Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
# Pesugihan


__ADS_3

Pembukaan Klinik milik Grey yang dilakukan hari ini berjalan dengan lancar, apalagi selama seminggu akan di adakan berobat gratis.


Grey tak sendirian disana, ada Martin ynag membantunya dan juga ada empat dokter yang akan praktek disana semuanya laki-laki suster pun ada 10 orang dan Jannah di tempatkan di bagian depan di bagian admistrasi.


" Je... klinik laki gw kayak mall banyak juga yang mau berobat. " ucap Nisa yang sekarang lagi membantu Jannah di bagian pendaftaran


" Lah.. lo liat sendiri, ada laki lo, Marvin, Tomi, Willi kan dokter yang ganteng-ganteng gimana nggak pada demen kesini" oceh Jannah


" Hehhh... laki gw buka praktek buat berobat bukan buat mejeng" ucap Nisa menoyor Jannah.


" Udahlah, apapun niat mereka pasti kebaca sama Grey." ucap Jannah.


" Ehhh.. iya Nisa, sorry nih..lo udah tau siapa yang mau celakain lo? tanya Janna lagi


"Hemmm.. kata mas Aleek, sudah tapi nanti setelah masalah klinik selesai baru ngasih tau aku.. nggak tau hubungannya apa sama klinik" ucap Nisa merasa kesal


" Ya udah ,kamu ikuti kemauan suami kamu aja" ucap Jannah.


" Hemmm"jawab singkat Nisa.


" Sial... sial... sial...kenapa dia semakin banyak yang suka di kampung ini, trus dia bisa buka butik, suaminya buka klinik, ibunya sekarang cuma ngontrol tempat batik,sawah dia juga makin lama banyak, trus sekarang rumah.. juga pasti di pasgikan bagus, dan sialnya kenapa harus di pagar waktu pembangunannya." oceh Sinta kesal dengan apa yang Nisa punya sekarang.


Sinta yang dulu baik pada Nisa sekarang berubah jadi pribadi yang penuh ambisi ,awalnya ingin menyalip prestasi Nisa, dan kedua Bagas yang sangat mencintai Nisa, dengan segala cara dia lakukan, apalagi melihat orang tua Bagas yang.tak suka Nisa karena hanya anak seorang penjual batik. Dari situ Sinta yang penuh ambisi menjebak Bagas dengan cara kotor dan akhirnya Bagas yang sebagai laki-laki normal tergoda dengan apa yang di berikan Sinta, sementara Nisa sang pacar yang selalu menolak melakukan sesuatu selayaknya pacaran hanya bisa bergandengan tangan saja



Kini rumah bak Villa besar tersuguh di depan mata, itu adalah hasil karya seorang Greyvin Maleek Hermawan lagi-lagi membuat orang yang dia sayangi menangis bahagia, apalagi sang istri yang sudah tak tau mau ungkapan apa yang ingin dia sampaikan pada sang suami yang begitu memanjakannya dan juga kedua orang tuanya.


Niat hati Nisa ingin merenovasi rumah nya supaya lebih layak, dengan dana yang dia punya dalam rekeningnya namun apalah daya, bukanya berkurang uang di rekeningnya malah semakin banyak dia tampung.


Nisa sampe heran dari mana uang sebanyak itu di dapat oleh suaminya, seorang dokter dengan bayaran 50rb untuk setiap orang periksa, malah sering banyak yang di gratiskan karena melihat orang yang tak mampu ,dari sana juga Grey memberikan jalan untuk membuat BPJS.

__ADS_1


Tapi, tak di pungkiri saat ini bukannya hartanya yang berkurang malah semakin mengalir deras, kata pak Karsa, kalau berbuat baik nggak usah di pamerin yang kamu rasakan nanti itu pasti buahnya manis.


Keluarga Nisa menggelar tasyakuran di rumah barunya, rumah dengan fasilitas lengkap, rumah joglo pun di tapihkan, memberikan kesan tersendiri untuk setiap orang yang masuk ke pekarangan rumah Pak Karsa. samping rumah kebun dan kolam renang, bak villa di bali dengan pemandangan hijau di sekitarnya, di bagian belakang terlihat hamparan sawah yang memanjakan mata kala sore datang karena disana ada sofa untuk bersantai.


Rumah itu terkesan sangat rapih.


Pengajian yang diadakan keluarga pak Karsa mengundang anak-anak yatim dan juga warga sekitar.


Meraka sangat kagum dengan Grey dan Nisa yang sangat baik dan dermawan. Setelah selesai acara tasyakuran di rumah barunya kini tinggal Marvin dan Jannah yang terlihat di rumah itu karena memang mereka akan menginap.


" Cha.. gw nggak pernah nyangka sama kehidupan yang kita jalani akan seperti ini, apalagi gw liag kehidupan lo.. wehhh.. banyak berubah, habis di hempas orang kaya gadungan ehhh... dapetnya Billioniare gilaaa...!! ungkap Jannah heboh sendiri


" Namanya jodoh kita tak tau Je.., kita tinggal jalanin aja alurnya. " ucap Nisa ,dan Jannah mengangguk setuju.


Beberapa hari berikutnya.


Nisa sedang berada di warung sayut dekat dengan rumahnya,banyak ibu-ibu juga belanja di sana, karena memang warung itu palin 16GB lengkap.


" Ehhh... Nisa,mau tanya dong.. suami sama kamu itu pake pesugihan apa sih, kok kayaknya hidup kamu berubah drastis, kamu aja kan tau.. gaji dokter di kampung memang berapa? tanya seorang ibu bernama Susi.


" Maaf bu,.. maksudnya apa yah, saya nggak paham.. ,kata siapa kalau saya sama suami saya pesugihan? tanya Nisa dengan wajah kesal


" Bu Broto.. " ucap Susi


" Astaghfirullahal'azhim...maaf yah bu, bukan saya nggak sopan .. kalian tentu tau siapa bu Broto yang saya heran kenapa kalian masih saja percaya fitnah dari mulut sampahnya itu" ucap Nisa sinis


" Keterlaluan kamu, ngomong apa kamu.. bilang mulut saya sampah.. memang benar kan kalian ini pasti pesugihan kalau nggak, kamu nipu.. mana bisa kalian dengan waktu beberapa bulan bisa bangun rumah beli tanah,sawah ,belum lagi kebun, trus buat salon, toko batik yang bagus, klinik memang duit dari mana kalau kalian nggak nipu" ungkap bu Broto dengan nada nyinyir


" Saya dan juga suami saya bukan ibu yang selalu memanfaatkan orang lemah,kaya itu turunan buu.. memang suami saya pinter bisnis,mendingan ibu ajarin aja anak ibu buat lebih menghargai uang ibu dari pada di hambur-hamburkan sama wanita yang selalu memerasnya. " ucap Nisa dengan wajah yang emosi lalu pergi.


" Lho Nis, mana belanjaannya? tanya Bu Marsih saat melihat Nisa masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


" Nggak jadi belanja, udah kesel duluan sama. orang yang sok bersih" ucap Nisa dengan wajah kesal


Grey yang sedang ada disana saling pandang dengan ibu mertuanya.


" Sayanggg.. sebenarnya kamu kenapa? ada yang menyinggung perasaan kamu? tanya Grey dengan nada lembut dan membelai lebut kepala sang istri


" Abis Nisa kesel mas, masa kota di bilang pesugihan.. kan kesel.. " ungkap Nisa jengkel


" Siapa yang bilang? tanya bu Marsih


" Bu Broto.. "jawab Nisa lirih dengan wajah sedihnya


" Kan kamu tau bu Broto nggak pernah seneng sama kita,sudah cuekin aja.. ya udah biar ibu sama bapak kepasar.. "ucap bu Marsih beranjak dari tempat duduknya.


" Bu.. maaf tapi, agak banyakan beli dagingnya yaa.. " ucap Grey dengan sedikit berbisik


" Iya.. " jawab bu Marsih dengan senyuman pada sang menantu.


" Sudah jangan di pikirin, jangan manyun gitu dong.. jadi gemas akunya.. nanti kalau aku gemas, trus aku serang kamu.. nggak jadi praktek nih mas.. " ucap Grey dengan memeluk erat tubuh Nisa dari belakang.


" Apaan sih mas, aku lagi kesel lho.. " ucap Nisa dengan wajah yang masih di tekuk.


" Panasin lagi aja.. biat tambah klabakan orang kayak gitu.. " ceplos Grey seraya berdiri dari kursinya.


" Hahhh.. ih.. mas kesel juga kan? tanya Nisa dengan wajah yang penasaran.


" Sudahlah... nanti kita bahas, aku ke klinik dulu yaa.. " ucap Grey dengan mencium lembut kening Nisa.


Nisa dengan wajah masih sedikit kesal, terbersit ide jahil nya untuk membalas perkataan bu Broto.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2