat.


" Okey, Nisa siap dan mas juga janji akan baik-baik saja disana. " ucap Nisa pada sang suami.


" Oke, sekarang pegang kunci ini.. " Grey memberikan kunci yang terbilang nanyak.


" Kunci apa ini mas, banyak banget..kayak penjaga sekolah aja kamu,hehehe..." ledek Nisa dengan menghibur dirinya sendiri.

__ADS_1


" Nisa mas serius, itu ada kunci mobil, kunci rumah mas, kunci pabrik obat, dan kunci ruangan kantor mas." ucap Grey pada Nisa.


" Kunci mobil itu ada tiga, mobil itu di ruma JN mas di Jakarta,semuanya dirawat oleh orang kepercayaan mas, dan itu kunci ruangan mas di pabrik kamu bisa kesana dengan Jojo, kunci kantor mas, kamu kesana nanti dengan Marvin juga pengacara mas namanya Togar." jelas Grey pada Nisa.


" Kapan mas beli rumah, trus kantor itu?" ucap Nisa terhenti saat Grey menutup mulutnya dengan jarinya.


" Mas terangin apa yang Nisa harus lakukan setelah mas pergi daro rumah ini, seperti yang Nisa minta.Tapi,mas nggak bisa menebak apa yang akan terjadi nantinya, setelah mas sampau di rumah itu, dan kita nggak tau tentang nasib kita nantinya. " ucap Grey dengan membelai wajah Nisa.


" Mas, jangan ngomong gitu..aku nggak mau mas ngomong yang buat Nisa berpikir yang Tidak-tidak... hiks.. hiks.. " ucap Nisa dengan mulai menitikan air matanya.


" Tenanglah, makanya mas ma Uhhh minta tolong sama kamu juga baby twins supaya kerjasama sama daddy yah... okey? kalian harus kuat, demi mas demi keluarga kecil kita." ucap Grey dengan mengusap lembut perut buncit Nisa.


" Sebenarnya aku tak sanggup melihat kamu seperti ini sayang, tapi.. semua harus di selesaikan dengan cepat, supaya kita semua tenang, dan aku akan memberikan pelajaran yang setimpal ada kakek nanti. " ucap batin Grey yang tak tega melihat air mata menetes di mata sang istri.


" Sebenarnya ada rahasia besar apa dengan keluarga kamu mas, aku jadi takut kalau kamu pergi, tapi.. mereka keluarga kandungmu. "batin Nisa melihat wajah suaminya yang terlihat tidak baik baik saja

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2