Mr Grey My Husband

Mr Grey My Husband
# Siapa Grey?


__ADS_3

Setelah melihat suaminya pergi ,Nisa segera masuk ke dalam kamar dan membersihkan dirinya.


Setelahnya dia mengambil amplop yang di berikan Grey padanya.betapa terkejutnya Nisa melihat isi amplop tersebut.


" Hahhh.. nggak salah, ini banyak banget uang nya, lho ini ada kartu ATM..sama nota " Gumam Nisa saat melihat apa isi yang ada di dalam amplop itu.


Sayang...


Ini uang nafkah buat kamu dari aku ..maaf selama ini aku lupa buat kasih ke kamu.. ATM ini kamu pegang buat kebutuhan kamu beli apapun yang kamu butuhkan, nanti kalau ada rejeki mas tambah, doa kan selalu suami kamu dapat uang yang berkah buat kita. Pin nya yg tanggal pernikahan kita.


Kelolalah uang ini setepat mungkin .


" Hemm... alhamdulillah, Insyaallah Nisa bisa kelola " gumam Nisa


Setelah selesai dengan segala ritualnya Nisa ke depan ingin menemui bi Imah namun, baru sampai di depan kamarnya dia melihat bi Imah masuk bersama seseorang.


" Bi Imah... " tegur Nisa pada Imah saat dia mau sampai di ruang makan


" Eh.. neng Nisa, ini neng tadi den Aleek pesen sama saya ada yb mau dateng ART baru, ini namanya Bi Atun " ucap Imah mengenalkan Atun ART baru yang baru datang.


" Lho maa Aleek nggak ngomin sama Nisa, mungkin lupa kali yaa...? selamat datang bi Atun saya Nisa Ardina istri mas Aleek semoga betah ya bi.. " ucap Nisa dengan ramah dan mencium tangan sang bibi.


"Ya Allah neng jangan begini ...saya kan...


" Kenapa? karena bibi pembantu, bi Atun sama bi Imah itu saya sudah anggap kayak orang tua sendiri, jadi jangan sungkan.. mau kan punya anak kaya Nisa? Ucap Nisa dengan wajah yang manyun membuat kedua pembatu nya itu saling pandang dan mengulas senyum

__ADS_1


" Kalau bi Imah sih.. siapa juga nggak mau punya anak yang baik juga cantik kayak neng Nisa " jawab Bi Imah dengan menggenggam erat tangan Nisa


" Sama bi Atun juga, walau baru aja ketemu neng Nisa kayaknya udah seneng bisa kerja disini sama Imah juga,kalau punya anak kayak neng Nisa mah.. mau atuh.. " jawab Bi Atun membelai lembut wajah Nisa.


Setelah itu mereka tertawa bersama dengan celetukan celetukan mereka yang membuat gelak tawa ketiganya, seperti bukan antara ART dengan majikan tapi, seperti teman, ibu dengan anaknya. Karena Nisa yang memang sudah lama tidak bertemu sang ibu merasa senang ada dua ART nya yang terlihat menyayanginya.


" Bi Atun sama bi Imah siap-siap kita ke Supermaket buat belanja bulanan trus bi Imah kemaren belanja pake suit bibi berapa nanti bilang ke saya kata mas Aleek biar cepat saya ganti." ucap Nisa


" Iya neng.. "jawab Bi Imah dan bi Atun betsamaan


Akhirnya mereka bersiap untuk belanja bulanan di Supermarket tak jauh dari kediaman mereka.


Setelah beberapa saat bersiap mereka bertiga naik taxi online untuk ke Supermaket. Tiga puluh menit mereka sampai di salah satu Supermaket besar di Jakarta dan masuk membawa troley untuk menaruh barang belanjaan,mereka terluhat kompak sesekali juga saling bertanya membandingkan barang yang mereka akan beli, apalagi Nisa hanya beli yang menurutnya barang-barang yang ada exp nya lama dan untuk barang fresh Nisa ingin beli di pasar tradisional. karena memang barangnya lebih fresh dan juga lebih murah ,kwalitas nya pun tak kalah di tempat ber stempel Supermaket.


Sementara Grey yang berada di suatu tempat bersama salah satu sahabatnya yang sudah lama tak bertemu dengan Grey.


" Leek.. gw nggak nyangka kakek lebih rela kehilangan lo dari pada kehilangan sahabatnya yang punya cucu pe*un itu" kata pria itu kesal dengan kakek sang sahabat.


" Sudahlah..kakek terlalu berpikir jika pilihan gw itu nggak ada yang terbaik menurutnya. "


jawab Grey dengan masih membolak balikkan sebuah dokumen.


" Semua dokumen kepemilikan dan juga ijin operasi pabrik itu sudah kita kantongi, dan Alex masih meninjau tempat praktek yang deket dari rumah mertua lo.. " jelas pria itu sambil menyesap kopinya.


"Ini adalah hal besar yang aku perjuangkan selama ini, masih banyak yang harus aku siapkan dan kalau soal klinik itu, sebaikanya sembari berjalan aja " ucap Grey dengan menikmati Coklat panansnya

__ADS_1


" Gw balik ke Indonesia demi lo, untung gw nggak ada jadwal pemotretan atau meeting penting. "keluh pria bernama Marvin Saputra seorang model terkenal di eropa sifatnya yang cenderung arogan dan juga senang dengan tantangan.


Sama halnya dengan Grey yang memang terlihat sangar dan juga terlihat dingin namun jika dia dengan profesi nya sebagai dokter adalah orang yang asik bagi para pasiennya.


Sedang Alex adalah orang yang serius, terlihat datar dan biasa namun, siapa sangka dia adalah orang yang paling kejam dari pada dua sahabatnya Grey juga Marvin.


Mungkin karena tuntutan tanggung jawabnya pada sang sahabat yang memang harus dia linsungi dari musuh-musuhnya di balik kebaikan mereka.


Musuh Grey adalah orang yang sangat dekat dengan keluarganya, bisa membalikkan ucapan dengan mudah, teramat licik.. yang sekarang menjadi PR buat Grey dan Alex adalah menyelidiki kematian sang ayah.


Yahhhh... menurut penuturan keluarga, sang ayagmh meninggal karena serangan jantung ,namun bagi Grey seperti ada yang janggal dengan kematian sang ayah, karena sampai sekarang belum ada titik terang tentang kecurigaan nya.


Banyak sekali mata-mata di Angkasa Corp, sehingga ruang gerak Grey selalu mereka pantau,dan dengan jalan keluar dari perusahaan adalah hal yang dari jauh hari ingin dia lakukan namun belum bisa karena sang kakek yang selalu bisa mencegah nya.


Namun saat dia menikah dengan Nisa niatnya untuk cepat pergi dari Angkasa Corp adalah hal utama baginya sekarang, dan itu berhasil.. dan beruntung usaha Grey bukan hanya menjadi Presdir Angkasa Corp melainkan dia adalah CEO sebuah perusahaan besar di Eropa bergerak di bidang kesehatan,dan dia juga peneliti sebuah obat yang akan di produksi di asal negaranya dan jauh sebelum kenal dengan Nisa dia sudah merintis usahanya dari masa awal kuliah dan itu atas sepengetahuan sang papa saja.


Keluarga Hermawan hanya tahu jika seorang Grey adalah anak jenius yang selalu tekun dalam usrusan akademik ,namun semua yang Grey tampilkan di depan umum hanya seorang anak orang kaya yang akan mewarisi sebuah perusahaan besar di Indonesia.


Keberhasilannya tak lepas dari dukungan sang papa, dia yang selalu memantau perkembangan sang putra,makanya dia tak pernah Khawatir tentang urusan materi anaknya karena dia tahu sang anak melebihi kekayaan keluarga Hermawan. Hanya tiga orang dalam hidup Grey empat orang yang tahu usaha Grey dan mereka diam-diam juga yang membantu Grey dari belakang, Alm Papanya, Alex, Marvin dan juga Zainal ayah Alex merekalah orang-orang kepercayaan Grey.


B E R S A M B U N G


Mohon maaf untuk para readers karena semalam nggak sempet up karena ada berita duka dari sahabat saya jadi harus langsung ke segera ke rumah duka..


Untuk berikutnya nanti malam Insyaallah saya up bab berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2