Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
#Ke Jakarta


__ADS_3

"Assalamu'alaikum.. Hallo.. " terdengar salam di seberang .


" Wa'alaikum salam ..


" Mas, ini kamu kan mas ? kamu gimana keadaanya? kamu nggak papa kan? tau nggak aku khawatir sama kamu, takut mereka berbuat yang tidak-tidak sama kamu, mas?Jawab mas? !! ucap Nisa dari seberang setelah mendengar jawaban salamnya.


Grey tersenyum dengan semua rentetan pertanyaan Nisa dan ungkapan Nisa.


" Sayang, aku baik disini. Kamu jangan khawatir yaa? jaga kesehatan kamu, jaga kandungan kamu.sudah dulu yah.. mas nggak bisa hubungin kamu terus, hp mas disita sama kakek." ucap Grey dengan sedikit membuat Nisa merasa lega.


" Tapi, kamu benar mau...


tuttt.. tuttt... tuttt..


Sambungan ponsel pun terputus karena Grey sudah mematikannya dulu, terlihat ada seseorang yang sedang memperhatikannya.


" Maafin aku sayang." gumam Grey saat mengembalikan ponsel itu ke Johan.


" Terima kasih Jo?!! ucap Grey dengan tulus.


" Nggak masalah bos, besok saya coba hubungi nyonya muda, supaya tak terlalu menghawatirkan boss." ucap Johan

__ADS_1


" Terima kasih, kalian bisa istirahat. saya juga mau istirahat. " ucap Grey dan melangkahkan kakinya masuk kedalam mansion Hermawan.


" Aleek, jangan pernah berbuat yang membuat posisi kita terancam" ucap Mama Catrine saat Grey masuk ke dalam mansion dan bertemu sang mama saat didapur.


" Tenang mah, sekarang aku sedang khawatir dengan istri dan anak ku, wajarkan? itu juga menantu dan cucu mama, ingat itu..?!! " ucap Grey dan langsung melangkah kan kakinya ke dalam kamarnya di lantai dua.


Sementara di rumah Nisa, dia baru saja mendapat telpon dari Grey merasa hatinya tak menentu, namun ada sedikit kelegaan kalau suaminya baik-baik saja.


Untuk mengusir ke gundahannya dia melihat jam ternyata sudah jam tiga dini hari, dia yang memang sudah susah tidur karena kehamilannya yang sudah besar,dia kekamar mandi dan mengambil wudhu untuk sholat tahajud.


Nisa memanjatkan doa untuk keselamatan suaminya dan juga perlindungan untuk suaminya, dan dia pun berdoa supaya dia tetap bisa selalu sehat dan juga baby twins bisa lahir dengan sehat dan sempurna.


Jam sembilan pagi, kini Nisa dan juga rombonga sudah berada di stasiun Jogjakarta.Dan sebentar lagi akan menuju Jakarta.


" Cha.. kamu baik-baik saja kan? " tanya Marvin kala melihat Nisa lebih banyak melamun.


" Ehh.. emm aku baik kok kak." jawab Nisa dengan senyuman samar.


" Minum ini." Ucap Bagas tiba-tiba menyerahkan sekotak teh kemasan ke sukaan Nisa.


Nisa memandang Bagas, dilihatnya lelaki yang dulu dia sayang..sekarang suaminya menyuruh Bagas mengikuti misi mereka.

__ADS_1


Nisa mengambik sekotak minuman teh itu, dan langsung meminumnya. Mungkin karena segesti sendiri, dia setelah meminum teh itu terasa lebih baik.


Setelah menunggu beberapa saat kereta mereka datang juga Kereta taksaka Eksekutif.


Mereka naik kereta dan duduk di kursi masing-masing.


Butuh waku kurang lebih 7-8 jam untuk sampai di Stasiun Gambir Jakarta.


Dengan segala kejenuhan dikereta akhirnya mereka sampai di Gambir dan langsung si jemput seseorang suruhan, sepertinya Grey sudah sangat memikirkan dan merencanakan semuanya dengan baik.


Tak butuh waktu lama, mereka sampai di rumah yang terlihat mewah, dengan pengawalan bodyguard yang terlihat di sekeliling area rumah besar itu.


Mereka semua melangkah masuk dalam rumah mewah itu, disambut oleh beberapa pelayan disana.


Nisa terlihat spicless melihat apa yang ada di hadapannya, dia tak menyangka jika suaminya sudah menyiapkan segalanya.


" Selamat datang nyonya,perkenalkan nama saya Vena ,dan saya kepala pelayan dan beliau bi Odah yang siap juga membantu apa yang nyonya butuhkan. " jelas Vena.


" Terima kasih atas sambutanya, saya merasa tersanjung.. setelah ini,saya harap kalian bersikaplah seperti keluarga." ucap Nisa dengan senyuman ramahnya.


Semua yang mendengar penuturan Nisa tampak berfikir, ternyata sang nyonya bukan wanita yang hanya bisa menyuruh para pelayannya, namun sudah terkesan sangat baik dimata para pelayan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2