My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 09 – Konspirasi?


__ADS_3

Carl memberikan pertanyaan, berikut dengan Carl mengeluarkan auranya, dalam sekejap area sekitar pintu gerbang menjadi hening seketika, tidak ada satu orang pun yang berani berbicara.


Adapun para prajurit dan petualang yang berada di benteng kota semuanya dalam kondisi menggigil, tiba – tiba tubuh mereka bergetar hebat, bahkan untuk berdiri saja mereka harus bersusah payah, tidak sedikit pula dari mereka yang hanya memiliki ranah Elite Awal harus kehilangan kesadarannya.


Terlepas dari kuat nya aura yang di keluarkan Carl sebenarnya efek dari aura Carl telah berkurang secara signifikan, hal itu terjadi karena Richard juga mengeluarkan aura yang sama.


“Carl hentikan aura mu, aku akan menjawab pertanyaan mu di dalam mansion ku” Richard menjawab pertanyaan Carl dengan raut wajah tegasnya.


Mendengar ucapan Richard, Carl menghilangkan aura nya, begitu pun juga dengan Richard, kini udara disekitar benteng kota normal kembali.


“Coda, buka gerbangnya, biarkan para tamu yang terhormat ini memasuki kota” Richard memberi perintah.


Mendengar perintah dari tuannya Coda langsung memerintahkan anak buahnya untuk membuka gerbang.


“Kalian, ikuti aku” setelah gerbang terbuka Richard berbalik dan berjalan memasuki kota.


Coda berjalan mendekat kearah Richard, “Sir Richard sekarang apa yang harus ku lakukan? Apakah aku harus menemanimu?”


“Kau kembali berjaga di gerbang, kita belum tahu apa yang akan terjadi nanti, tetaplah disini dan atur pasukanmu, tenang saja untuk para tamu kita biarkan tuanmu ini yang menanganinya” Ekspresi Richard kembali tenang.


“Tapi, apakah tidak apa – apa, meninggalkan mereka dengan anda tuan? apakah mereka benar – benar utusan dari kekaisaran?” Coda masih ragu.


“Tenangkan dirimu, aku baik – baik saja, ya aku pastikan mereka memang berasal dari kekaisaran, mereka adalah Jenderal Agung, dan beberapa Komandan Besar, sebaiknya kau menjaga sikapmu dihadapan mereka” Richard menenangkan bawahannya.


“Baik tuan”


“Sekarang kau panggilkan sebuah kereta karavan, dan biarkan mereka mengantarkan tamu – tamu kita ke mansion ku, jangan biarkan tamu – tamu kita yang datang dari jauh menunggu terlalu lama”


“Baik segera saya siapkan tuan” Coda langsung berlari ke pedagang sekitar mencari kereta yang dapat mengangkut rombongan Carl.


Sementara itu Carl tidak langsung mengikuti Richard kedalam kota melainkan berbalik kearah Ayala.


“Bagaimana, apa kau menemukan aura bayi itu?”


“Maafkan aku tuan, aku belum berhasil menemukannya, mungkin dengan memasuki kota akan sedikit membantuku tuan” Ayala menunduk malu akan jawabannya yang tidak memuaskan Carl.


“Sebaiknya kau berusaha lebih keras lagi, karena kuyakin bayi ini ada dikota ini, ayo kita memasuki kota, Ayala kau berkeliling disekitar kota, Makani temani Ayala, yang lainnya ikut denganku”


“Baik tuan” jawab mereka serempak.


Di bawah tatapan penuh kagum dari semua prajurit dan  para petualang yang berjaga di gerbang, Carl dan rombongannya berjalan memasuki Behemoth City, mengikuti pengaturan Coda, rombongan Carl menaiki kereta kuda menuju Mansion Richard.

__ADS_1


Sesuai perintah Carl sebelumnya, Ayala dan Makani tidak mengikuti Carl, melainkan berkeliling kota, menikmati suasana keramaian kota, melihat beberapa barang yang dijual para pedagang, tetapi tidak lupa tetap mencoba mencari keberadaan seorang bayi.


“Nyonya Ayala, apakah benar anda tidak bisa menemukan keberadaan bayi itu?” Makani membuka percakapan.


“Apa kau meragukan ucapanku?” Ayala tersenyum, tidak merasa tersinggung dengan ucapan Makani.


“Maafkan saya nyonya, bukan itu maksud saya, saya hanya berpikir bahwa anda membohongi Carl dan yang lainnya, karena saya pribadi belum pernah melihat anda gagal mencari aura dari seseorang”


“Bahkan sekalipun orang tersebut memiliki ranah yang lebih tinggi dari anda, anda tetap mampu menemukan mereka, tetapi hari ini, seorang bayi tidak bisa anda temukan, maaf jika saya lancang bertanya” Makani melanjutkan.


“Tidak apa – apa Makani, santailah sedikit lagipula kita tidak sedang berada di Desolate, untuk sekarang anggaplah diri kita setara karena jika tidak penyamaran kita akan terbongkar, semakin bebas kau berbicara kepadaku semakin bagus hal itu”


“Yang lain juga bersikap seperti ini terhadapku, kau juga harus membiasakan diri” Ayala menjelaskan keadaannya. “Oh iya, untuk kedepannya, ketika Carl memerintahmu segera lakukan, tidak perlu melihatku terlebih dahulu, hal tersebut hanya akan membuat mereka mencurigaiku saja”


“Baik Nyonya” Makani segera menganggukan kepalanya.


“Hmm untuk pertanyaanmu, aku tidak berbohong, aku memang tidak bisa menemukan bayi itu, aku sendiri juga heran, aura bayi itu lenyap begitu saja di semak belukar yang berada dihutan”


“sebelumnya aku ragu ketika Carl memimpin kita ke kota ini, karena aku sendiri tidak mempunyai ide sama sekali dari mana aku harus mencari bayi itu, namun setelah bertemu bangsawan kota disini, ku kira aku tahu apa yang dipikirkan Carl” Ayala berbagi penemuannya dengan Makani.


“Ya nyonya, aku tidak menyangka bahwa seorang penguasa kota pinggiran seperti ini mempunyai kekuatan hampir sama dengan Carl.”


“Baik nyonya” Makani mengingat permintaan Ayala, “Hmm apakah anda baik – baik saja nyonya, terkait dengan kematian Anna?” Makani dengan hati – hati berbicara.


“Jika ku katakan baik – baik saja, berarti aku berbohong” Ayala menghela nafas “Tetapi aku bisa apa, mungkin bukan hari ku untuk mendapatkan satu Skull Mage dari energi Anna, malah nyaris saja aku membuka kedok akibat emosi yang tidak bisa ku kontrol, untung saja Carl mengingatkanku saat itu, setidaknya aku harus berterima kasih untuk hal ini”


Makani tidak bertanya lebih, memilih kembali mengikuti Ayala dengan diam berkeliling kota, memeriksa setiap sudut kota.


***


Di mansion, kediaman Sir Richard.


Carl dan rombongannya telah tiba, semua pelayan tampak menyambut kedatangan Carl, mereka merasa sangat terhormat dengan kedatangan seorang Jenderal Agung ke kota mereka.


Berdiri ditengah adalah kepala pelayan di rumah ini Belo, dengan sikap hormat nya Belo menyambut kedatangan Carl.


“Sebuah kehormatan bagi kami untuk menerima kunjungan anda Jenderal Agung tuan Carl de Heinz, tolong maafkan atas sambutan tidak berkenan dari kami, dikarenakan para bangsawan sedang melakukan perjalanan, di kota ini hanya ada Sir Richard selaku pemimpin kota ini.


Juga tolong maafkan atas kekurangan persiapan kami tuan, sebagaimana titah Sir Richard, anda dan rombongan akan kami antarkan menuju ruang peristirahatan terlebih dahulu, sembari menunggu Sir Richard untuk sedikit bersiap menyambut kedatangan anda”


Carl tidak terlalu menanggapi ucapan Belo, Carl hanya melambaikan tangannya saja.

__ADS_1


Belo mengerti dengan isyarat Carl, “Mohon ikuti saya tuan” Belo menunjukan ruang peristirahatan untuk Carl.


Beberapa jam kemudian Richard datang menemui Carl.


“Carl bagaimana jamuanku, tidak terlalu buruk kan?” Richard duduk di kursi nya sambil terkekeh melihat para Komandan Besar menikmati hidangan yang disediakan.


“Ya tidak terlalu buruk, selera anggurmu dari dulu tidak pernah mengecewakan” Carl mengakui kualitas jamuan Richard.


“Aku akan langsung, dimana kau sembunyikan bayi itu?”


“Carl ... Carl ... dari dulu kau selalu saja seperti ini, selalu terburu – buru, santailah sedikit, nikmati jamuanmu sebentar lalu kita akan berbicara setelahnya”


“Aku katakan sekali lagi, dimana Bayi itu sekarang?!” Carl mengulangi pertanyaannya dengan ekspresi keras yang mengintimidasi.


“Cih kau kaku sekali” Richard mendengus sesaat kemudian ekspresi Richard berubah “Aku tidak mengetahui keberadaan bayi yang kau maksudkan”


“Kau jangan bercanda denganku, aku tahu Anna membawa bayi itu kemari untuk mencari perlindungan darimu”


“Dari mana kau tahu jika Anna yang membawa bayi itu?”


“Karena aku menemukan bahwa Anna telah meninggal di hutan di dekat daerahmu, dan aku tidak menemukan keberadaan bayi itu, jika kita lihat areanya aku tidak menemukan siapapun selain dirimu yang mampu melindungi keberadaannya” jawab Carl sengit.


“Hmm katakan bahwa apa yang kau katakan itu benar, aku tahu identitas bayi itu, jika benar bayi itu bersamaku, untuk apa aku menyembunyikannya, untuk menjadi seorang pengkhianat,? hey Carl kau tidak bisa menuduhku seperti itu?” Richard dengan tenang menjawab ucapan Carl, meskipun dalam hati Richard kaget bahwa Anna telah tiada.


“Dengan identitasmu sebagai saudara dari permaisuri terdahulu, serta bukti bahwa kau menentang kaisar yang sekarang, dimataku kau sudah menjadi seorang pengkhianat”


“Ya aku tidak akan menyangkal identitasku, namun dengan semua tuduhan yang kau lontarkan padaku nyatanya tidak membuat aku pergi menuju tiang gantungan” Richard terkekeh “Sekarang bagaimana kabarmu? Kulihat kau sangat nyaman dengan identitas yang telah kau rebut dariku”


Mendengar ucapan Richard ekspresi kedua Komandan Besar memucat, ingin rasanya mereka keluar dari ruangan ini dan tidak mendengarkan obrolan para tuan mereka.


“Kau!!” Carl berusaha menahan amarahnya, menenangkan pikirannya kembali, “aku bertanya sekali lagi, dimana kau sembunyikan bayi itu?” Carl menegaskan kembali pertanyaannya.


“Carl ... Carl ... aku penasaran sebenarnya apa yang bisa kau lakukan?, dari dulu yang kau lakukan hanya menggong - gong kesana kemari tanpa hasil” jawab Richard dengan santai meneguk segelas anggur dihadapannya, namun kemudian ekspresinya berubah menjadi dingin.


“Aku katakan untuk yang terakhir kalinya, aku tidak menyembunyikan bayi itu, jika kau mampu maka temukan sendiri keberadaan bayi itu, pada saat itu terjadi aku tidak akan ikut campur sedikitpun meskipun bayi itu adalah keponakanku sendiri” Sir Richard menegaskan ucapannya.


“Aku persilahkan kalian untuk mencari keberadaan bayi itu, jika kalian mampu” Richard menunjukan pintu keluarnya, bermaksud mempersilahkan (mengusir) Carl dan rombongannya.


----------


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)

__ADS_1


__ADS_2