
Waahhhh....Puz sangat berterima kasih buat semua para readers, Insyaallah Puz akan up setiap hari...
Jadi buat kalian yang belum like 10episode sebelumnya.. yuk sekarang like... 🆓
Kalau kalian rajin kasih like setiap episodenya wahhh... buat Puz lebih semangat... 😍😍
Apalagi kalau udah Vote cerita ini dan tentu nya jadi salah satu dari favorite bacaan para readers...
Jangan lupa follow IG nya Puspa Arum
@puzpa_arum ,FB Puspa Arum...
Kalian akan lihat up date an Puspa untuk project ke depan...
Jangan lupa kasih sajen yang manis-manis buat aku...
Aku kasih ❤ buat kalian...
Terima Kasih... 🙏🙏🙏
.
.
.
K E M B A L I. KE. C E R I T A
💞💕🍒
🍁 Selamat Membaca
Pagi menjelang memulai dengan harapan baru, untuk hidup lebih baik.
Begitulah yang Grey inginkan saat ini, semoga keinginannya dan juga pengorbanan nya untuk jauh dari keluarganya akan membawa dia hidup lebih baik bersama keluarga kecilnya.
" Mas bangun... sudah hampir jam 6 kamu belum sholat subuh lho...!!
Teriakan Nisa membuat Grey langsung terbangun dan melihat sang istri yang sudah selesai menunaikan sholat nya.
" Kenapa kamu nggak bangunin aku, kita kan bisa sholat bareng.."protes Grey beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.
__ADS_1
Mendengar penuturan suaminya Nisa hanya bisa menghela nafas panjang karena dia juga sudah berusaha membangunkan suaminya dari sebelum adzan berkumandang, sampai dia rasa capek.
Tak lama Grey keluar dari kamar mandi, dengan cepat dia meraih baju koko dan kain sarungnya.
" Makanya..tidur jangan kayak orang mati, aku bangunin udah kayak orang orasi masih nggak denger.. " gerutu Nisa sambil memberikan peci untuk suaminya.
Grey yang mendengar Nisa menggerutu sambil berlalu pergi dari kamar cuma bisa tersenyum samar melihat tingkah istrinya yang terlihat menggemaskan.
Nisa menuju dapurnya dan melihat bi Imah sedang berkutat dengan peralatan masaknya.
" Pagi..bi Imah..!! seru Nisa dengan senyum manisnya.
" Pagi non Nisa... " jawab Bi Imah dengan membalikkan badannya menghadap Nisa
Nisa yang melihat perilaku sang ART merasa tak enak hati " Bi Imah boleh nggak kalau panggil Nisa itu biasa aja nggak usah pake non ..non.. an gitu kok, rasa kayak manggil apa gitu bii.. " Nisa tak nyaman karena memang dia suka di panggil dengan namanya.
" Trus bibi mangginya gimana? gimana kalau nak Nisa..? usul sang bibi dengan seperti berfikir
" Terserah bibi yang penting,aku nggak mau serasa bibi membuat jarak sama Nisa, anggap aja Nisa kayal anak sendiri.." oceh Nisa sambil merapihkan menu sarapan mereka.
" Iya.. baik Neng Nisa aja yaa..? ucap bi Imah sangat senang dengan sifat majikannya itu.
" Sebenarnya.. bibi berhenti dari rumah utama itu, karena bibi nggal betah neng.. karena sudah banyak yang berubah disana, apalagi ada dena Simon juga ibunya..rasanya malas bibi, sebenarnya bibi juga kasian sama Nyonya Catrine tapi, bagaimana lagi.. seandainya nyonya pergi dari sana, kasihan juga sama tuan besar.. nggak ada yang mengurus beliau.. " ungkap bi Imah dengan terlihat sedih
" Bibi doain Nisa sama Mas Aleek yaa.. semoga usaha kita apalagi Nisa bisa buktikan kalau Nisa nggak pernah mengharap harta mas Aleek bi.. " tutur Nisa dengan perasaan yang sedih.
" Pasti Neng.. bibi kebelakang yaa..?? bi Imah melangkah menuju pintu belakang untuk menyiapkan sarapan untuk dirinya.
.
.
Tak lama Grey turun dari lantai atas dengan terburu-buru.
" Sayang itu Kopi aku? masih panas nggak soalnya aku buru-buru temen aku udah dateng dari Korea kita harus ke suatu tempat " tanya Grey sambil memakai kaos kaki nya.
" Iya ,sebentar... " Nisa mencicipi kopi untuk suaminya.. " Dah...nggak panas banget kok, lagian kalau kalau kerja jangan terlalu di forsir, jadi gitukan.. kalang kabut" Ucap Nisa sambil menyodorkan gelas kopi pada Grey.
" Iyaaa...maaf, tapi.. ini project impian ku dan aku nggak mau gagal, emmm.. tadi kamu cicipi kopi ini kan? di sebelah mana, kok nggak aja ceplakan bibirnya..? " Grey menilik bagian di cangkir kopinya ,mencari bekas lipstik sang istri.
" Kamu nyindir aku, ini kayaknya sebelah sini deh..,tenang aja aku pake lipstik yang mahal kok.. " Nisa menunjuk bagian yang tadi dia habis minum
__ADS_1
" Disini? tanya Grey dengan menunjuk bagian yang di tunjuk Nisa, dan meletakkan bibir Grey tepat di bagian yang sama " Hemmmm... manis, tapi bukan kopi.. bekas bibir kamu kayaknya ketinggalan di sini yang...?? Ledek Grey dengan mengedip ngadipkan matanya genit pada Nisa.
" Astaghfirullah mas.... kok kamu jadi tukang gombal sih, tampang sangat, badan sado, nampak luaran garang tapi kalau lah tau... sungguh sweet nya suami Nisa ini... pasti wanita langsung meleleh... " Ucap Nisa dengan ekspresi tak kalah genit..
" Hahaha... genit juga sama kamu doang sayang... aku tuh minum di bekas kamu, karena apa? kalau sama-sama melakukan sesuatu yang sama.. mungkin akan merasakan hal yang sama, tapi.. kamu tau? walaupun kita melakukan dan merasakan di tempat yang sama tapi, pasti ada perbedaannya.. ? sama juga dengan dengan hal tadi, kamu mungkin merasakan agak sedikit panas menyesap kopi ini tapi... aku dengan melakukan hal yang sama aku merasakan manisnya kopi dengan citarasa beda rasa bibir kamu mengalahkan rasa manis kopi... ea.. ea...hahaha...?!!!..
Setelah mengatakan gobalan nya Grey segera melangkah ke arah pintu depan
Sementara Nisa masih terpaku dengan apa yang barusan suaminya ucapkan..
" Maassss... jayusss....!!! Nisa tersadar seketika setelah mendengar suara mesin mobil di depan rumahnya dan melangkah kearah depan rumah.
" Masss..., ada yang kelupaan...!! teriak Nisa dari dalam ruangan tengah sedikit berlari.
" Apa,perasaan udah aku bawa semua? tanya Grey memandang Nisa dengan wajah bingung
"Mau salim... "ucap Nisa dengan menyodorkan tangannya dan disambut oleh Grey dengan senyuman manisnya.
" Maaf yaa.. mas lupa..?!! ucap Grey setelah Nisa selesai mencium tangannya
" Nggak papa, tapi..lain kali harus ingat..jangan lupa berdoa sebelum melakukan apapun,semoga menjadi barokah nantinya.." ucap Nisa dengan wajah penuh harap dan juga senyum ikhlas
" Iyaa.. mas akan ingat, mas berangkat dulu.. kamu hati-hati dirumah..oh iya mas lupa, ini mas ada uang cash segini buat belanja hari ini, trus sama kamu ganti uang bibi kemaren aku suruh beli beberapa keperluan " ucap Grey menyerahkan sebuah amplop panjang berwarna coklat pada Nisa.
" Wahhh.. mas ini banyak banget, mendingan mas kasih Nisa jatah harian aja.., kalau aku pegang ini aku takut..
" Pegang ini hasil sedikit tabungan ku, tolong jaga dan pergunakan sebijak mungkin yaa..?? serobot Grey dengan sedikit merasa kurang nyaman karena pegang duit yang tak sedikit akhirnya Nisa meng iyakan perintah suaminya.
Grey pun akhirnya meninggalkan rumah nya dan menuju ke suatu tempat untuk bertemu seseorang.
B E R S A M B U N G
Lanjutnya nanti atau besok hayooo??
Jangan lupa like Episode ini dan sebelumnya yang kalian baca...
Sampai jumpa di bab berikutnya....
Salam sayang dan salam sehat selalu..
😘😘
__ADS_1