Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
# Masuk RS


__ADS_3

" Mas Aleek..!! " teriak seseorang saat Grey dan Maria melintas di deretan meja di restaurant tersebut.


Grey yang mendengar suara yang memanggilnya, reflek menoleh pada sumber suara.


" Nisa...


Grey memandang siapa yang memanggilnya, dan ternyata benar itu istrinya Nisa yang memanggilnya. Nisa yang kebetulan makan di restaurant tersebut dengan para sahabat Grey.


Walau Grey sempat menoleh pada Nisa, namun dia tetap berjalan disamping Maria,keluar dari restaurant tersebut.


" Mas... mas Aleek tunggu..!! " teriak Nisa dengan berjalan cepat untuk menjangkau suaminya.


" Cha... Cha.. Chaca.. stopp Cha, lo lagi hamil.. hati-hati..!! seru Jannah berlari mengejar Nisa yang mengejar Grey


Nisa tak mengindahkan teriakan Jannah padanya, dia fokus mencari keberadaannya Grey suaminya. Namun, nggak ada sosok yang dia cari. Nisa sangat terkejut dengan keberadaan Grey disana, dan ditambah melihat Grey dengan santainya betjalan merangkul seorang gadis cantik di tempat umum.


" Mas.. kamu dimana, kenapa kamu jahat sekali sama aku..?!! " gumam Nisa memandang kosong ke depan


" Cha.. lo nggak papa? " Tanya Jannah saat melihat Nisa termangu di depan restaurant tesebut.


" Cha ayo ki....

__ADS_1


Belum juga selesai dengan ucapan nya Nisa sudah limbung dan tak sadarkan diri, beruntung Jannah memegang tubuh sahabatnya itu.


" Chaca..!! bangun Cha.. jangan buat gw khawatir!! seru Jannah.. " Tolong.. tolong..!! " teriak Jannah saat melihat sahabatnya tak sadarkan diri.


" Je... kenapa ini?!! " Marvin dan yang lain terkejut dengan keadaan Nisa yang sudah tak sadarkan diri.


" Sudah..Ayo..!! kita bawa ke Rumah Sakit.." ucap Jojo tanpa harus menjawab pertanyaan Marvin.


Akhirnya Nisa si bawa ke Rumah Sakit ,karena Nisa yang pangsan dan Jojo sempat memeriksa denyut nadi Nisa yang terlihat melemah.


Saat sampai di sebuah Ramah Sakit,Nisa langsung di bawa ke ruang IGD.


Semua yang mengantar Nisa menunggu dengan perasaan cemas, apalagi keadaan Nisa yang sedang hamil. Apalagi kepanikan Jannah, dia takut kalau terjadi apa-apa dengan sahabatnya itu.


" Gimana aku bisa tenang Kak, sahabat aku dalam keadaan yang kita tak tahu di dalam sana." sahut Jannah dengan sedikit meninggi


" Kita juga cemas Je ,tapi.. yang kita bisa lakukan cuma berdoa semoga Nisa dan kandungannya baik-baik saja." ucap Marvin tak kalah kesal


" Kok kamu jadi ngegas gitu sih?? kalau aku wajar cemas sama Nisa.. dia sahabat aku, dari kecil kita sama-sama. Dia...


" Jangan lupa aku juga sahabatnya, dia sudah aku anggap adik kandungku, aku yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi selama tidak ada Aleek di samping dia..!!! " seru Marvin yang tak mau kalah dengan Jannah

__ADS_1


" Heiii.. Sudah-sudah lah.., Je.. kenapa lo jadi marah-marah gini sih, kita doain aja Nisa.. semua yang disini mencemaskan dia ingat itu..!! " ujar Bagas betusaha melerai pertengkaran antara kedua orang yang menyayangi Nisa.


Semua terdiam, menyelami pikiran mereka masing-masing ,berdoa yang terbaik untuk Nisa.


" Kamu beruntung Cha.. sekarang banyak yang menyayangi kamu dengan tulus, selalu membuatmu bahagia, melindungi kamu, nggak kaya aku.. yang bod*h sudah menyia nyiakan wanita yang sebaik kamu,tapi..aku juga bahagia lihat kamu yanh sekarang. Tak ada lagi ke takutan aku jika kamu akan disakiti oleh orang lain ..banyak yang membelamu." batin Bagas


Tak butuh waktu lama, pintu ruang IGD terbuka lebar dan muncul seorang dokter dan suster yang menangank Nisa.


" Dokter, gimana keadaan adik saya..? " Jojo dengan cepat menanyakan keadaan Nisa.


Adik?


Itu yang terpintas dalam hati setiap orang yang ikut team Nisa.


" Keadaan Nyonya Nisa, alhamdulillah cukup baik.. cuma mungkin karena syok dan juga dehidrasi jadi pemicu nyonya Nisa pingsan,nyonya Nisa harus betres untuk 2-3 hari ." jelas Dokter yang bernama Satria.


" Lalu apa sekarang adik saya gimana dok? " tanya Marvin


" Beliau sudah siuman, sebentar lagi kami akan memindahkan nya ke ruang rawat. " ucap Satria.


" Baik, terima kasih dok." ucap Jojo

__ADS_1


Dan akhirnya mereka menunggu Nisa,dan segera di pindahkan ke ruang rawat VVIP.


Bersambung


__ADS_2