
Pagi menjelang, setelah selesai sholat subuh Grey dan Nisa melanjutkan tidurnya karena, mereka begadang semalaman karena semangat bercocok tanam.
Jam delapan pagi, Grey meraba sebelah tempat tidurnya namun terasa kosong, akhirnya dia membuka matanya dan menoleh kesampingnya dan ternyata tak ada istrinya.
" Sayang... sayang... oeyyy sayang...!! panggil Grey pada Nisa namun tak ada jawaban.
Dia melihat ponselnya dan ternyata ada pesan dari sang istri.
Mas, aku minta ijin ke tempat Jannah, dia mau cari tempat buat dia buka salon ,maaf nggak berani abangunin.. abis kayaknya capek banget..
Itulah pesan yang di tulis sang istri.
" Baru mau diajak bunuh setan.., malah dia u ah kabur.. Nasib-nasib.. Jagung ku, owhhh.. sabar masih ada lain waktu.. " gumam nya sambil meratapi nasib Jagung afrikanya yang sudah menantang.
Akhirnya Grey masuk dalam kamar mandi dan membujuk si jagung bakar jadi peyeum hehehe...
Nisa bersama Jannah sekarang berada di warung bakso langganan mereka jika sedang pergi kepasar.
" Alhamdulillah sudah dapet perlengkapan salonnya, tinggal printilan lainnya ya.. Je.. "ucap Nisa dengan wajah senang
" Iya Alhamdulillah, uang yang di kasih suami lo weihh..alhamdulillah bermanfaat walaupun caranya salah" ucap Jannah dengan wajah penuh sesal
" Udahlah, itu kan masa lalu.. lagian kamu jadi Escort girl juga nggak ngapa-ngapain, cuma diajak makan, ketemuan relasi yang sewa kamu kan? tanya Nisa dengan memasukkan bakso ke dalam mulutnya.
" Iya sih, cuma kalau orang tau kalau aku jadi wanita sewaan.. heboh ini kampung..!! " ucap Jannah dengan sedikit berbisik
" Sudahlah, kan masih ada aku..sama mas Grey yang akan selalu dukung kamu" tutur Nisa men nyemangati sahabatnya.
" Terima kasih dukungan kamu selama ini Nisa, kalau lah waktu itu kamu nggak ada entahlah mungkin aku sudah tidak punya muka ,karena kejadian waktu sama Mr Grey " ungkap Jannah.
Mereka asyik bercerita tentang rencana kedepan dan juga sedikit mengenang masa lalu.
📧 my Husband
" Sayang dimana? masih lama? Kangennnnn...
📧my
__ADS_1
" Sebentar lagi, kamu sama Marvin katanya mau tinjau lahan kemaren?
📧My Husband
" Iya, kalau kamu sama Jannah masih lama.. kita makan siang diluar saja kita ketemuan.
📧my
" Ok mas..
📧My Huband
" Love You
📧my
" You too
" Astaga dasar bucin ya lo berdua, Mr Grey super dingin dan kaku, bisa gombal begitu? astaga..!! Jannah tak menyangka Grey terlihat dingin dan juga kaku bisa menjadi orang yang romantis jika bersama Nisa.
" Begitu lah, aku juga nggak nyangka.. orang yang dulu super menyeramkan buat aku, ternyata bisa sweet banget.. " jawab Nisa dengan wajah senang mengingat masa kala baru bertemu Grey.
" Sudah lah biarin aja dia hidup sama pilihannya, kita pikirin aja usaha kita yang mau kita bangun, semoga kita di jauhkan dari sifat riya juga " terang Nisa dengan menatap jalanan di depannya.
"Lo liat aja Nisa gw nggak bakal biarin lo hidup bahagia, ternyata lo wanita licik bisa-bisanya lo buang Bagas dan ternyata lo punya incaran baru.. " batin seseorang yang sedari tadi duduk di balik punggung Nisa juga Jannah
.
.
.
Nisa dan Jannah hari ini mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk salon Jannah joint dengan Nisa, terlihat salon kecantikan yang terlihat rapi dan bersih terletak di dekat pasar jalan utama desanya Nisa.
" Wahhh.. Jannah kamu sama Nisa yang punya salon ini? tanya ibu paruh baya yang melintas dengan bebetapa ibu-ibu lainnya
" Iya buu.. kita sedang ada promo, silahkan mampir nanti kita ada voucher gratis loh.. " ucap Jannah dengan mempromosikan salonnya.
__ADS_1
"Pasti mahal yaa..? secara salon kamu keliatan lain dari yang lain Jan.. " tanya ibu-ibu yang lain.
" Nggak kok bu, harga standard promosi juga ada tiap minggunya.. kalo sekarang ceambath gratis gunting.. " ucap Nisa dengan wajah senang karena melihat ibu-ibu yang antusias.
" Wah.. wah..wahhh... ternyata kamu jadi buka salonnya Jan.. kamu mau buka prostitu*i juga disini, secara kan kamu mantan wanita pangg*lan "
ucap Sinta dengan lantang ,tanpa rasa ragu membeberkan masa lalu Jannah, sontak orang yang ada disana saling pandang dan bisik bisik
" Kamu jangan asal ngomong Sinta.. " kata seorang ibu ibu
" Ngapain aku bohong, tanya aja sama orang nya, bahkan suami Nisa pernah jadi pelanggan nya, dibayar pake Dollar lagi.. " cerocos Sinta dengan lantang
" Dari mana dia tau semuanya, apa jangan-jangan dia ada di restaurant itu kemaren" batin Nisa
" Ya Allah semoga kamu berikan aku kesempatan untuk bertobat, dan memperbaiki kesalahan yang aku buat dulu" Batin Jannah
" Wahhh jadi kamu mantan pela*ur Jannah" ucap seorang ibu yang mulai kepancing
" Bu.. bukan seperti yang Sinta katakan, Cha.. gimana nih?? sangkal Jannah frustasi
" Ibu-ibu itu salah paham, Jane.. maksud Nisa Jannah kan model trus kadang dia punya Job tambahan,disuruh agensi buat ketemu relasi dan itu...
" Udahlah Nisa.. nggak usah bela sahabat kamu yang munafik itu, jangan-jangan kamu juga begitu..? kamu lepasin Bagas trus kamu datang ke Jakarta cari mangsa baru buat keluarga kamu kaya.. benerkan? tuduh Sinta dengaj senyuman mengejek
" Sinta.. cukup, jangan sama kan aku sama kamu, aku bukan kamu yang tega menusuk yang di bilang sahabatmu dari belakang, kamu tega menghasut Bagas, trus kamu memperdaya dia, dan seolah-olah kamu lebih mulia dari ku.. tapi, terima kasih atas semua yang kamu lakukan dulu, karena kalau kamu nggak lakukan itu, mungkin sampe sekarang orang tuaku masih dapat hinaan dari orang tua kekasih mu itu,dan aku nggak bisa bertemu dengan suamiku sekarang" terang Nisa dengan tak kalah lantang
" Kamu jangan senang dulu Nisa, bisa jadi suami kamu sekarang akan bosan dengan mu apalagi dengan tampilan kamu yang tertutup begitu, pasti suami kam lama-lama bosan" ocehan Sinta membuat Nisa mengepalkan tangannya
Namun tiba-tiba ada yang menggenggam erat tangan Nisa dan dia tahu siapa itu karena dari wangi tubuhnya yang sudah Nisa hafal.
" Sayang ada apa,hemmm? sampe kamu kesal, siapa yang buat istri cantik Greyvin Maleek jadi kesel gini" ucap Grey di samping kuping Nisa.
" Mas.. apa bener kalau kamu akan bosen kalau tampilan aku begini? ucap Nisa mencebikkan bibirnya.
" Sayang.. aku lebih suka wanita yang tidak sembarangan mengumbar auratnya, karena keindahan tubuh istriku hanya untuk ku.. jadi siapa yang bilang kamu membosankan, itu karena orang itu terlalu iri dengan kecantikan mu sayang" ucapan Grey bagaikan pisau yang menancap di jantung
Sinta melihat semua yang dilakukan Grey membuat dia tersenyum licik, seperti ada maksud dan rencana licik yang akan dia lakukan.
__ADS_1
Bersambung