My Ex Husband, story's Daniel dan Denisa

My Ex Husband, story's Daniel dan Denisa
Hamil?


__ADS_3

"Kita boleh gabung, Dok?" tanya Denisa menyapa terlebih dahulu, memutus kecanggungan yang sempat terjadi beberapa detik lalu, setelah mereka saling diam.


"No, Mami." bisik Daniel menarik tanganya untuk pergi, Denisa menggeleng.


Walau pelan, tapi Amanda tahu yang diucapkan Daniel, dia pura-pura tak tahu, dan melanjutkan makanya yang sempat tertunda.


"Oh boleh, Nis." Ricko refleks berdiri, menarik kursi untuk Denisa duduk, tapi sigap tangan Daniel menahanya.


"Kami bisa cari tempat duduk lain." ujar Daniel berkata dingin, dengan kata lain, dia tak setuju bergabung dengan kedua makhluk yang tak ingin ia temui.


Meski diam tapi Amanda menyimak apa yang terjadi, dia mendengus kesal, sakit melihat kemesraan kedua pasangan munafik menurutnya.


"Nggak papa Kak, kita kan sudah lama tidak bertemu Dokter Amanda dan Dokter Ricko."


"Jangan sok akrab, kita tidak saling mengenal." ucap Amanda, dia berdiri hendak mencuci tangannya.


Denisa mencekal tangan Amanda. "Dok, saya mau minta maaf atas kesalahan saya."


Amanda terlebih dahulu melihat tanganya yang dipegang Denisa, lalu menatap Denisa dengan tatapan penuh kebencian.


"Minta maaf kamu aku terima kalau kamu mengabulkan permintaan ku," ujarnya dingin, dia tersenyum sinis, Denisa, Ricko dan Daniel mengerutkan keningnya, apa maksud ucapan Amanda.


"Maksudnya, Dok?" tanya Denisa tak mengerti.


"Kamu mau tahu?" tanyanya, Denisa mengangguk, "tapi tidak disini, aku akan mengatakannya hanya berdua saja."


"Sebagai suaminya aku tidak mengizinkan istri ku berbicara hanya berdua dengan siapa pun, karena tidak akan pernah ada rahasia diantara kami berdua," titahnya tegas.


Daniel mencium rencana busùk Amanda yang mungkin saja bisa membuat Denisa lemah, dia tak ingin rumah tangganya hancur lagi, tak akan ada perpisahan lagi untuknya dan Denisa.


Pandangan Amanda berpindah ke Daniel, menyentak kasar tanganya yang dipegang Amanda.


"Kalau begitu, jangan ganggu kami, dimana pun kita bertemu anggap kita tidak saling mengenal, karena aku benci dengan manusia-manusia munafik yang tidak tahu terima kasih seperti kalian."


"Jadi ini sifat kamu sebenarnya?" Daniel tersenyum mengejek, "aku bersyukur tidak berjodoh dengan mu, dan Tuhan kembali mengirim wanita berhati malaikat yang sesungguhnya," balas Daniel menusuk.


"Kak."


"Biarkan sayang, aku tahu niat baik kamu ingin minta maaf padanya, tapi jika dia tak ingin memaafkan. Untuk apa? Aku sadar kita salah, tapi jika seperti ini sikapnya, aku semakin bangga kembali memperistri kamu, dan ditunjukkan siapa dia sebenarnya."


Tanpa terasa Amanda menitikkan air matanya, ucapan Daniel begitu menusuk hatinya.

__ADS_1


"Apa kalian tahu apa yang kalian perbuat itu menyakiti ku? Aku seperti ini karena ulah kalian, coba rasakan ada diposisi ku," teriak Amanda.


"Aku diceraikan belum 1x24 jam, dimalam kematian papa ku, ditinggalkan begitu saja tanpa permintaan maaf sekalipun, tapi orang-orang yang sudah aku angkat dari lumpur hitam kehidupan bisa hidup bahagia diatas penderitaan ku. Dan yang lebih sadis lagi, kalian mengirim ku dokter psikolog, apa kalian pikir aku gìla?" ucap Amanda mengeluarkan semua kekesalannya yang selama ini ia pendam sendiri. Air matanya tumpah, tak ia perdulikan saat ini mereka menjadi pusat perhatian para pengunjung disana.


"Maaf, Dok." lirih Denisa tertunduk, hanya itu yang dapat Denisa katakan, menyadari dia dan Daniel telah menorehkan luka yang amat dalam dihati Amanda.


"Kau mengungkit itu, Amanda? bukankah aku sudah mengabulkan semua keinginan kamu?


bersabar dan tetap melanjutkan pertunangan sampai kita menikah, dan aku menceraikan kamu," Daniel mengingatkan ucapan Amanda pada Denisa dulu, "sebenarnya, mungkin saja aku menyesal tidak memilih kamu, jika kamu seorang wanita baik, tapi hari ini, aku dibuat terbuka mata, jika kamu bukan mantan yang harus aku kejar-kejar."


Skak matt, Amanda dan Denisa terkejut dengan ucapan Daniel.


"Kamu heran aku tahu dari mana? Tentu aku tahu, karena aku harus mencari tahu, wanita mana yang pantas aku perjuangkan, dan yang mana yang tidak."


Memang tanpa sepengetahuan siapa pun, jika Daniel mengirim orang untuk memata-matai Denisa, mencari tahu kehidupan Denisa yang sebenarnya, apakah Denisa sama seperti dulu saat menjebaknya, tidur dengan laki-laki lain tanpa ikatan sah?


Karena jika dia tahu Denisa bukan wanita baik-baik, dia tak akan meneruskan ajakan rujuknya pada Denisa, dia mendekati Denisa hanya demi anaknya. Nyatanya, Denisa hidup mandiri, jauh lebih dewasa dari Denisa yang dulu, dan hal itu menunjukkan padanya, siapa Amanda yang sebenarnya.


Hanya saja Daniel menyembunyikan semua itu, dan benar dugaanya, jika Amanda pasti akan mengungkit dikemudian hari, nanti jika Amanda tetap menyangkal dan tetap merasa yang tersakiti, dia memiliki banyak bukti, termasuk percobaan pembunuhan yang ia lakukan di pantai saat itu.


"Ayo sayang, kita cari tempat makan yang lebih higienis, kamu sedang mengandung anak kita. Aku tidak mau kehamilan kamu terganggu oleh virus berbahaya."


"Dokter Ricko, aku minta maaf karena telah mengambil wanita yang engkau cintai. Aku ingatkan, jika kamu mencintai wanita, pertahankan dan jangan lepaskan, kejarlah dia, bukan mengatakan jika jodoh tak akan kemana, karena aku pernah ada diposisi mu." pesanya tersenyum sebelum meninggalkan rumah makan itu.


"Selamat atas calon Daniel junìor juga," ucap Ricko tulus.


Daniel hanya mengacungkan jempol keatas tanpa membalikkan badan.


Amanda terduduk setelah kepergian Daniel dan Denisa. Bagaimana bisa Daniel mengetahui semuanya? Apa saja yang Daniel ketahui selama ini? Sungguh Amanda dibuat berpikir keras, tapi satu hal yang membuatnya lebih sakit, begitu cepat mereka telah diberi kepercayaan yang memperkuat hubungan mereka.


Tak jauh dari meja Amanda dan Ricko duduk, seoarang laki-laki gagah diam menyimak apa yang sedang terjadi.


"Pantas dia begitu meledak-ledak saat ditabrak, memang sudah kebiasaan dia playing victim. Menyedihkan," cibirnya. Dianpun mengenakan kaca mata hitamnya, berlalu melewati Amanda dan Ricko.


"Kita pulang, Man." Ricko memakaikan Amanda topi untuk menutupi wajahnya, sebelumnya dia sudah memastikan, tak ada yang merekam kejadian ini, jejak digital akan membahayakan Amanda kedepannya.


Amanda menurut saja apa titah Ricko, hanya Ricko yang ia punya saat ini.


* * *


"Kak." panggil Denisa saat mereka sudah dijalan.

__ADS_1


"Aku dulu memata-matai kamu, Mi. Makanya aku tahu semuanya." Sahut Daniel, tahu apa yang akan Denisa tanyakan.


"Kakak sok tahu aku mau nanya apa?"


"Tapi emang itu yang mau kamu tanyain kan?" kekehnya menatap Denisa sekilas.


"Bukan!" sangkalnya, "kenapa Kakak bilang aku hamil, Kakak bohong."


Daniel tertawa, mengambil tangan Denisa lalu mengecupnya. "Dan itu pertanyaan selanjutnya kan sebenarnya."


Iya juga sih. Kok Kak Daniel tahu yang mau aku tanyain sih?


"Amiin 'kan saja sayang, bukanya setiap kata adalah doa? Makanya aku ngomong yang baik-baik."


"Iya, tapi aku kan belum hamil, tadi Kakak bilangnya aku lagi hamil." Denisa mengerucutkan bibirnya.


"Kenapa? Ada hati yang kamu jaga?" tanyanya semakin menggoda.


"Apaan sih, nggak."


"Ya kalo enggak, gak usah marah. Pamali ibu hamil marah-marah."


"Kakak, ih. Nyebelin." rajuk Denisa melipat tanganya dibawah perut.


Daniel semakin tertawa, mengusap rambut Denisa, lalu menarik kepala Denisa, membawa untuk menyandar dibahunya, mengecup pucuk kepala Denisa penuh kasih sayang.


"Aku harap, gak ada yang membuat kamu goyah, dan ninggalin aku."


"Kakak juga, nanti, kalo aku hamil, aku jelek, badan aku gemuk, Kakak jangan selingkuhin aku."


"Hemm."


"Hem doank."


"Harta ku udah atas nama kamu semua. Aku juga membuat perjanjian dengan keluarga kamu dan Abian, jika aku mengkhianati kamu, kita akan bercerai, tanpa membawa apa-apa."


"Kalau begitu, Kakak selingkuh aja."


"Jangan pernah mengucapkan itu, ingat. Mulai saat ini, berkatalah yang baik-baik, agar kedepannya, hanya kebaikan yang akan kita dapatkan."


Denisa mendongak agar bisa melihat wajah suaminya. "Kakak semakin dewasa," mengecup rahang Daniel yang mulai dutumbui misai tipis, yang membuatnya sepuluh kali lebih tampan.

__ADS_1


__ADS_2