My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 56 – Rencana Terbentuk


__ADS_3

“Mari kita mulai pertemuan ini” Richard langsung memasang wajah serius “Aku yakin kalian semua telah membaca suratku dan sudah mengetahui apa yang telah terjadi, jadi aku akan langsung memberikan update informasi yang kupunya”


“Tepatnya tiga, empat hari yang lalu para Goblin mulai bergerak, pada empat hari yang lalu mereka mengirimkan empat Goblin, sedangkan di hari berikutnya mereka mengirimkan delapan Goblin, untungnya berkat kesiapan para petualang kita bisa menghabisi mereka dengan jumlah korban minimum”


“Tetapi diluar dugaan, setelah dua hari berturut – turut Goblin – Goblin itu mengirimkan pengintainya, di hari berikutnya sama sekali tidak tampak pergerakan dari sarang Goblin, keadaan seperti terus berlanjut sampai hari ini bahkan sekarang aku menerima kabar bahwa para petualang yang menjaga garis pertahanan telah kelelahan secara mental”


“Lawan yang cerdas, mungkin mereka memiliki ahli strategi” Gumam Glagas.


“Dari informasi ini saja, aku bisa membayangkan pertempuran kali ini akan sulit” Lars juga ikut bicara.


“Lalu bagaimana dengan para petualang itu, apa tindakan yang mereka ambil sekarang?” Haze giliran bertanya.


“Menurut apa yang kuterima, Warren pemimpin serikat petualang telah mengubah pengaturannya, mereka membagi kelompok petualang menjadi dua kelompok besar, yang akan bertugas bergantian siang dan malam”


“Dengan rasio penempatan?”


“Aku tidak tahu, dilihat dari pertempuran sebelumnya mungkin Warren menempatkan petualang unggulannya dimalam hari dan petualang biasa saja disiang hari” jawab Richard ragu.


“Celaka!!” Haze menyadari sesuatu “Itulah yang mereka inginkan”


“Apa maksudmu Lady Haze” Glagas bertanya.


“Tidakkah kalian merasa ada yang aneh disini?” kemudian semua orang yang hadir mulai mengurutkan kembali peristiwa yang telah terjadi, dan sampai pada kesimpulan yang sama.


“Ya para Goblin itu, mengincar waktu siang hari, waktu dimana kita lengah, karena kita beranggapan para Goblin ini akan menyerang di malam hari, apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita harus segera mengirim bantuan pada mereka” ucap Haze cemas.


“Kau tidak perlu secemas itu, itulah sebabnya kita berada disini berupaya merumuskan langkah terbaik untuk membinasakan para Goblin, lagipula ini baru dua hari aku yakin para Goblin tidak akan menyerang sekarang, jika ahli strategi itu bijak, mereka pasti menunggu sampai kita benar – benar lengah, sampai saat itu belum terlambat bagi kita untuk mengirimkan bantuan” Lars mencoba menenangkan Haze.


“Cih andai aku bisa setenang kalian kaum pria” Haze mencibir, namun tidak berkomentar lagi, menurutnya apa yang dikatakan Lars ada benarnya.


“Ya apa yang diucapkan Lars memang ada benarnya, tapi kita juga tidak bisa mengabaikan peringatan dari Haze” Albert bergabung dalam diskusi “Kita harus bergerak dengan cepat, baik aku akan mulai dari jalur evakuasi masyarakat”


“Kerajaan sudah mengamankan jalur evakuasi, para prajurit kerajaan telah disiapkan disetiap sudut rawan disepanjang jalan menuju ibukota, jadi para masyarakat bisa pergi kapan saja”


“Sedangkan untuk pasukan yang ku bawa mereka semua akan fokus pada pertempuran”


“Aku juga sudah mempersiapkan jalur evakuasi menuju Throne Bite City, jika ada masyarakat yang ingin mengungsi kedaerahku mereka bisa merasa bebas melakukannya” Lars juga memberikan sarannya.


“Terima kasih Lars, tapi kita akan memusatkan jalur evakuasi menuju ibukota saja, dan untuk Throne Bite City, hanya diperuntukan bagi mereka yang mau saja” Bukan Richard tidak mau menerima bantuan Lars, tetapi luas Throne Bite City kurang lebih sama dengan Behemoth City, jika mereka menampung warga Behemoth City, Richard takut terjadi masalah lain.


“Aku minta maaf, Stone Lake City kami tidak bisa membuat jalur evakuasi karena secara geografis kota kita sejajar sama – sama menghadap ke hutan aku takut malah wargamu disergap para Goblin ketika mereka bergerak”


“Tidak apa – apa Haze aku mengerti, tapi bagaimana dengan kotamu, tidak adakah sesuatu yang mencurigakan terjadi, dan bagaimana jika para Goblin datang menyerang?”


“Kau tidak perlu memikirkan hal tersebut Richard, sebelum datang kesini aku sudah mempersiapkan segala sesuatunya” Jawab tenang Haze.

__ADS_1


“Syukurlah kalau begitu”


“sekarang jalur evakuasi telah diamankan, sekarang kita bahas bagaimana kita akan menyerang para Goblin ini, kita tidak mungkin terus menunggu sampai mereka datang mengetuk pintu kita bukan” Richard melanjutkan pembahasan.


“Kau benar kita tidak bisa membiarkan mereka hidup dan berkembang begitu saja” Albert membuka suara “Saranku, kita satukan semua pasukan kita dan kelompokan mereka sesuai dengan keahlian mereka bagaimana menurut kalian?”


“Aku tidak keberatan pasukan kekaisaran disiapkan untuk hal seperti ini sudah tidak asing bagi mereka untuk menyesuaikan diri pada berbagai situasi” Glagas mendukung usulan Albert.


“Lalu bagaimana dengan pemimpinnya?”


“Kita bisa membaginya seperti ini, Glagas dan aku akan bertugas memimpin para Shield Knight dan Prajurit Pedang, untuk Lars kau memimpin pasukan Archer, untuk Richard kau memimpin pasukan Mage dan untuk nona Haze kau yang memimpin pasukan Healer yang berada dibelakang pasukan”


“Aku keberatan Tuan Albert, mengapa aku yang seorang Monk harus memimpin pasukan Healer, tempatku berada digaris depan” Haze langsung protes ketika mendengar pengaturan Albert.


“Haze kau harus mengerti tuan Albert menempatkanmu dibelakang supaya kau aman” Lars mencoba menenangkan Haze.


“Diam kau!!” Haze menyalak.


“Nona Haze, maaf bukannya aku meragukan kekuatanmu, tapi aku menempatkanmu disana adalah untuk melindungi para Healer tentu saja kita tidak ingin tiba – tiba kita disergap dari belakang oleh para Goblin ini, mengingat apa yang telah mereka lakukan bukan tidak mungkin juga mereka melakukan rencana seperti itu” Albert memberikan penjelasannya.


“Oh jadi seperti itu, maafkan aku karena tidak mengerti detail rencanamu tuan” Haze segera meminta maaf, setelah mengetahui maksud dari pengaturan Albert.


Sementara itu Richard dan Lars, keduanya menghela nafas lega karena Albert mampu meredakan amarah Haze dengan cepat.


“Tapi tuan Albert, para Goblin ini masih berada di dalam gua, jika seperti itu kita tidak akan bisa masuk menggunakan formasi seperti ini” Glagas bertanya.


“Jika seperti itu malah lebih bagus lagi, kita tinggal mengirimkan para Mage saja, dan suruh mereka melancarkan serangan AOE terbaik mereka, dan pekerjaan kita akan menjadi lebih ringan”


“Terus bagaimana dengan para Assassin, mereka juga harus diarahkan agar bisa memaksimalkan potensi mereka” Richard yang sekarang giliran bertanya.


“Hmm para Assassin ya, bagaimana jika pemimpin serikat petualang saja yang memimpin mereka, ku yakin pemimpin serikat lebih dari mampu untuk mengarahkan para Assassin ini” Albert juga datang dengan solusinya.


“Bagaimana menurut kalian?” Richard berbalik melihat wajah mereka satu persatu.


“Aku ikut” Lars pertama kali menyetujui nya.


“Kau tidak berpikir akan bersantai dan berlindung digaris belakang kan?” Haze mendelik kearah Lars.


“Hey aku ini seorang pemimpin kota, aku tidak akan melakukan hal seperti itu, aku dengan cepat menyetujuinya karena saat ini kita sedang diburu waktu, dan dariku sendiri aku tidak mempunyai ide lain, jadi bagaimana denganmu kau menyetujuinya atau tidak?” Lars menjawab sindiran Haze.


“Aku setuju – setuju saja”


“Aku akan mengikuti semua pengaturan kalian” Glagas juga menyetujui usulan Albert.


“Baik...” ucapan Richard terhenti karena sebuah Sound Stone dibalik bajunya bergetar, setelah Richard mengambilnya Richard tahu Sound Stone ini milik Warren.

__ADS_1


“Ada ap...”


“Tuan Richard kumohon segera datang bantu kami, para Goblin datang menyerang, para Goblin datang menyerang, kami tidak akan bisa menahan pasukan mereka”


“APA!!!” jawab serempak semua yang berada diruangan tersebut.


“Ku ulangi Goblin datang menyerang, aku tidak bisa menahan mereka ... cepat datang tuan ... segera!!” tiba – tiba suara Warren putus – putus dan tidak lama Sound Stone ditangan Richard meredup.


Semua orang tertegun.


“Cepat panggil seluruh pasukan dan bergegas berkumpul di gerbang timur, segera!!!” Richard segera meraung.


“Baik” semua orang langsung bergerak.


***


Beberapa saat yang lalu tepatnya di Gua tempat para Goblin tinggal, para Goblin Commander sedang berdebat mempertanyakan keputusan salah satu dari Goblin Commander mereka.


“Hey Gamo sampai kapan kita harus menahan diri dengan ide bodohmu itu, kita ini Goblin, ras yang lebih kuat dari para manusia itu, mengapa kau sangat takut untuk menyerang mereka?”


“Kurasa sifatmu terlalu lunak untuk kaum Goblin, apa kau benar - benar seorang Goblin, kau bukan ras campuran bukan?” Goblin Commander lain mengejek Gamo.


“Kalian juga sudah melihatnya, beberapa minggu lalu tuan Goroda telah memberikan pelajaran kepadanya, tetapi sampai saat ini dia tidak belajar sama sekali” yang lain datang mencibir.


“Sudahlah mulai dari sekarang aku yang akan mengambil alih, cepat panggil beberapa puluh Goblin Assassin dan biarkan mereka mengamuk dan menghajar para manusia itu, kita harus mengingatkan mereka untuk segera bersiap menjadi makanan untuk perut kita hahah”


“Hahaha ya kau benar, ayo segera kita kumpulkan ...”


“Hey kalian BERHENTI!!, tidak ada yang boleh melakukan gerakan apapun sampai tuan Goroda datang, dan kalian harus menuruti semua perintahku, aku yang ditunjuk oleh tuan Goroda untuk memimpin kalian”


“Sejak kapan kau menjadi pemimpin kami?”


“Apa kau lebih kuat dari kami, hah?”


“... ... ...”


Sementara Gamo sedang bersitegang dengan sesama Goblin Commander, Goroda yang berada dalam pengasingan langsung terbangun ketika merasakan kalungnya mulai bergetar, sebelum kemudian kalung tersebut berbunyi.


-nguuu nguuuu nguuuuu-


“Mari kita mulai” Goroda menyeringai.


----------


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)

__ADS_1


__ADS_2