
Sampai malam menjelang Nisa masih betah di dalam kamarnya, dia menangis mengingat perkataan mama mertuanya, sebenarnya juga bukan sepenuhnya kesalahan mama mertuanya, karena juga belum ada yang tau tentang pernikahan mereka.
Tok tok tok
" Nis... Nisa.. makan yuk, gw udah kelar masak nih... Nis.. ayok dong..!!
" Lo makan aja Je.. gw nggak laper..!!
Jannah yang berusaha membujuk Nisa untuk makan malam bersama namun Nisa menolak.
" Sebenarnya ada apa sama kamu Nis.. "
Gumam hati Jannah melihat pintu di depannya.
Tok Tok Tok
" Siapa lagi tuh... "batin Jannah dan lekas ke depan untuk melihatnya.
Sebelum membuka pintu rumah Jannah mengintip di balik jendela, dan melihat Grey yang ada di depan pintu rumah tersebut.
" Mau ngapain Mr Grey kemari?
Batin Jannah mulai menghubung hubungkan kejadian tadi siang di Supermaket.
Tok Tok Tok
" Assalamualaikum "
Terdengar suara ketukan pintu lebih keras membuat Jannah tersadar dalam lamunannya
" Wa'alaikumsalam"
Clek.
" Mr Grey ada apa yaa?
" Nisa mana Je..?
" Dia ada di kamarnya, dari sore belum keluar.. saya sudah bujuk cuma tetep nggak mau"
" Astaga... anak itu, boleh saya tau kamarnya?
" I... Iya.. silahkan masuk Mr Grey"
Jannah melangkah ke dalam diikuti Grey di belakangnya, Pintu depan sengaja Jannah buka lebar karena ada Grey di dalamnya.
" Ini kamar nya "
Tok Tok Tok
" Nisa... Nisa.. Nisa...Nisa Ardina buka pintunya!! kalau kamu nggak mau buka mas dobrak pintunya !!
Mas??
Panggilan yang menurut Jannah sangat intim, atau mungkin hanya perasaan Jannah saja.
Clek..
" Ngapain kamu kemari?
__ADS_1
" Kenapa? Kenapa, kamu bilang? mas khawatir sama kamu, oke kita duduk biar mas jelasin yaa..?
Nisa dengan suara dinginnya berbicara seadanya dengan Grey, itu membuat Grey sangat Frustrasi.
" Aku lapar..!!
" Astaghfirullah.. kamu belum makan?..
Nisa hanya menggeleng gelengkan kepala nya dan langsung duduk di kursi meja makan, disana ada Jannah yang sedang meniknati makan malamnya.
" Makan Mr Grey?
" Nggak usah Je, dia pasti udah makan ..kan.. kan? iya lah... pasti udah makan, udah masakin sama calon tunangan dia,sama wanita perfect, sexy, cantik, pandai menjilat. "..
Ucapan Nisa membuat Grey juga Jannah menahan tawanya, mereka yang melihat wajah Nisa yang kesal malah terlihat menggemaskan.
Pletak... 💥💢
" Awwsss... sakit mas, kamu tuh.. jidat jenong aku tambah maju kalau di sentilin mulu.. "
Nisa kesal dengan tingkah Grey yang seenaknya menyentil kening nya, namun malah Grey terkekeh melihat ekspresi gadis itu.
" Lagian kalau suami ngomong itu di dengerin!!
Uhuk uhukk Uhuk..
Jannah yang sedang makan mendengar perkataan Grey membuat dia tersedak .
" Su..suami.. ??? apa ini??
" Ini kamu minum dulu Je nanti kita jelasin"
Setelah mereka selesai dengan makan mereka dan membereskan sisa makan mereka,Jannah sudah ada di ruang TV bersama Grey sedang Nisa sedang membuatkan kopi untuk suaminya.
Tak butih waktu lama, Nisa bergabung dengan Grey yang masih sibuk dengan ponselnya dan Jannah yang berusaha untuk menenagkan hatinya karena keterkejutannya.
" Mas kopinya.. "
" Makasih yah.. "
Nisa hanya tersenyum samar mendengar ucapan terima kasih dari suaminya.
Sedang Jannah melihat Nisa dan Grey sangat kesal, senang dan juga khawatir dengan hubungan sang sahabat.
" Jadi apa yang mau kalian jelasin?
"Ya ampun Je.. nanya nya kayak ibu tiri lagi sidang anaknya yang ketahuan pacaran"
Ledekan Nisa membuat Jannah melotot kearah Nisa.
" Oke.. gw jelasin, gw minta maaf karena telah menyembunyiin semua ini dari lo, bukan lo doang tapi, keluarga kita berdua. "
" Hahh... kalian kawin lari? nggak harus gitu kali Nis.. gw tau. lo patah hati sama si bajing an itu tapi, jangan kayak gini juga kali... lo kayak ...
" Stopp..!!! lo nggak tau apa yang terjadi sama kita !!!
" Lo di buntingin??!!!
Pletak.. 💥💢
__ADS_1
" Sembarangan...gw jahit juga tuh bibir..!!
" Kita menikah karena kesalah pahaman, waktu kita.....
Grey menceritakan semuanya pada Jannah tak ada kebohongan dan Jannah sekarang tau kesulitan mereka, Pernikahan Rahasia mereka memang sangat berbahaya buat Nisa.
" Trus masa kalian rahasiakan ini semua, kalian udah sah loh... "
" Aku hanya ingin Nisa percaya sama saya.., sedikit lagi.. dan aku berharap setelah ini terbongkar Nisa nggak akan pernah ninggalin saya.. "
" Kamu apaan sih mas... kita itu nikah beneran bukan mainan, kalau kamu mau berjuang demi pernikahan kita kenapa aku nggak? kita sama-sama berjuang"
Grey merasa beruntung pernikahan tak sengaja itu membawa gadis polos dengan sedikot bar bar dan juga kuat, untuk mendampinginya.
" Aku yakin bapak mu di kampung pasti seneng Nis... punya mantu bule tajir ,dan pasti si rentenir gila itu klepek klepek.. "
" Maksudnya??
Jannah tak sadar jika dia sudah keceplosan dengan kisah Nisa, dia langsung menutup mulutnya. terlihat Nisa yang sekarang menunduk karena mendengar penuturan Jannah, dia ingat bagaimana keluarganya di permalukan dan di hina oleh orang tua sang kekasih.
" Sayanggg...?? ada yang kamu mau ceritakan? kita sudah menikah,kesusahan kamu itu kesusahanku juga, jangan sampai aku cari tahilu sendiri... "
" Aku....
" Oke, gini... kamu ikut aku sekarang ..besok Jannah mau pulang kampung kan? lebih baik kamu tinggal di apartement .."
" Tapi...
" Mama nggak akan datang, karena aku sudah minta bi Imah yang ke apartement.. soal bi Imah jangan khawatir beliau ada di pihak kita."
Mau tak mau Nisa ikut dengan Grey, Jannah pun mendukung mereka, bagaimana pun mereka sudah sah menjadi suami istri.
Tak butuh waktu lama, mereka sampai di apartement milik Grey..
" Masuk yang.... ini apartemen punya ku, semoga kamu betah dan kita selalu bersama sampai maut memisahkan kita, aku mohon jangan pernah tinggalin aku, walaupun hanya di pikiran kamu."
Nisa tersenyum melihat tingkah suaminya yang menurutnya sangat berbeda dengan saat pertama mereka baru bertemu.
.
.
.
Sementara di tempat yang jauh di pelosok suatu daerah terlihat dua orang paru baya sedang menuju rumah mereka mengendarai motor butut milik suaminya.
" Alhamdulillah sampe juga bu.. "
" Iya.. ayok.,boyok ku wes kaya mau copot.. "
" Lah... po dibilang bapak nggak pegel buk, coba kalau ada Nisa pasti dia bakal mijitin kita gantian."
"Sabar pak, kalau nggak ada masalah di sini dia nggak bakal kabur ke Jakarta, tapi.. kalau dia nggak pergi dari sini, kasihan liat Nisa sedih kalau tau si bajingan tengik itu bahagia sama pengkhianat itu"
Dua orang itu adalah kedua orang tua Nisa Pak Karsa dan bu Marsih, mereka selalu memikirkan anaknya, dan beberapa hari lalu ada yang menghubungi mereka untuk mendapatkan restu, untuk menikahi anak. mereka, karena terkena musibah..walaupun pak Karsa kecewa dengan apa yang terjadi pada sang putri, itu a alah takdir sang putri..
Bersambung...
__ADS_1