
Angelo memang berpamitan untuk istirahat dengan alasan lelah. Akan tetapi, pada kenyataannya itu hanya alasan belaka demi menghindari cercaan ibu mertua. Pria itu justru merenung seorang diri di balkon kamar yang mengarah langsung pada taman bunga tempat kesukaan sang istri.
Hembusan nafas kasar terdengar dari bibirnya. Setiap kali mengingat Fania, dadanya seperti mendapat remasan tak kasat mata. Sedang apa dia kini, sehatkah ia, sehatkah bayi-bayinya, seperti apa mereka.
Pertanyaan itulah yang selalu digaungkan dalam hatinya setiap malam. Rasa rindu ini begitu menyiksa diri. Hidupnya serasa tiada arti tanpa kehadiran Fania.
Pria itu menatap nanar benda peninggalan terakhir milik sang istri, lalu menggenggamnya kuat. Air mata lolos tanpa permisi membasahi pipi cekungnya. Selama ini dia sangat tersiksa, kepergian Fania menyisakan luka mendalam bagi hidupnya. Mentarinya telah pergi, hidupnya kembali suram, bahkan lebih suram dari sebelumnya. Jika saja tidak teringat akan misi pencariannya, mungkin Angelo sudah mengakhiri hidupnya sejak lama.
''Kembalilah, Fan! Aku tersiksa. Aku tidak sanggup jika harus terus-menerus mengahadapi semua sendirian. Kembalilah, Fan!" Angelo terisak menciumi genggaman tangan yang berisi kalung Fania.
Isakannya terdengar pilu, sangat menyayat hati bagi siapapun yang mendengar. Kesunyian malam semakin melengkapi kesedihannya.
''Aku tidak sanggup jika harus membohongi ibumu. Kembalilah, Fan!"
__ADS_1
''Kembalikan Faniaku! Aku janji tidak akan mengekangnya lagi. Aku akan menyanyanginya segenap hati, bila perlu kukorbankan nyawa untuknya."
''Fania!"
Angelo terus berteriak berharap orang yang dipanggil bisa mendengar suaranya. Namun, itu hanya angan-angan belaka. Suaranya menguap hilang ditelan malam. Dia bahkan tidak peduli jika para penjaga dan seluruh penghuni rumah mendengar jeritannya. Dia butuh ketenangan. Dia ingin meredam rasa rindunya. Dia ingin meredam kesakitannya.
Pada akhirnya, pria itu meringkuk beralaskan dinginnya lantai dengan tangan setia menggenggam perhiasan istrinya.
...----------------...
Perlahan namun pasti, dia berusaha bangkit dari keterpurukan. Tanpa kenal lelah, dia juga terus mencari Fania, berbagai usaha ia kerahkan hingga melibatkan aparat kepolisian. Meski selalu berakhir kekecewaan, Angelo tak patah arang.
Selama makam Fania belum tampak di depan mata, aku akan terus mencari meski harus ke ujung dunia sekalipun. Tak peduli berapa banyak harta yang harus dikeluarkan, demi Fania, aku rela kehilangan semuanya.
__ADS_1
Itulah prinsip kuat seorang Angelo.
Angelo memang berhasil bangkit dari rasa terpuruk, hanya saja sikapnya berubah dingin tak tersentuh terhadap siapapun, terutama pada setiap wanita yang berniat menggodanya. Dia hanya akan bersikap hangat pada orang-orang terdekatnya.
Hari-hari dia lalui dengan bekerja, bekerja dan bekerja, sehingga perusahaan yang dipimpin berkembang pesat hingga berhasil memasuki pasar dunia. Angelo berubah menjadi sosok yang gila kerja. Waktunya hanya dihabiskan untuk bekerja dan mencari istrinya.
Di mata rekan-rekan bisnisnya, Angelo terkenal sebagai pengusaha sukses tanpa pendamping alias duda, karena mereka tak pernah melihat Angelo menggandeng wanita manapun. Mereka hanya pernah mendengar kabar jika pria itu pernah menikah. Banyak yang menyarankan agar ia menikah lagi, bahkan ada salah seorang rekan bisnis yang sengaja menyodorkan anaknya untuk meminta dipersunting. Namun, Angelo dengan tegas menolak. Dia selalu beralasan tidak ingin membuang waktu untuk sesuatu yang sia-sia.
Baginya tidak sosok wanita manapun yang mampu menggantikan posisi Fania dalam hatinya. Entah mau secantik dan seseksi apapun wanita itu, Fania tetap bertahta menguasai seluruh jiwa raganya.
''Biarlah aku menikmati kesendirianku sampai berhasil bertemu dengannya. Meskipun aku tak tahu kapan itu terjadi."
"Seandainya dia telah tiada, aku rela melajang seumur hidup. Hasratku telah hilang seiring dengan menghilangnya Fania. Tapi, aku harap dia tetap hidup."
__ADS_1
''Fania, lihatlah! Aku menunggumu. Aku rela menghabiskan sisa hidupku untuk itu...."
..._____TAMAT_____...