My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 06 – Carl dan Ayala


__ADS_3

Kekuatan utama pasukan kota dan para petualang semuanya bersiaga di gerbang timur, sedangkan gerbang selatan dan gerbang utara, di komandoi oleh kepala pasukan dibawah perintah Coda.


Pembagian kekuatan ini bertujuan untuk mempermudah pergerakan seluruh pasukan jika salah satu gerbang terkena serangan. Jika pertempuran pecah di salah satu gerbang maka komandan akan menggunakan Sound Stone untuk mengirimkan berita kepihak yang lain.


Gerbang kota utara Behemoth City.


Para pasukan tampak bersiaga memfokuskan pikiran mereka kepada pergerakan yang muncul di sepanjang hutan luar, meskipun jumlah pasukan di gerbang ini tidak terlalu banyak tetapi tetap saja lebih banyak daripada pada hari – hari  biasa.


Tiba – tiba salah satu prajurit berteriak.


“Ada seseorang yang bergerak keluar dari hutan !!”


Dengan teriakan prajurit tersebut secara otomatis menarik perhatian para prajurit yang lain dan lekas memperhatikan orang yang bejalan keluar hutan.


Namun setelah mereka perhatikan kembali, orang yang keluar dari hutan adalah seseorang yang membawa keranjang besar berisikan bahan – bahan herbal. Dapat dipastikan bahwa orang itu hanya seorang pencari herbal yang terlambat pulang dari hutan.


Setelah pencari herbal itu mendekat akhirnya beberapa prajurit bisa melihat jelas dan mengkonfirmasi identitas pencari herbal tersebut yakni Tanhill yang berasal dari kota mereka.


Para prajurit akhirnya melepaskan kewaspadaan mereka setelah tahu Tanhill yang keluar dari arah hutan.


Mereka sebelumnya waspada bahkan terhadap pencari herbal, mereka akan langsung menyerang dan menangkapnya jika yang datang bukan seseorang yang mereka kenal.


Karena aktivitas para pencari herbal yang seringkali keluar masuk gerbang, membuat para prajurit mengenal mereka bahkan jika ada pencari herbal baru biasanya para seniornya akan memperkenalkannya kepada prajurit.


Sesuai dengan keakraban mereka, para prajurit tidak heran ketika melihat Tanhill pulang selarut ini, karena setiap kali Tanhill keluar menuju hutan pasti ia akan pulang larut malam, dan hal tersebut sudah menjadi lumrah bagi para prajurit yang bertugas menjaga gerbang.


Maka dari itu, hari ini meskipun suasana gerbang kota sangat menegangkan para prajurit tidak mempersulit Tanhill untuk masuk ke kota.


“Hey apa yang sedang terjadi, mengapa hari ini pasukan yang bertugas sangat banyak” Tanhill bertanya kepada prajurit yang membukakan pintu kecil disamping pintu gerbang.


“Apa kau tidak tahu atau pura – pura bodoh, apakah kau tadi tidak melihat array magic Grand Intermediate yang berada di hutan” prajurit diberkata sedikit kesal karena tugas yang membebani pikirannya.


“Tentu saja aku melihatnya, oleh sebab itu aku bergegas pulang, tapi apa hubungannya dengan berkumpulnya kalian para prajurit?” Tanhill masih bertanya.


“Ya sangat baik kau cepat pulang ke kota, karena munculnya array magic itu kami ... ” akhirnya prajurit itu menjelaskan detail pengaturan yang diberikan tuan kota Behemoth City.


“Oh jadi seperti itu keadaannya, terus apakah kau juga akan memeriksa keranjang yang kubawa ini juga?” Tanhill bertanya kembali pada prajurit tersebut dengan sedikit senyuman.

__ADS_1


“Haha untuk apa aku memeriksamu? Tidak ada yang aneh dengan tubuhmu? Dan tanaman – tanaman herbal disana juga biasa – biasa saja, untuk apa aku menghabiskan waktu dengan memeriksamu” jawab prajurit itu tertawa setelah melihat sekilas penampilan Tanhill yang seperti biasa saja.


“Atasanmu bagaimana?” Tanhill masih ragu – ragu.


“Atasanku? Atasanku tahu tentang dirimu, siapa di jajaran pasukan yang tidak mengenal dirimu dan kebiasaan burukmu itu, tenang saja, mereka tidak akan mempedulikan hal ini” prajurit itu menjelaskan.


“Kalau begitu aku harus berterima kasih kepadamu kawan, ketika nanti aku berhasil membuat beberapa pill akan ku bagi beberapa untukmu” Tanhill tersenyum tulus.


“Kau mengerti maksudku, hahah” Prajurit itu tertawa seakan puas dengan maksudnya yang tersampaikan.


Bahkan di Behemoth City keberadaan seorang Alchemis sangat diagungkan banyak pakar – pakar petualang, pasukan kota bahkan para bangsawan menyanjung mereka, jelas sekali bahwa setiap lapisan masyarakat ingin berteman baik dengan para Alchemis ini.


Sedangkan untuk prajurit ini, ia mengetahui bahwa Tanhill adalah seorang Alchemis walaupun levelnya nya tidak setinggi para Alchemis tersohor dikota, tetapi berteman dengan Tanhill tidak ada salahnya di mata prajurit rendahan ini.


“Kalau begitu aku tidak akan menyusahkan mu lagi, aku permisi” Tanhill menganggukkan kepalanya berpamitan dengan prajurit tersebut.


***


Sementara itu di istana Kaisar komandan Berg yang bertugas di taman Array Spatial sedang berdiri di depan sebuah pintu dengan perasaan gelisah, komandan Berg ingin segera melaporkan informasinya kepada orang yang berada di dalam ruangan.


Tidak lama seorang perempuan cantik dengan balutan baju besi ramping yang memperlihatkan lekukan tubuhnya keluar dari ruangan tersebut mempersilahkan komandan Berg untuk masuk.


“Terima kasih Nona Ayala” komandan Berg membungkuk di depan Ayala, yang tidak lain adalah tangan kanan sekaligus ahli strategi dari Jenderal Agung Carl.


“Tidak usah sungkan Komandan Berg, mari silahkan” Ayala tersenyum ramah kepada Berg.


Sekilas Ayala terlihat seperti seorang selir cantik yang penuh kasih sayang dengan daya pikat memabukkan yang selalu menemani Jenderal Agung Carl di tempat tidurnya. Meskipun Ayala mengenakan baju besi namun jejak – jejak kulit dan lekuk tubuhnya bisa terlihat dengan jelas.


Namun itu hanya pandangan sekilas, bagi orang yang mengetahuinya, mereka tidak akan pernah berpikir seperti itu, kekuatan Ayala itu sendiri setara dengan satu pasukan utama Jenderal Carl sendiri.


Ayala adalah seorang Grand Wizard baru di Red Pheonix Empire, dengan statusnya sendiri sudah dipastikan seberapa kuat ia akan menjadi, disamping itu selain kekuatannya, Ayala juga terkenal dengan tipu daya muslihatnya yang sangat kejam, Ayala akan mempermainkan para musuhnya, dan menyiksanya seperti mainannya sendiri untuk kemudian ia binasakan.


Menurut rumor yang beredar, Ayala dulu merupakan seorang buronan kekaisaran yang sangat dicari, kekaisaran sangat geram dan ingin menghukum Ayala namun tidak ada seorangpun yang mampu menangkapnya, malah yang terjadi mereka tidak bisa lolos dari tipu daya Ayala dan berakhir tragis berujung kematian mereka ditangan Ayala.


Keberhasilannya terpatahkan ketika Jenderal Carl turun tangan langsung, semula Jenderal Carl akan mengeksekusinya, namun entah bagaimana Jenderal Carl malah merekrutnya, dan sekarang Ayala telah menjadi kekuatan kekaisaran dibawah sayap Jenderal Carl.


Komandan Berg masuk kedalam ruangan dan sekilas jejak ketakutan terpancar dari raut wajah Berg, ketika ia melihat seorang pria tampan dan kekar sedang duduk dengan tenang di kursinya.

__ADS_1


‘Bahkan setelah bertahun – tahun aku disini, aku tetap tidak terbiasa dengan aura penindasan yang dimiliki Jenderal Carl’ Berg berusaha menenangkan pikirannya.


“Salam Jenderal Agung Carl, maaf telah mengganggu waktu anda yang berharga” Berg memulai percakapan.


“Tidak perlu sungkan komandan, jika kau memutuskan untuk segera melapor kepadaku, aku yakin sesuatu yang besar telah terjadi, aku sebagai tulang punggung kekaisaran harus selalu siaga sepanjang waktu dan aku tidak akan meragukan penilaianmu, silahkan ceritakan” Carl tetap dengan posturnya yang tenang.


“Baik Jenderal Agung, jadi seperti ini ... ” Berg segera menceritakan detail misi dan peristiwa yang menimpa Kalou dan pasukannya.


Mendengar keseluruhan cerita dari Berg, raut wajah dari Ayala dan Carl perlahan berubah, keganasan dan kebencian muncul di wajah mereka masing – masing membuat udara diruangan itu terlihat mencekam, sampai Berg tidak mampu menahan gemetar ditubuhnya, bahkan untuk menarik nafas saja Berg sudah kewalahan.


Melihat Berg yang ketakutan akhirnya Carl dan Ayala tersadar bahwa aura mereka telah keluar dengan sendirinya.


“Ah, tolong maafkan aku komandan, aku tidak sengaja mengeluarkan auraku” Carl meminta maaf kepada Berg, begitupun Ayala yang menundukan kepalanya.


“Tidak ... tidak ... tidak apa – apa Jenderal, bukan salah anda hanya saya yang terlalu lemah sehingga terintimidasi, mohon maafkan hamba yang lemah ini Jenderal” Berg menundukan kepala dan badannya.


“Apakah kamu sudah selesai dengan laporanmu?” Carl bertanya.


“Hanya itu saja yang saya ketahui Jenderal, sekali lagi saya minta maaf telah mengganggu waktu anda” Berg tidak berani mengangkat kepalanya.


“Tidak, kamu membuat keputusan yang tepat dengan segera melaporkannya kepadaku, kerja bagus komandan sekarang kau segera kembali ke posisimu, ah dan satu lagi siapa saja yang mengetahui informasi ini?” Carl bertanya perlahan.


Tubuh Berg secara tidak sadar bergetar, “Saya dan beberapa prajurit yang bertugas hari ini” Berg menelan seteguk ludahnya menanti perkataan selanjutnya dari Carl.


“Hmm,” Carl mengerutkan kening “Aku harap kalian merahasiakan informasi ini, jika ada sebuah rumor yang beredar aku tidak akan sungkan kepada kalian” Carl masih terlihat tenang walaupun sekarang sorot matanya berubah menjadi dingin.


“Aku akan mengingat ucapan anda Jenderal Agung” Berg kemudian undur diri setelah melihat lambaian tangan dari Carl.


Setelah berada diluar Berg akhirnya bisa bernafas lega, Berg hampir tidak tahan berdiri di dalam ruangan, ia merasa seperti seekor kelinci yang berdiri dihadapan seekor singa yang bersiap menerkamnya.


Walaupun terlihat baik dan tenang tetapi dibalik itu semua Grand General Carl terkenal sangat kejam bukan hanya kepada musuh – musuhnya, bahkan kepada bawahannya sendiri, jika ada seseorang yang sedikit saja menentangnya maka kematian sudah pasti didapat orang tersebut.


Melihat ekspresi yang ditunjukan Jenderal Carl, Berg tahu seberapa pentingnya laporan ini, pada akhirnya Berg bersyukur dengan keputusannya kali ini, namun Berg juga harus memperingatkan kembali para prajurit yang bertugas hari ini, karena jika tidak bukan tidak mungkin beberapa hari kemudian mereka hanya tinggal nama.


----------


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)

__ADS_1


__ADS_2